16 November 2015

Asuransi Kesehatan Double Claim... Ada Ya?

Buat rekan-rekan yang pernah ditawari asuransi kesehatan oleh agen asuransinya pasti pernah mendengar kata-kata ini. Asuransi kesehatan ini bisa di double claim (klaim ganda), cukup dengan kopi kuitansi yang dilegalisir oleh pihak rumah sakit ketika rawat inap maka kita bisa menerima manfaat dari asuransi kesehatan lainnya jika kita memiliki lebih dari satu asuransi kesehatan.

Sebenarnya bagaimana mekanisme asuransi double claim itu?
Prinsip dasar kontrak asuransi kesehatan adalah prinsip indemnity (ganti rugi) yang tujuannya adalah mengembalikan situasi finansial seseorang kembali seperti sedia kala jika terjadi risiko kesehatan yang mengharuskan seseorang di rawat inap. Artinya, ganti rugi yang diberikan perusahaan asuransi adalah untuk mengganti kerugian finansial yang telah dikeluarkan, tidak untuk membuat seseorang menjadi lebih makmur atau untung karena sebuah risiko terjadi.

Prinsip indemnity ini bisa dilakukan apabila jenis kerugiannya bisa diukur dan dihitung dengan parameter yang jelas. Biaya ganti rugi rumah sakit dapat dirinci dengan baik dari pihak rumah sakit dan dicantumkan dalam tagihan mulai dari biaya rawat inap, obat-obatan, kunjungan dokter dan segala perlakuan yang dilakukan di rumah sakit. Jika Anda memiliki asuransi dengan jenis ini, maka ganti rugi maksimal yang bisa diberikan adalah sebesar tingkat kerugian yang timbul dan maksimal sebesar nilai pertanggungan yang tertera di dalam polis. Jika memiliki 2 jenis polis asuransi yang sama, maka jika salah satu asuransi sudah mengcover kerugian yang muncul, polis asuransi yang lainnya tidak dapat digunakan. Biasaya asuransi kesehatan jenis ini meminta bukti kuitansi asli dari rumah sakit sebagai persyaratan klaim.

Namun, ada juga kerugian finansial yang sulit untuk diukur, misalnya potensi pendapatan yang hilang selama di rawat di rumah sakit untuk beberapa profesi tertentu. Sebagai contoh misalnya pedagang, penulis, konsultan dan dokter.. yang dimana profesi ini biasanya dapat kehilangan penghasilannya tepat begitu dia harus beristirahat karena sakit.

Nah, untuk Anda yang penghasilannya bisa terganggu akibat gangguan kesehatan ada jenis asuransi kesehatan yang bisa membantu seseorang agar tetap dapat penghasilan. Jenis kontrak asuransi ini memberikan manfaat santunan harian sejumlah uang yang telah ditetapkan selama orang tersebut dirawat di rumah sakit. Biaya santunan tidak bergantung kepada besar kecilnya pengeluaran yang terjadi akibat dirawat di rumah sakit. Jenis manfaat yang diberikan sudah ditentukan di awal dan langsung diberikan sesuai dengan berapa lamanya seseorang harus dirawat di rumah sakit. Hal ini bisa dilakukan karena jenis kontrak asuransinya berbeda, yaitu jenis kontrak valued (nilai). Dalam kontrak nilai karena nilai kerugian sulit ditentukan, maka manfaat tidak akan berhubungan dengan tingkat kerugian langsung dan anda bisa memiliki lebih dari satu polis asuransi jenis ini tanpa kehilangan peluang untuk melakukan klaim asuransi.

Selain santunan rawat inap harian, ada beberapa contoh asuransi dengan kontrak nilai yang saat ini dijual, diantaranya adalah misalnya asuransi jiwa dan kecelakaan dan asuransi penyakit kritis.

Demikian sedikit info tentang asuransi kesehatan double claim (klaim ganda). Semoga bermanfaat.

Be Smart with Your Money! (BR)

10 August 2015

Berapa Idealnya Rekening Tabungan yang Harus Dimiliki?

Hal sederhana tapi sering luput dari perhatian ketika melakukan pengelolaan keuangan pribadi adalah sebenarnya berapa banyak rekening tabungan yang perlu dimiliki seseorang. Apakah satu rekening saja tidak cukup?

Ada alasan tertentu mengapa kita perlu membuat beberapa rekening untuk tabungan kita. Pertama adalah untuk kemudahan dalam melakukan monitoring atas perkembangan keuangan kita. Kesalahan dalam melakukan manajemen keuangan adalah mencampurkan uang hasil pendapatan, kebutuhan arus kas bulanan dan tabungan dalam satu rekening. Dampaknya, seringkali kita berpikir telah menabung namun ternyata ujungnya terpakai untuk membayar pengeluaran karena tidak bisa membedakan uang yang direncanakan untuk belanja sehari-hari dan kebutuhan sebagai simpanan masa depan.

Kedua adalah untuk mendisiplinkan diri dalam mengelola keuangan. Dengan memiliki beberapa rekening dengan tujuan masing-masing maka kita memiliki kendali atas uang kita. Misalnya, jika kita sudah mengalokasikan sejumlah uang untuk rekening pengeluaran pajak, maka kita tidak akan menyentuh uang yang sudah kita sisihkan tadi kecuali untuk keperluan membayar pajak.

Ketiga adalah untuk memudahkan dalam perencanaan pengeluaran. Ada beberapa pengeluaran tahunan yang cukup besar dan bisa mengganggu cash flow, misalnya menyediakan THR untuk asisten rumah tangga. Akan lebih mudah jika kita mencicil pengeluaran ini menjadi pengeluaran bulanan dalam sebuah rekening tertentu. Sehingga ketika saatnya tiba, kita cukup mengeluarkannya dari rekening tersebut tanpa harus pusing memikirkan gangguan arus kas.

Berdasarkan alasan tersebut maka sebaiknya rekening tabungan kita dapat dipisahkan berdasarkan kebutuhannya dalam beberapa kategori:


  1. Rekening arus kas bulanan, rekening ini ditujukan untuk mengcover pengeluaran rutin bulanan seperti kebutuhan belanja bulanan, pembayaran utilitas (listrik dan air), transportasi, membayar iuran RT, kebutuhan pengeluaran rutin untuk anak dan pribadi dan lain sebagainya
  2. Rekening arus kas tahunan, rekening ini ditujukan untuk merencanakan pengeluaran yang rutin namun dibayarkan tahunan di bulan-bulan tertentu seperti membayar pajak rumah dan kendaraan, premi asuransi, THR asisten rumah tangga dan perbaikan rumah. Meskipun penggunaannya tahunan namun baiknya rekening ini di isi secara bulanan dengan mencicil agar ketika dananya dibutuhkan sudah tersedia.
  3. Rekening hiburan dan rekreasi, rekening ini adalah rekening untuk memenuhi kebutuhan liburan dan hiburan keluarga untuk kesenangan. Dapat dibelanjakan untuk pengeluaran liburan terencana yang biasanya dilakukan 1-2 kali dalam setahun. Dengan memiliki rekening terpisah untuk hiburan dan rekreasi, kita tidak perlu merasa bersalah ketika menggunakan uang yang sudah dialokasikan untuk kesenangan.
  4. Rekening jaga-jaga, sebagaimana namanya rekening ini berfungsi untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga. Baiknya rekening ini adalah sekaligus juga berfungsi sebagai rekening penerima pembayaran gaji sebelum akhirnya dialokasikan untuk keperluan lainnya. Perencana keuangan umumnya merekomendasikan sekitar minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan untuk dana ini.
  5. Rekening tujuan jangka pendek. Jika anda memiliki keperluan jangka pendek (kurang dari 2 tahun) seperti mengumpulkan uang untuk DP kendaraan atau lainnya. Maka sebaiknya dana ini dipisahkan dalam rekening tersendiri untuk memonitor perkembangannya. Ada baiknya rekening ini sekaligus diikutkan dalam sebuah tabungan rencana yang akan didebet secara otomatis oleh pihak bank untuk mendisiplinkan. Untuk tujuan keuangan yang lebih panjang biasanya perencana keuangan akan merekomendasikan sebuah rencana investasi yang lebih agresif sesuai dengan profil dan kemampuan individu.

Yang harus diperhatikan adalah sebenarnya setiap rekening artinya akan ada biaya tambahan yang diperlukan, dan setiap melakukan transfer antar rekening pun berarti akan ada tambahan biaya. Kita perlu meminimalisir biaya ini agar jangan sampai nantinya biaya ini menggerus tabungan kita, namun jangan sampai karena masalah biaya akhirnya kita mengabaikan manfaat dari pengelolaan uang kita. Selamat mencoba!

