Skip to main content

5 Manfaat Melakukan Rencana Keuangan

Jika anda bertanya-tanya tentang manfaat apa yang bisa diperoleh dari merencanakan keuangan.. atau anda merasa perlu diyakinkan kenapa rencana keuangan sekarang menjadi perlu dilakukan. Berikut adalah beberapa manfaat dari melakukan rencana keuangan saat ini.

Memperbesar Peluang Mencapai Tujuan

Jika kita tidak punya rencana, maka kemungkinannya kita termasuk ke dalam golongan orang yang hidup mengalir mengikuti arus kehidupan. Tidak ada yang salah dengan hal ini, namun pada kenyataannya beberapa hal membutuhkan perencanaan keuangan yang cukup baik. Sebut saja misalnya merencanakan pendidikan anak dan mempersiapkan penghasilan pengganti saat masa pensiun nanti. Dengan melakukan rencana keuangan kita bisa melakukan tahap demi tahap mencapai tujuan dan menabung sesuai dengan kebutuhan.

Pilihan Instrumen Investasi

Semakin jauh dan dini kita mempersiapkan rencana keuangan, semakin banyak instrumen investasi yang bisa kita pilih dan semakin besar resiko investasi yang bisa kita tanggung dan portofolio keuangan kita bisa menjadi lebih maksimal dan demikian pula sebaliknya. Semakin dekat kepada tujuan, maka pilihan kita semakin sedikit karena tujuan investasi jangka pendek menjadi lebih kepada keamanan dananya, sedangkan hukum investasi adalah semakin aman sebuah instrumen investasi, maka semakin kecil tingkat keuntungan yang bisa kita harapkan.

Bersiap Terhadap Kondisi Tak Terduga

Semakin kita menunda merencanakan keuangan, resiko finansial dan resiko kehidupan seperti misalnya resiko kesehatan semakin tinggi. Dengan merencanakan keuangan, kita tahu kapan sebaiknya kita membeli