Be smart with your money! (BR)

22 July 2015

Menggunakan Jasa Perencana Keuangan? Begini Caranya!

Mungkin saat ini anda sudah terpikir atau mempertimbangkan untuk mendiskusikan situasi keuangan anda dengan seorang perencana keuangan. Namun, anda masih ragu apakah situasi anda saat ini memang benar-benar saat yang tepat dan membayar seorang perencana keuangan benar-benar menjadi solusi bagi permasalahan keuangan anda? Berikut tips untuk membuat keputusan kapan sebaiknya anda menghubungi seorang perencana keuangan.

Pahami Peran Seorang Perencana Keuangan

Seberapa jauh anda memahami peran seorang perencana keuangan? Secara umum seorang konsultan perencana keuangan bertugas untuk membantu anda mencapai tujuan keuangan anda di masa yang akan datang dengan cara memaksimalkan pengelolaan sumber daya keuangan anda yang ada saat ini. Secara garis besar seorang perencana keuangan akan membuat program pengelolaan keuangan dengan tujuan untuk mengelola arus kas, manajemen hutang, mengantisipasi resiko, mengoptimalkan investasi dan aset untuk pencapaian tujuan, dan juga untuk mempersiapkan diri dan keluarga dalam melakukan perencanaan warisan. Seorang perencana keuangan yang baik akan melakukan interview mendalam baik berkaitan dengan sumber daya keuangan anda maupun juga kondisi serta informasi pribadi dan keluarga seperti pekerjaan, status, profil investasi, tanggungan, manfaat yang diperoleh dari perusahaan dan lain sebagainya yang kiranya perlu dipertimbangkan dalam membuat rencana keuangan.

Identifikasi Kebutuhan Konsultasi

Setelah anda memahami peran perencana keuangan, berikutnya adalah kita perlu mengidentifikasi jawaban apa yang kita butuhkan dari seorang perencana keuangan. Jika saat ini situasinya adalah masalah hutang, tentunya anda mengharapkan bahwa perencana keuangan anda dapat membantu menuntaskan jawaban dan menciptakan langkah-langkah implementasi untuk mengurangi beban hutang yang semakin berat. Jika saat ini situasinya adalah anda membutuhkan saran atas portofolio investasi yang sudah anda lakukan, maka tentunya anda mengharapkan si perencana keuangan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan anda tentang investasi yang anda lakukan dan kiranya dapat memberikan masukan atas keputusan investasi yang sudah dibuat. Intinya adalah si perencana keuangan harus dapat memberikan manfaat bagi anda.

Cara Memilih Perencana Keuangan

Anda tentunya ingin berhubungan dengan seorang perencana keuangan yang beretika dan profesional. Beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan perencana keuangan anda adalah latar belakangnya, pengalaman, sertifikasi yang dimiliki, keahlian khusus dalam bidang perencanaan keuangan (misalnya investasi, pajak, perencanaan pensiun dan sebagainya) dan reputasinya sebagai seorang perencana keuangan. Menurut Financial Planning Standards Board (FPSB) sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi untuk perencana keuangan di Indonesia yang juga adalah lembaga internasional untuk profesi perencana keuangan, seorang perencana keuangan paling tidak memiliki 4 hal yaitu pendidikan (edukasi) formal di bidang perencana keuangan personal, pengalaman (experience) memberikan saran keuangan kepada klien paling tidak 3 tahun, telah menempuh ujian standar profesi perencana keuangan dan diakui oleh negara sebagai seorang perencana keuangan terdaftar dan terakhir tunduk kepada aturan kode etik profesi perencana keuangan.

Melakukan Interview

Semakin besar aset anda, maka tuntutan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai perencana keuangan akan semakin besar. Jangan segan untuk melakukan interview informal dengan perencana keuangan yang menurut anda ingin anda gunakan jasanya. Anda boleh bertanya tentang pengalaman mereka selama ini dalam menangani klien, dan apakah mereka pernah menangani klien yang memiliki profil serupa dengan anda. Siapa saja yang akan bekerja dalam tim perencana keuangan dan apa spesialisasi dari masing-masing individu tersebut. Jika ada perusahaan atau profesional lain yang berafiliasi dengan perencana keuangan anda apakah anda akan dikenakan biaya tambahan? Dan yang tidak kalah pentingnya adalah apakah ada konflik kepentingan dalam memberikan saran. Jika perusahaan perencana keuangan tersebut memiliki kerjasama ekslusif dengan sebuah perusahaan keuangan, bukan tidak mungkin prioritas saran akan lebih menuju kepada produk yang disediakan oleh perusahaan tersebut. Sangat penting untuk mengukur tingkat kompetensi dan kejujuran dari seorang perencana keuangan.

Menegosiasikan Biaya

Berikutnya adalah masalah biaya yang akan dikenakan untuk menggunakan jasa seorang perencana keuangan. Umumya perencana keuangan akan menyarankan anda untuk menggunakan jasa mereka secara komprehensif, terutama untuk pertemuan pertama. Hal ini sangat beralasan, karena perencana keuangan ingin melihat secara keseluruhan kondisi kliennya sebelum memutuskan untuk memberikan saran keuangan. Dan ini hanya bisa dilakukan apabila klien menggunakan jasa perencana keuangan secara komprehensif.

Namun, sebenarnya perencana keuangan memiliki berbagai bentuk layanan yang bisa diberikan sesuai dengan kondisi dan kapasitas keuangan klien. Mulai dari jasa per visit untuk solusi-solusi keuangan jangka pendek yang membutuhkan perhatian khusus, hingga jasa komprehensif yang ditujukan untuk mereka yang sudah siap untuk melakukan rencana keuangan secara lengkap.

Negosiasikan kapasitas keuangan yang anda harapkan untuk bekerjasama dengan perencana keuangan agar si perencana keuangan dapat mempertimbangkan untuk memberikan solusi terbaik dan terpenting atas situasi keuangan anda sekarang. Membuat rencana keuangan harus dilihat sebagai investasi layaknya pendidikan atau seperti menggunakan jasa profesional lainnya seperti dokter atau arsitek, karena manfaatnya lebih sifatnya tidak kasat mata, namun anda sesungguhnya membayar keahlian dan pengetahuan si perencana keuangan untuk membuat keputusan keuangan yang baik bagi masa depan anda dan menghindari kesalahan membeli produk keuangan.

Selamat menggunakan jasa perencana keuangan. Be Smart with Your Money! (BR)

10 Mitos Mempersiapkan Pensiun

Dana hari tua atau pensiun saya rasa masih merupakan sebuah konsep yang baru bagi masyarakat luas di Indonesia, apalagi perencanaannya. Banyak yang mungkin masih merasa bahwa perencanaan dana hari tua dan pensiun perlu bagi mereka yang sudah mendekati pensiun, bukan bagi orang yang masih muda apalagi masih menikmati masa lajang. Nikmati segala sesuatunya selagi muda, biarkan hari tua datang dengan sendirinya. Lucunya, banyak generasi muda saat ini yang memimpikan pensiun dini (keluar dari pekerjaan) dan berharap bisa dengan tenang menikmati usia muda dengan kekayaan berlimpah. Berikut adalah beberapa mitos tentang hari tua yang perlu diperhatikan agar tidak sengsara di masa tua kelak.

Mitos #1 : Persiapan Pensiun Saya Sudah Disiapkan oleh Perusahaan dan Negara

Ada 2 sumber dana hari tua yang bisa anda peroleh jika anda adalah karyawan dari sebuah perusahaan, yaitu uang pesangon yang disediakan perusahaan dan manfaat Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Jangan terjebak ilusi bahwa perusahaan dan negara akan benar-benar menyediakan dana hari tua dan masa pensiun anda dengan nyaman. Perusahaan dan negara hanya membantu anda menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk mendanai hari tua. Menurut perhitungan kami selama ini mungkin hanya sekitar 16-20% dari kebutuhan pendapatan hari tua yang bisa dipenuhi untuk hidup sederhana. Jika anda mengikuti program Dana Pensiun dari perusahaan angka ini akan meningkat, namun juga tidak terlalu banyak. Anda harus melakukan sesuatu untuk menjaga kebutuhan masa pensiun kelak dengan mempersiapkan sendiri perencanaan dana hari tua.

Mitos #2 : Saya Sudah Menyisihkan 10% dari Pendapatan Saya untuk Pensiun

Beberapa dari kita ada yang sudah memulai untuk menyisihkan sebagian penghasilan dalam program Pensiun. Yang harus diingat dari tabungan anda ini adalah biasanya kebanyakan orang tidak memonitor berapa tingkat keuntungan yang harus diraih untuk memenuhi kebutuhan pensiun kelak. Jika penempatan investasinya terlalu konservatif, maka keuntungan investasinya pun tidak banyak. Rasanya terlalu muluk jika kita punya impian mempersiapkan masa pensiun sejahtera dengan sedikit pengorbanan (10% dari pendapatan) selama usia produktif kita untuk membiayai masa pensiun yang panjang (bisa mencapai 20 tahun masa pensiun). Merencanakan portofolio investasi yang baik untuk masa pensiun dapat membantu memaksimalkan tingkat keuntungan yang dapat diraih.

Mitos #3 : Biar Anak-anak yang Nanti Mensupport Hari Tua

Dahulu rata-rata keluarga memiliki anak lebih banyak dari keluarga moderen masa kini. Kehidupan orang tua jaman dahulu pun lebih banyak di pedesaan daripada di perkotaan. Artinya, biaya hidup masa pensiun yang bisa disokong oleh anak lebih memungkinkan karena banyaknya anak yang saling berkontribusi dan biaya hidup yang lebih renda. Namun, karena daya tarik kehidupan perkotaan, banyak keluarga moderen sekarang yang tinggal di perkotaan (dan kemungkinan menikmati masa pensiunnya di perkotaan) dengan tingkat biaya hidup yang tinggi. Begitu pula dengan jumlah anggota keluarga, rata-rata keluarga moderen memiliki jumlah anak yang sedikit (1 - 2 orang anak). Usia pernikahan juga mengalami perubahan. Kemungkinannya adalah ketika pensiun, anak-anak mungkin belum bisa mensupport diri mereka sendiri secara finansial karena masih berada di awal karir, apalagi mensupport kehidupan kita di hari tua.

Mitos #4 : Saya akan Terus Bekerja

Pilihan lainnya akhirnya jatuh kepada ekspektasi untuk terus bekerja di masa tua. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh AXA di tahun 2012, rata-rata pensiunan berharap untuk dapat terus bekerja ketika memasuki masa pensiun. Namun, pada kenyataannya hanya 1 dari 4 orang yang dipekerjakan kembali. Kecuali anda memiliki perusahaan anda sendiri, maka sebaiknya anda mempersiapkan diri sejak dini jenis pekerjaan atau profesi atau usaha apa yang akan anda tekuni di masa pensiun anda kelak.

Mitos #5 : Bisnis Saya yang akan Membiayai Pensiun Saya

Bagi para pengusaha, kata-kata pensiun seringkali jarang terdengar. Mereka sangat termotivasi dengan usaha yang mereka lakukan dan kesibukan menjalankan usaha membuat para pemilik bisnis seringkali tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan pensiun mereka sendiri. Pada akhirnya selalu ada resiko bagi para pemilik bisnis yang mengakibatkan mereka mau tidak mau harus meninggalkan bisnis mereka. Entah karena meninggal dini, gangguan kesehatan atau karena kondisi sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan bisnisnya. Sebuah rencana suksesi bisnis sangat penting agar akhirnya bisnis yang berjalan dapat benar-benar mensupport kehidupan masa pensiun para pemilik bisnis.

Mitos #6 : Aset Saya Sudah Mencukupi Untuk Pensiun

Menurut survey, hanya 25% dari total karyawan yang betul-betul mengerti berapa kebutuhan dana hari tua yang diperlukan untuk mempertahankan gaya hidup dan menjaga resiko kesehatan di hari tua. Jika anda belum betul-betul menghitung berapa total kebutuhan dana hari tua, sebaiknya ketika 10 tahun menjelang pensiun ada baiknya kita sudah memperhitungkan dari mana saja sumber pendapatan pensiun dan bagaimana menutupi kekurangannya jika ada.

Mitos #7 : Pendapatan Saya Sekarang Tidak Memadai Untuk Investasi Hari Tua

Alasan ini yang sering dilontarkan yang berakibat seseorang menunda untuk menabung di masa pensiun. Banyak yang berpikir bahwa investasi membutuhkan dana yang besar. Padahal sekarang banyak produk investasi yang dapat dimulai dengan biaya yang sangat murah. Mulai dari ratusan ribu per bulan atau bahkan ada yang cukup Rp 50 ribu per bulan. Tidak ada jaman yang lebih mudah untuk berinvestasi selain jaman sekarang karena begitu banyak instrumen yang dapat digunakan dengan biaya yang terjangkau.

Mitos #8 : Saya Sudah Memikirkannya

Mempersiapkan pensiun adalah persiapan jangka panjang. Memikirkan persiapan pensiun sudah satu langkah, namun memikirkan masa pensiun saja tidak cukup. Untuk menciptakan masa depan, kita perlu bertindak dan memiliki rencana. Mulai dengan pola dan gaya hidup sederhana, menciptakan surplus dan menabung. Belajar untuk mengembangkan uang dengan investasi.

Mitos #9 : Saya Siap Hidup Sederhana di Masa Pensiun

Bayangkan hal ini. Saya minta anda untuk mengurangi pengeluaran anda hingga 60% dalam bulan ini dan seterusnya. Anda pasti akan pusing memikirkan pengeluaran apa saja yang harus dipangkas agar tujuan ini bisa terwujud. Dan dampaknya adalah kenyamanan anda menjadi terganggu. Sadarilah bahwa kita terbiasa hidup dalam zona nyaman. Dan menurunkan zona nyaman ini sangat tidak mengenakkan dan sulit. Lebih baik berkorban sekarang untuk masa depan yang lebih nyaman daripada sebaliknya.

Mitos # 10 : Saya akan Mempersiapkannya Nanti Ketika Ada Surplus

Yang harus kita akui sebagai manusia adalah seringkali keputusan keuangan kita tidak rasional. Banyak keinginan dan kenyamanan yang ingin kita nikmati. Akibatnya berapapun nilai pendapatan yang diterima saat ini seringkali tidak mencukupi dan bahkan kurang. Jika kita mau mengkoreksi kembali kebutuhan kita dan memprioritaskan keuangan kita kembali, bukan tidak mungkin akhirnya kondisi keuangan kita menjadi surplus. Motivasi dari dalam diri yang kuat untuk memperbaiki keuangan dapat merubah kondisi yang tadinya defisit menjadi surplus. Dan yang penting adalah mempersiapkannya sejak dini sekarang juga. Anda bisa mencoba dengan mengurangi satu saja kebiasaan harian yang rutin dilakukan dan dapat menghemat pengeluaran anda dan menciptakan satu hobi produktif yang menghasilkan tambahan penghasilan. Dengan cara ini saya yakin anda bisa menghasilkan surplus yang selama ini hanya jadi angan-angan.

Semoga sedikit tips ini dapat bermanfaat. Be smart with your money! (BR)

07 July 2015

5 Manfaat Melakukan Rencana Keuangan

Jika anda bertanya-tanya tentang manfaat apa yang bisa diperoleh dari merencanakan keuangan.. atau anda merasa perlu diyakinkan kenapa rencana keuangan sekarang menjadi perlu dilakukan. Berikut adalah beberapa manfaat dari melakukan rencana keuangan saat ini.

Memperbesar Peluang Mencapai Tujuan

Jika kita tidak punya rencana, maka kemungkinannya kita termasuk ke dalam golongan orang yang hidup mengalir mengikuti arus kehidupan. Tidak ada yang salah dengan hal ini, namun pada kenyataannya beberapa hal membutuhkan perencanaan keuangan yang cukup baik. Sebut saja misalnya merencanakan pendidikan anak dan mempersiapkan penghasilan pengganti saat masa pensiun nanti. Dengan melakukan rencana keuangan kita bisa melakukan tahap demi tahap mencapai tujuan dan menabung sesuai dengan kebutuhan.

Pilihan Instrumen Investasi

Semakin jauh dan dini kita mempersiapkan rencana keuangan, semakin banyak instrumen investasi yang bisa kita pilih dan semakin besar resiko investasi yang bisa kita tanggung dan portofolio keuangan kita bisa menjadi lebih maksimal dan demikian pula sebaliknya. Semakin dekat kepada tujuan, maka pilihan kita semakin sedikit karena tujuan investasi jangka pendek menjadi lebih kepada keamanan dananya, sedangkan hukum investasi adalah semakin aman sebuah instrumen investasi, maka semakin kecil tingkat keuntungan yang bisa kita harapkan.

Bersiap Terhadap Kondisi Tak Terduga

Semakin kita menunda merencanakan keuangan, resiko finansial dan resiko kehidupan seperti misalnya resiko kesehatan semakin tinggi. Dengan merencanakan keuangan, kita tahu kapan sebaiknya kita membeli sebuah produk asuransi dan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita saat ini. Atau bagaimana caranya mengantisipasi dan bersikap terhadap fluktuasi pasar modal agar tidak menuai kerugian.

Biaya 

Bayangkan hal ini, ketika anda membuat keputusan keuangan sendiri tanpa didampingi seorang perencana keuangan yang kompeten dan berpengalaman. Maka kemungkinannya adalah bisa saja terjadi kerugian akibat membeli produk yang tidak dibutuhkan, berbiaya tinggi atau produk yang salah untuk mencapai tujuan. Misalnya ada di antara klien kami yang membutuhkan asuransi kesehatan rawat inap, namun karena dia kurang memahami berbagai jenis asuransi medis yang dia beli adalah asuransi santunan harian rawat inap. Bayangkan jika ketika dibutuhkan ternyata manfaat asuransi yang didapatkan tidak sesuai kebutuhan sedangkan biaya premi sudah dibayarkan. Dan ketika waktu sudah berjalan terkadang kesalahan keputusan di masa yang lalu menjadi berbiaya tinggi. Biaya ini bisa lebih tinggi daripada membayar jasa seorang perencana keuangan yang kompeten yang akan membantu anda dalam merancang keuangan anda.

Kendali Keuangan

Tidak memiliki rencana keuangan akan menjadikan pengeluaran kita cenderung tidak terkendali, karena kita tidak tahu batasan gaya hidup sehat yang dibutuhkan agar hidup kita selamat di setiap tahapan. Kenaikan pendapatan akan terus diikuti dengan kenaikan pola gaya hidup, akhirnya pendapatan tidak bersisa dan kadang masih diikuti dengan hutang konsumtif.

06 July 2015

Diagnosa Keuangan Sebelum Memulai Investasi

Ya, memang sekarang investasi sudah jauh lebih terjangkau. Sebut saja reksadana, cukup dengan investasi Rp 100.000,- beberapa produk reksadana sudah dapat dibeli dan masuk ke dalam portofolio investasi kita. Beberapa perusahaan sekuritas memperkenankan investasi saham yang dimulai dari nilai Rp 1.000.000,- untuk membuka rekening. Investasi emas saat ini dapat dimulai dari 1 gram emas yaitu sekitar Rp 500.000,- per gram. Artinya semua investasi saat ini bisa kita mulai kapan saja, tergantung keinginan kita. Namun, jangan terburu-buru memutuskan untuk melakukan investasi. Jangan semata-mata karena dananya ada dan kemudian tertarik dengan keuntungan investasi di tahun-tahun sebelumnya kemudian langsung memutuskan untuk berinvestasi. Hal ini karena investasi selalu mengandung resiko.. ada baiknya kita pertimbangkan hal-hal ini sebelum memulai investasi.

Cek Arus Kas Bulanan

Secara garis besar, bagaimana kondisi arus kas anda? Arus kas adalah kondisi pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya. Identifikasi pemasukan dan pengeluaran bulanan sebelum berinvestasi dan pahami kondisinya. Ada 3 kondisi arus kas yaitu surplus, defisit atau impas. Dua yang terakhir adalah kondisi dimana pemasukan sama dengan atau lebih kecil dari pengeluaran. Tentu saja kondisi ini tidak sesuai untuk berinvestasi. Jika kondisi arus kas anda relatif stabil dimana rata-rata setiap bulannya selalu dalam kondisi surplus (terlepas kondisi pemasukan anda tetap atau tidak tetap), maka anda boleh berpikir untuk mulai berinvestasi.

Hutang dan Cicilan

Perhatikan kemampuan anda membayar cicilan dan berapa besarnya saldo hutang anda dari waktu ke waktu. Kemampuan ini dapat dilihat dari berapa persen dari pendapatan setiap bulan yang dibayarkan untuk mencicil. Angka < 30% masuk dalam kategori sehat untuk memulai berinvestasi, dan angka ini tentunya juga harus menggambarkan bahwa nilai hutang anda semakin menurun setiap waktunya dengan jadwal yang jelas. Jika saat ini anda masih memiliki hutang konsumtif seperti kartu kredit, ada baiknya anda prioritaskan diri untuk melunasi hutang konsumtif tersebut sebelum mulai berinvestasi.

Tabungan Dana Darurat & Asuransi

Situasi keuangan dapat berubah-ubah setiap waktu. Kadang ada pengeluaran mendadak yang membutuhkan perhatian dan membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Sebut saja misalnya karena kendaraan mengalami kerusakan, rumah yang butuh perbaikan, anggota keluarga yang membutuhkan perawatan kesehatan dan sebagainya. Darimana kita akan menutupi kekurangan. Ada beberapa alternatif, dan instrumen investasi bukan salah satunya. Pos atau keranjang darurat (proteksi) kita dibagi menjadi 2 keranjang, yaitu keranjang tabungan dana darurat dan keranjang asuransi.

Periksa tabungan dana darurat. Untuk yang masih lajang, tabungan dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran mungkin memadai untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga, bahkan mungkin mengantisipasi jika ternyata kehilangan pekerjaan. Paling tidak pengeluaran tercover selama 3 bulan. Untuk yang sudah berkeluarga dana darurat ini dapat berkembang menjadi 6 bulan hingga 12 bulan pengeluaran tergantung situasi keluarga dan banyaknya tanggungan. Untuk mengcover resiko pengeluaran kesehatan, asuransi kesehatan atau tunjangan kesehatan dari perusahaan dapat digunakan. BPJS Kesehatan sebagai proteksi minimal juga dapat menjadi solusi masalah ini. Asuransi aset seperti rumah dan kendaraan berguna untuk mengantisipasi resiko kerusakan ataupun kerugian materil akibat resiko. Asuransi jiwa wajib dimiliki untuk yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan.

Keranjang proteksi inilah yang harus digunakan ketika terjadi resiko pengeluaran. Percayalah, anda tidak ingin mencairkan investasi anda ketika kebutuhan darurat, apalagi ketika nilai investasi anda sedang menciut karena situasi ekonomi yang kurang baik.

Mulai Dari Yang Mudah, Murah dan Aman

Ketiga kondisi tadi sudah dipenuhi, kemudian apalagi? Mulailah dari instrumen investasi yang mudah untuk anda akses dan mudah untuk anda pahami. Murah dari sisi biaya dan membutuhkan dana yang tidak terlalu besar. Kemudian relatif aman. Relatif aman maksudnya adalah bukan berarti investasi tersebut dijamin tingkat keuntungan atau kepastian keamanan modal disetornya (meskipun ada beberapa produk yang memungkinkan). Namun adalah produk yang secara legalitas diakui dan teregulasi dengan baik, yang anda pahami dan bisa anda bayangkan baik dan buruk serta resiko terburuk yang mungkin terjadi. Tingkat keuntungan yang masuk akal dan konsisten serta keseuaian dengan profil dan kondisi keuangan anda saat ini. Cari literatur atau banyak bertanya kepada orang yang memahaminya. Setiap investasi ada tahapannya, jika anda pemula.. jangan memaksakan diri untuk berinvestasi di produk keuangan yang canggih dan rumit apalagi yang mengandung leveraging. Keberhasilan investasi tidak hanya berasal dari tingkat keuntungan investasinya, namun juga kesiapan kita dalam menghadapi berbagai resiko kehidupan.

Semoga tips investasi ini membantu anda untuk menentukan langkah-langkah pertama dalam keberhasilan finansial anda. Be smart with your money! (BR)

02 July 2015

Memilih Investasi Reksadana yang Tepat!

Reksadana, sering sekali didengungkan oleh masyarakat dalam beberapa tahun terakhir sebagai kendaraan investasi yang murah dan mudah bagi investor pemula. Mulai banyak investor yang mulai berinvestasi di produk ini. Namun, secara total baru sekitar 250.000 investor yang menggunakan produk ini berdasarkan data dari APRDI (sumber: detikfinance) dengan total dana kelolaan Rp 450 triliun. Masih kecil sekali jumlahnya dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang masuk golongan kelas mengah dan punya kemampuan untuk membeli produk ini.

Hal ini wajar saja karena sebenarnya memilih produk investasi butuh kehati-hatian. Dan secara keseluruhan pemahaman masyarakat tentang produk ini pun masih terbatas. Baru sekedar mengenal, belum sampai ke dalam taraf mengaplikasikan. Berikut saya akan memberikan sedikit tips singkat cara memilih produk investasi reksadana.

Tujuan dan Profil Resiko

Kalau sudah mulai berinvestasi di reksadana, kita harus tahu dulu tujuan membeli produk ini untuk apa. Untuk dana darurat, investasi pendidikan, membeli rumah atau bagaimana? Jangan hanya berinvestasi modal ikut-ikutan karena motivasi tiap orang berbeda-beda. Kemudian jangan lupa kenali karakter kita dalam berinvestasi. Apakah kita tergolong investor yang sangat hati-hati (konservatif) atau cenderung berani dalam berinvestasi (agresif). Setiap tujuan, profil dan jangka waktu investasi ini nantinya mempengaruhi pilihan produk reksadana kita, apakah penempatannya akan lebih banyak kepada reksadana saham, campuran, pendapatan tetap, atau pasar uang.

Memilih Perusahaan Manajer Investasi

Saat ini ada sekitar 128 perusahaan manajer investasi yang terdaftar. Cukup banyak ya? Terus bagaimana memilih di antara perusahaan itu yang baik. Semua perusahaan yang terdaftar di OJK berarti secara legalitas memiliki ijin yang resmi sebagai lembaga keuangan yang diakui oleh negara untuk menghimpun dana masyarakat dan ijin untuk melakukan tugasnya sebagai manajer investasi. Kedua, lihat berapa lama pengalaman perusahaan itu telah berjalan. Perusahaan yang bertahan dan telah cukup lama melalui berbagai siklus ekonomi dan bisnis layak dipertimbangkan. Ketiga adalah dana kelolaan dari reksadana tersebut, menggambarkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada perusahaan. Selanjutnya lebih kepada layanan, biaya, kemudahan transaksi dan sebagainya. Umumnya reksadana yang bereputasi mengenakan biaya yang lebih tinggi daripada perusahaan lainnya.

Memilih Produk

Kemudian selanjutnya adalah memilih produk reksadananya. Saat ini ada sekitar 787 produk (Februari 2015). Wah banyak ya! Yang mana yang harus dipilih. Pertama dari sekitar produk tersebut ada yang masuk dalam kategori produk syariah (sekitar 10%) dan kemudian dibagi dalam berbagai sub-kategori seperti reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Ada lagi seperti produk reksadana terproteksi dan indeks. Terkadang cara mudahnya adalah memilih reksadana dengan return terbaik dari setiap kategori. Namun jangan lupa untuk mempertimbangkan konsistensi keuntungan dari reksadana tersebut setiap tahunnya. Karena seringkali sebuah reksadana dengan return terbaik di tahun-tahun tertentu belum tentu menjadi reksadana terbaik di tahun-tahun berikutnya. Dana kelolaan dari produk juga bisa menjadi pertimbangan, dana kelolaan yang terlalu kecil dapat menjadi rawan dilikuidasi atau terlalu besar menjadikan produk reksadana itu lambat untuk mencapai performa maksimalnya. Memilih reksadana yang tepat untuk masuk dalam keranjang investasi kita butuh sebuah pengamatan dan penelitian. Sekarang banyak situs-situs yang memberikan informasi mengenai kinerja dari reksadana seperti infovesta.com, bareksa.com, ipot-fund.com dan sebagainya. Gunakan informasi semaksimal mungkin untuk menggali produk yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Semoga tips sederhana ini dapat membantu. Be smart with your money! (BR)


Disclaimer:
Artikel ini hanya memberikan kepada anda sebuah panduan dasar dalam berinvestasi dan bukan merupakan satu-satunya teknik dalam melakukan investasi. Untuk menjadi investor, anda harus mempelajari segala peluang keuntungan dan resiko yang mungkin timbul dari investasi anda. Apapun yang ditulis dalam artikel ini bukan saran atau rekomendasi untuk membeli sebuah produk investasi. Anda tetap harus mendiskusikan kebutuhan dan rencana investasi anda sebelum melakukan investasi. 

30 June 2015

Tips Mengelola Uang THR Agar Tidak Sia-sia

Tidak lama lagi uang THR akan dibagikan. Saat-saat yang ditunggu oleh kebanyakan karyawan sebagai tambahan penghasilan di hari raya Lebaran. Tujuan utama dari pemberian uang THR adalah tentunya untuk konsumsi, jadi sah-sah saja jika uang THR ini dibelanjakan. Namun, jika ternyata uang THR kita lebih dari cukup tentunya sayang jika hanya digunakan untuk konsumsi semata. Bagaimana cara mengalokasikannya agar uang THR tidak terbuang sia-sia?

Pengeluaran Rutin Hari Raya

Lihat pola pengeluaran hari raya anda di tahun-tahun sebelumnya. Pengeluaran apa saja yang terjadi? Apakah anda berencana untuk mudik Lebaran? Berapa biaya yang umumnya dikeluarkan? Uang THR dapat digunakan untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran ini seperti misalnya membeli baju baru untuk keluarga, memberikan THR bagi asisten rumah tangga dan uang saku untuk mudik dan sebagainya.

Amal

Zakat fitrah adalah salah satu kewajiban yang harus dikeluarkan di saat Lebaran. Uang THR dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban ini. Dana untuk angpao di saat Lebaran juga dapat diambil dari uang THR ini. Satu lagi yang perlu diingat mungkin adalah sebagian uang THR juga dapat disisihkan untuk menghadapi hari raya berikutnya yaitu hari raya Kurban yang datangnya tidak berjauhan dari hari raya Lebaran.

Mengurangi Hutang

Masih ada surplus? Bagaimana jika sebagian dana THR digunakan untuk mengurangi kewajiban kartu kredit yang tersisa. Dengan mengurangi saldo kartu kredit anda mempercepat pelunasan kartu kredit anda dan mengurangi kewajiban yang membebani arus kas rumah tangga di masa yang akan datang.

Tabungan dan Investasi

Menggunakan uang THR untuk menambah tabungan dan investasi masa depan juga boleh. Jika selama ini anda membutuhkan tambahan pendapatan untuk menambah tabungan atau investasi pendidikan anak anda, sisihkan sebagian uang THR untuk memenuhi hal ini. Apalagi jika akhir-akhir ini uang THR juga diterima ketika mendekati tahun ajaran baru.

Alokasikan uang dengan seksama, skala prioritas pengeluaran tetap harus dijaga. Jangan gegabah dalam pengeluaran hari raya apalagi jika harus merogoh kocek lebih dalam dengan berhutang. Sesuaikan kemampuan agar hari raya tidak diikuti dengan kewajiban-kewajiban konsumsi di bulan-bulan yang akan datang.

Be smart with your money! (BR)

Related article : 50 Cara Menghemat Pengeluaran

29 June 2015

Menyusun Portofolio Investasi Pribadi

Ketika anda berinvestasi, memadukan beragam jenis kelas aset yang berbeda untuk melakukan diversifikasi dan meminimalisasi resiko selalu menjadi pertanyaan. Bagaimana proses perencanaan investasi untuk mengoptimalkan keuntungan investasi dengan resiko minimal? Berikut adalah langkah-langkah sederhana dalam menyusun portofolio investasi anda.

Menetapkan Kebutuhan Investasi

Sebelum memulai berinvestasi, kita harus menentukan dulu apa tujuan dari investasi yang kita lakukan. Tentunya kita semua sepakat.. harapan dari berinvestasi adalah sudah jelas untuk memperoleh keuntungan. Benar keuntungan investasi yang anda inginkan, namun.. keuntungan investasi seperti apa tepatnya? Secara garis besar, kita menggolongkan keuntungan investasi dalam 3 kelompok. Pertama adalah untuk memperoleh pendapatan rutin dari investasi kita, kedua untuk meningkatkan nilai aset atau yang ketiga adalah paduan antara pendapatan rutin dan sekaligus kenaikan atau pertumbuhan nilai aset. Tujuan ini akan mempengaruhi bagaimana kita akan menyusun portofolio investasi kita. Misalnya, ketika fokus kita adalah kepastian pendapatan.. maka mungkin produk yang sesuai untuk ini adalah sebuah produk perbankan seperti deposito, obligasi atau produk asuransi jiwa anuitas. Namun, ketika fokus kita adalah untuk peningkatan nilai investasi setinggi-tingginya, mungkin kita akan berharap sebuah investasi pada saham.

Toleransi Resiko

Setelah menentukan kebutuhan investasi maka hal berikutnya yang kita butuhkan adalah informasi tentang batas toleransi kita terhadap suatu resiko investasi. Toleransi resiko sering juga disebut dengan profil resiko investor. Secara garis besar, profil investor terbagi dalam 3 kelompok. Yaitu tipe investor dengan profil konservatif, moderat dan agresif. Seorang investor dengan profil resiko konservatif cenderung fokus kepada kepastian hasil dan keamanan modal awal investasinya. Sedangkan tipe investor dengan profil agresif adalah tipe investor yang mengharapkan keuntungan sebesar-besarnya dari modalnya dan tentunya tipikal investor ini juga siap dengan resiko ketidakpastian hasil dan kerugian dari investasinya. Profil resiko ini ditentukan oleh tingkat pendapatan, surplus, usia, karakter pribadi, pengetahuan dan situasi finansialnya. Untuk bisa mengetahui toleransi resiko kita dalam berinvestasi kita dapat mengisi form kuesioner yang banyak tersedia.

Alokasi Aset

Alokasi aset sejatinya adalah membagi portofolio keuangan kita dalam berbagai kelas aset seperti saham, obligasi dan instrumen pasar uang. Tujuan dari alokasi aset adalah melakukan diversifikasi untuk meminimalisir resiko suatu investasi. Harapannya tujuan dari investasi itu dapat dicapai. Alokasi efektif dapat dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan investasi dan juga toleransi resiko.Berikut ini adalah bagan alokasi aset untuk berbagai karakter investor.


Source: www.mesirowfinancial.com

Strategi alokasi aset yang umum digunakan dalam membangun portofolio adalah alokasi aset strategis, taktis, berimbang dan sistemik. Penjelasan mengenai teknik alokasi aset ini akan dijelaskan di waktu lain.

Rebalancing

Penting sekali untuk menjaga susunan portofolio anda. Dengan berjalannya waktu, mungkin ada beberapa kelas aset yang nilainya mengalami perubahan naik turunnya. Akhirnya terjadi perubahan susunan portofolio investasi anda menjadi lebih agresif atau menjadi terlalu konservatif. Untuk itu diperlukan proses rebalancing. Rebalancing ini adalah bagian dari proses monitoring investasi untuk menyeimbangkan investasi menjadi susunannya seperti sedia kala dengan menjual aset yang berkembang atau akhirnya bertambah karena kenaikan nilai dan membeli porotofolio lainnya yang berkurang nilainya. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan melakukan rebalancing maka portofolio investasi akan menjadi lebih baik.

Manajemen Resiko

Setiap investasi memiliki resiko, misalnya resiko likuiditas yaitu resiko kemungkinannya investasi tidak mudah dicairkan setiap waktu. Sehingga kita perlu mempersiapkan diri secara keuangan sebelum berinvestasi agar tidak menemui kesulitan keuangan. Caranya adalah dengan mempersiapkan sejumlah dana likuid yang tidak diganggu gugat sebagai dana cadangan darurat. Besarannya umumnya sekitar 3-6 kali pengeluaran. Kemudian jangan lupakan asuransi untuk perlindungan aset (kendaraan dan rumah) serta asuransi kesehatan yang memadai untuk mengcover pengeluaran apabila terjadi resiko kesehatan tanpa harus mengganggu investasi yang sedang berjalan. Dengan demikian, portofolio investasi anda bisa berjalan dengan tenang melalui berbagai kondisi.

Namun demikiran, artikel ini hanya memberikan kepada anda sebuah panduan dasar dalam berinvestasi dan bukan merupakan satu-satunya teknik dalam melakukan investasi. Untuk menjadi investor, anda harus mempelajari segala kemungkinan yang mungkin timbul dari investasi anda. Apapun yang ditulis dalam artikel ini bukan saran atau rekomendasi untuk membeli sebuah produk investasi. Anda tetap harus mendiskusikan kebutuhan dan rencana investasi anda sebelum melakukan investas. Be smart with your money! (BR)







22 June 2015

Jika Hutang Kartu Kredit Melilit

Untuk anda yang saat ini merasa gundah, bahwa hutang anda sudah menumpuk begitu banyak. Padahal anda tahu bahwa anda harus menyisihkan sebagian uang untuk mengantisipasi kondisi tak terduga (dana darurat) selama 3 – 6 bulan, berinvestasi untuk masa depan, membeli asuransi dan menyiapkan pensiun. Tetapi saat ini hal tersebut hampir tidak mungkin dilakukan karena hampir separuh dari penghasilan anda digunakan untuk membayar cicilan hutang kartu kredit yang tidak pernah usai. Apa yang harus dilakukan?

Berikut saya akan berikan tips ringan yang akan membantu anda dalam menyelesaikan masalah hutang. Langkah pertama adalah berhenti menambah hutang kartu kredit anda. Masalah hutang menjadi lebih ringan di awali dari langkah sederhana namun penting ini. Tahukah anda penyebab utama orang menggunakan kartu kreditnya adalah karena kartu kreditnya ada di dalam dompet yg dengan mudah dikeluarkan dan digunakan. Coba anda tinggalkan kartu kredit itu di rumah dan simpan dalam lemari es, dibekukan bersama air menjadi simpanan yang sulit untuk digunakan kecuali betul-betul anda harus mengupayakan untuk mencairkan es yang mengurung kartu kredit anda. Dengan cara ini anda sudah menutup satu pintu kemudahan dalam menggunakan kartu kredit.

Langkah kedua, kurangi jumlah kartu kredit anda. Anda tidak membutuhkan lebih dari 2 kartu kredit. Setiap kali menawarkan kartu kredit baru pihak bank akan merayu anda dengan memuji anda sebagai nasabah pilihan dan sebagainya. Tetapi, ketika anda dalam kesulitan, bukan pujian yang anda dapatkan tetapi masalah dengan pihak bank. Cermatlah dalam menerima tawaran kartu kredit, jika tidak anda butuhkan tegaskan diri anda untuk berkata tidak. Dengan membatasi jumlah kartu kredit anda, anda juga membatasi jumlah hutang anda dan kebebasan anda berhutang. Jika sudah terlalu besar maka limit kartu kredit akan membatasi gerakan anda. Jangan tembus limit kartu kredit anda karena anda akan harus membayar bunga yang lebih tinggi lagi.

Langkah ketiga, buat anggaran bulanan. Catat pengeluaran dan penghasilan anda setiap bulannya. Buat agar penghasilan anda cukup memadai untuk satu bulan tanpa harus menggunakan kartu kredit lagi. Kemudian buat anggaran untuk satu tahun berdasarkan data bulan-bulan sebelumnya. Jika ada surplus, rencanakan untuk membaginya dalam 12 bulan sebagai tambahan pembayaran cicilan hutang anda. Dan jika defisit anggaran, maka anda harus mengatur kembali agar cukup memadai.

Langkah keempat, bayar lebih dari yang seharusnya anda bayarkan dan bayar dengan jumlah yang tetap seperti ketika pertama kali anda membayar. Tahukah anda kenapa pihak bank menetapkan pembayaran minimal yang sangat rendah untuk kartu kredit? Agar anda terus membayar bunganya saja yang berperan sebagai sumber penghasilan bank, sedangkan pokok hutangnya sangat pelan sekali berkurangnya. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melunasi penggunaan kartu kredit anda jika anda membayar dalam jumlah minimal. Begitu ada dana lebih, segera bayarkan untuk mengurangi hutang anda. Dan bayarkan dalam jumlah yang tetap, seolah-olah anda membayar iuran bulanan yang tidak berubah.

Langkah kelima, bayarkan kartu kredit anda yang memiliki bunga tertinggi dan pindahkan saldo hutang anda ke kartu yang memiliki suku bunga rendah. Saat ini karena adanya persaingan, beberapa pihak penerbit kartu kredit bersaing dalam hal bunga dan pembebasan iuran tahunan. Manfaatkan untuk mengurangi beban bunga anda, tapi jangan menambah kartu kredit lagi. Pindahkan dan tutup kartu kredit yang berbunga tinggi. Jika anda memiliki kerabat yang percaya pada anda dan mau membantu anda, anda bisa memohon bantuan pinjaman tanpa bunga kepada mereka untuk melunasi hutang-hutang anda dan anda kembalikan dengan mencicil.

Langkah keenam, miliki target waktu berakhirnya hutang anda yang realistis dan tetaplah pada rencana anda. Miliki kekuatan target agar anda mengerti kapan hutang anda harus berakhir. Yang harus disadari adalah masalah hutang anda mungkin tidak akan selesai dalam waktu semalam, tapi pasti akan berakhir dengan berjalannya waktu. Jadi, tetaplah semangat dan optimis dan nikmati prosesnya.

Langkah ketujuh, buat rencana menabung. Dengan adanya rencana menabung, anda tahu bahwa jika rencana penyelesaian hutang anda gagal, maka anda tidak bisa naik ke tingkat berikutnya, yaitu menabung dan berinvestasi. Semakin lama anda menunda berinvestasi dan menabung, semakin dalam problem keuangan anda. Untuk ini anda bisa menggunakan bantuan perangkat lunak keuangan untuk membuat perhitungan sederhana anda, atau juga bisa anda konsultasikan dengan perencana keuangan. Semoga membantu.

Oleh : Budi Raharjo CFP®

04 June 2015

Persiapan Keuangan Menjelang Hari Raya

Tidak lama lagi, kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bagi umat Islam, bulan-bulan ini adalah salah satu bulan krusial dalam hal keuangan. Pola pengeluaran akan cenderung mengalami penyesuaian selama Ramadhan, baik sebelum maupuan sesudah selesai Ramadhan. Bagaimana kita menyikapi pola pengeluaran memasuki bulan Ramadhan? Berikut tips singkat bagi anda..

  1. Persiapkan anggaran belanja selama Ramadhan dengan baik dan detil. Jika anda sudah terbiasa dengan melakukan pencatatan pengeluaran, maka hal ini tidak akan terlalu banyak menyita waktu dan energi anda. Namun, bagi anda yang belum terbiasa maka sekarang adalah saatnya memulai. Perhatikan pos biaya yang mungkin mengalami penurunan, terutama pengeluaran harian. Untuk pengeluaran pribadi, pengeluaran makan di luar kemungkinan besar mengalami penurunan. Tentunya ini dapat menambah cashflow kita, namun ada pengeluaran yang meningkat atau mungkin pos yang di bulan-bulan biasa umumnya tidak ada muncul di bulan Ramadhan ini, misalnya pengeluaran untuk zakat fitrah, persiapan pulang ke kampung halaman, membeli pakaian Lebaran, atau mungkin pengeluaran untuk bingkisan Lebaran dan THR untuk asisten rumah tangga. 
  2. Identifikasi pemasukan selama bulan Ramadhan. Jika anda karyawan, kemungkinan besar anda akan memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai tambahan pemasukan dari biasanya. Adanya THR ini akan melonggarkan kondisi keuangan anda. Bijak-bijaklah menggunakannya sesuai dengan prioritas kebutuhan anda selama bulan Ramadhan. Untuk yang berbisnis sendiri, coba cek pemasukan anda di bulan Ramadhan. Apakah ada fluktuasi pemasukan? Lebih kecil atau lebih besar? Dengan identifikasi kita bisa mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum pengeluaran itu tiba. 
  3. Sesuaikan rencana dengan kapasitas keuangan. Setelah menghitung semuanya dan memperkirakan biaya yang akan muncul. Sesuaikan rencana anda dengan kapasitas keuangan yang dimiliki. Sesuaikan prioritas dan kebutuhan. Jika kondisi keuangan cocok dengan rencana pengeluaran yang akan mungkin terjadi, silahkan lanjutkan. Namun jika ternyata kondisinya kurang bisa mendukung pengeluaran, maka kita juga harus fleksibel dalam mengatur rencana. Jika mungkin ada pos yang bisa dihilangkan atau dikurangi dan memang harus dilakukan, sebaiknya didiskusikan bersama pasangan. Jangan sampai pengeluaran Hari Raya membuat kita menjadi besar pasak daripada tiang dan untuk menghindari berhutang untuk menutupi pengeluaran Hari Raya. 
  4. Jika anda akhirnya terpaksa harus berhutang untuk menutupi pengeluaran, maka sebaiknya pengeluaran itu hanya untuk menutupi kebutuhan yang sangat penting dan tidak bisa dihindari. Prioritas pelunasannya di bulan-bulan berikutnya harus dilakukan, karena umumnya dana yang digunakan untuk menutupi biaya ini adalah bersumber dari hutang konsumtif yang berbunga tinggi. Rencanakan untuk melunasinya maksimal 3 bulan setelah Hari Raya agar tidak berkepanjangan. 
  5. Kembali kepada filosofi keuangan yang paling dasar, dahulukan yang prioritas dan jangan besar pasak daripada tiang. Berhati-hati dengan pengeluaran yang tidak terencana, disiplinkan diri anda terhadap pengeluaran Hari Raya, karena setelah itu mungkin masih ada pengeluaran lainnya yang sudah terjadwal di bulan-bulan berikutnya. Coba cek jadwal pembayaran pajak kendaraan anda, biaya sekolah anak atau iuran premi asuransi. Dengan memperhatikan jadwal ini maka anda akan lebih seksama dalam mengatur pengeluaran. 
Selamat memasuki bulan Ramadhan. Be Smart With Your Money! (BR)

01 June 2015

10 Tahun Lagi Pensiun? Ini yang Harus Anda Lakukan

Tidak terasa waktu berjalan. Jika anda sekarang termasuk golongan pekerja yang 10 tahun lagi menuju pensiun, hal-hal apa saja yang harus anda siapkan agar ketika waktu itu tiba anda sudah benar-benar siap menghadapinya?


  1. Lakukan evaluasi keuangan. Tidak ada hal yang lebih penting dalam persiapan pensiun selain dengan memperhatikan laporan keuangan kita kembali. Catat segala aset yang sudah anda miliki, hutang anda yang masih berjalan, sumber pemasukan anda dari mana saja saat ini serta pengeluaran anda. Jangan lupa untuk mencatat juga berapa manfaat pensiun yang akan anda peroleh serta nilai uang pertanggungan asuransi jiwa anda.
  2. Periksa pos pengeluaran yang masih berjalan ketika pensiun seperti misalnya kebutuhan hidup, rekreasi dan aktivitas sesudah pensiun yang masih membutuhkan biaya. Dan periksa apakah ada beberapa pengeluaran tahunan yang harus disiapkan juga seperti membayar pajak dan perbaikan rumah yang kemungkinannya masih akan terus berjalan meskipun sudah memasuki masa pensiun. Perhatikan juga jika ada cicilan hutang yang masih akan berjalan atau mungkin pendidikan anak yang belum selesai bahkan setelah anda pensiun.
  3. Periksa sumber pendapatan setelah pensiun. Beberapa perusahaan menyediakan manfaat pensiun sebagai pengganti penghasilan melalui program DPLK atau DPPK nya. Sumber pendapatan mana lagi yang akan dapat menggantikan pendapatan yang hilang karena pensiun. Sumber pendapatan ini bisa dari hasil sewa proeperti, usaha atau bisnis, hasil karya atau pun menjual keahlian dan pengalaman anda setelah bertahun-tahun menjalani profesi anda.
  4. Ketahui nilai dana pensiun yang dibutuhkan kelak. Umumnya manfaat pensiun yang diberikan oleh perusahaan adalah sangat minim. Tidak akan mampu untuk mencukupi atau mensupport gaya hidup anda sebelum pensiun. Hitung berapa dana pensiun yang memadai yang dapat digunakan mulai sejak pensiun hingga akhir masa pensiun kita dengan cara bertingkat. Berapa yang dibutuhkan untuk membiayai pensiun kita hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, 80% gaya hidup terakhir hingga 100% gaya hidup. 
  5. Rencanakan untuk menambah tabungan dan investasi dana hari tua anda dan investasikan dana hari tua dengan seksama agar memberikan tingkat keuntungan yang memadai. Tetap optimis dalam menghadapi pensiun anda apapun kondisi anda saat ini. Setiap sen yang anda sisihkan akan tetap berkontribusi dalam menambah dana pensiun anda. Jangan gegabah dalam mengelola dana pensiun dan sebaiknya konsultasikan dengan para perencana keuangan yang memahami bagaimana cara terbaik menghadapi pensiun Anda. 
Semoga sedikit tips menghadapi pensiun ini dapat memberikan solusi bagi Anda dalam mempersiapkan hari tua yang sejahtera. Be Smart with Your Money! (BR)

31 May 2015

Bagaimana Sih Tahapan Menjadi Perencana Keuangan?

Sebagai perencana keuangan seringkali saya tidak ngeh bahwa masih banyak orang yang bingung bagaimana cara menjadi perencana keuangan dan juga cara mendapatkan sertifikasi perencana keuangan jika tertarik untuk masuk ke profesi ini. Saya akan coba jelaskan dengan singkat apa dan bagaimana jika Anda tertarik untuk berprofesi sebagai perencana keuangan.

Dalam dunia perencana keuangan ada 4 elemen penting yang harus dipenuhi sebelum kita layak disebut sebagai seorang perencana keuangan. Yang pertama adalah Edukasi (Pendidikan), untuk berprofesi sebagai perencana keuangan anda harus melalui pendidikan khusus perencanaan keuangan melalui edukasi formal ataupun kursus. Di dalam pendidikan ini anda akan mendapatkan ilmu dasar rencana keuangan yang lengkap, meliputi ilmu pengelolaan arus kas pribadi dan diagnosa keuangan, time value of money, ilmu investasi dan perencanaan investasi untuk keluarga, mengelola resiko pribadi dan aset serta perencanaan asuransi, hingga perencanaan pensiun, pajak dan warisan.

Kedua adalah mengambil sertifikasi yang relevan. Sertifikasi menunjukkan anda telah memenuhi kompetensi minimal untuk dapat disebut sebagai perencana keuangan, karena untuk mendapatkan sertifikasi ini biasanya kita perlu memenuhi beberapa kriteria. Mulai dari pendidikan minimal, pengalaman kerja, hingga pernyataan tidak pernah melanggar hukum. Ada beberapa sertifikasi yang saat ini mewakili profesi perencana keuangan. Ada Qualified Wealth Planner dari IAFP Global (www.qwpacademy.com), Registered Financial Adviser dari IARFC dan Certified Financial Planner dari Financial Planning Standards Board (www.fpsbindonesia.net). Sertifikasi yang terakhir bahkan sudah diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai Perencana Keuangan terdaftar. Untuk sertifikasi yang terakhir Anda harus menempuh 4 ujian resmi (CFP 1 s/d 4) sebelum dinobatkan sebagai perencana keuangan. Beberapa provider yang menyelenggarakan pendidikan ini dapat dilihat di website FPSB Indonesia. Biaya pendidikan bervariasi tergantung provider. Namun untuk biaya ujian sertifikasi total adalah Rp 2.200.000 (ujian CFP 1 s/d 4) dan Rp 1.200.000 (biaya membership per tahun setelah lolos seluruh ujian sertifikasi).

Ketiga, setelah memiliki sertifikasi anda dapat mulai menawarkan jasa anda menjadi seorang perencana keuangan. Anda dapat menawarkan jasa anda sendiri, atau dengan bergabung di salah satu firma perencana keuangan sebagai perencana keuangan. Dengan bergabung bersama firma perencana keuangan anda memiliki mentor yang dapat membantu anda dalam mengembangkan diri anda menjadi perencana keuangan profesional. Setiap sistem kerjasama yang diterapkan tiap firma dapat berbeda-beda. Anda sebaiknya mempelajari sistem mana yang paling sesuai dengan keinginan anda. Atau anda dapat juga bekerja di perusahaan keuangan seperti perbankan di divisi Wealth Management, sekuritas, asuransi ataupun aset management. Dengan bergabung dengan perusahaan keuangan berarti anda akan mendapatkan kompensasi atas penjualan produk.

Keempat, adalah terus menerus meningkatkan ketrampilan dan kompetensi sebagai perencana keuangan. Ilmu rencana keuangan harus terus di update dan diperbaharui. Setiap tahun selalu ada produk baru yang muncul, regulasi pajak yang berubah, aturan perbankan ataupun hukum yang mengalami perkembangan. Meningkatkan kemampuan komunikasi juga adalah suatu kunci sukses menjadi perencana keuangan. Jika anda seorang yang mencari perencana keuangan saya sarankan anda mencari perencana keuangan yang berkomitmen terus menerus meningkatkan keahliannya dalam profesi ini.

Kelima, jagalah selalu etika anda dalam berprofesi. Mulai dari mengutamakan nasabah, profesionalisme, menjaga kerahasiaan, menghormati rekan-rekan seprofesi, dan berhati-hati dalam memberikan saran karena saran anda akan mempengaruhi keuangan klien.

Keenam, publikasikan diri anda dengan berbagai cara. Menulis, berbagi ilmu, memperkenalkan diri lewat sosial media, publikasi lewat media masa, dan sebagainya. Banyak orang yang perlu di edukasi mengenai manfaat rencana keuangan bagi dirinya. Jika bukan orang yang memiliki kualifikasi seperti anda yang mendidikan mereka tentang keuangan siapa lagi. Total perencana keuangan yang memiliki sertifikasi CFP di Indonesia baru sekitar 1.100 (tahun 2014). Dengan berkembangnya jumlah kelas menengah setiap tahun yang membutuhkan saran keuangan yang tepat bagi masa depannya, kita akan membutuhkan lebih banyak lagi perencana keuangan untuk negara ini. Semoga informasi ini dapat membantu. (BR)

Link terkait : www.fpsb.org

Info tentang kelas CFP : Pendidikan Persiapan Sertifikasi CFP

Anda tertarik kami bimbing menjadi perencana keuangan? Kirimkan email anda ke budi.raharjo@oneshildt.com

27 May 2015

Kemampuan Mengelola Penghasilan Mempengaruhi Produktivitas Karyawan



Mungkin banyak di antara Anda yang berpikir apakah ada kaitan antara pengetahuan finansial karyawan dalam mengelola penghasilannya dengan tingkat produktivitas karyawan dan profit perusahaan. Ternyata tidak bisa dipungkiri kemampuan finansial karyawan dalam mengelola keuangannya pada akhirnya mempengaruhi kinerjanya di perusahaan.

Sebuah riset yang dilakukan di Amerika Serikat tahun 1999 oleh Association for Financial Counselling and Planning Education menunjukkan bahwa pengetahuan finansial yang memadai bagi karyawan dapat meningkatkan kesejahteraannya, mengurangi tingkat turn over karyawan dan mengurangi tingkat ketidak-hadiran karyawan karena mencari peluang pekerjaan di tempat lain.

Hal ini disebabkan karena selain karyawan tentunya membutuhkan insentif dan upah yang menarik serta pengembangan di bidang keahlian inti agar karyawan dapat bersemangat dan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Namun, karyawan juga perlu mendapatkan pengetahuan dasar tentang bagaimana mereka merencanakan kehidupannya setelah masa kerja, memecahkan masalah sehari-hari terutama terkait dengan mengelola penghasilannya, berinvestasi, berhutang secara bijak dan mengatur prioritas jangka pendek, menengah dan panjang.

Kegagalan mengelola keuangan berdampak buruk bagi karyawan, karyawan sering mengalami financial stress akibat gagal mengelola hutang, gagal berdisiplin dalam mengatur prioritas keuangan dan seringkali financial stress ini menjadikan karyawan demotivasi dalam bekerja, tidak tahu kemana harus mendiskusikan masalah keuangannya menambah problem dalam diri karyawan. Jalan keluar paling umum yang dilakukan karyawan adalah mencari peluang pekerjaan baru dan untuk sementara waktu menambal sulam keadaan keuangan dengan cicilan hutang. Ketika problem ini semakin serius dan bahkan hingga menjadi problem dengan pasangan, maka masalah keuangan menjadi semakin pelik.

Hal ini dapat diatasi dengan pembekalan pengetahuan pengelolaan keuangan bagi karyawan di dalam lingkungan kerja. Menurut pengamatan kami problem utama munculnya financial stress pada karyawan adalah ketidak-pahaman (dan seringkali ketidak-pedulian) karyawan dengan kondisi dan cara mengelola penghasilannya. Godaan gaya hidup konsumtif yang ditampilkan media dan iklan yang bertubi-tubi, semakin mudahnya akses terhadap cicilan konsumtif dibandingkan dengan hutang produktif seperti KPR. Kurangnya pemahaman tentang mengelola keuangan dalam setiap tahapan kehidupan (masa awal bekerja, berkeluarga hingga menjelang pensiun) juga memperparah kondisi ini.

Setidaknya ada 3 topik dasar pendidikan finansial yang dibutuhkan dan diinginkan karyawan menurut survey kami, yaitu teknik mengelola arus kas (termasuk di dalamnya manajemen hutang, mempersiapkan dana pendidikan dan mempersiapkan dana hari tua). (BR)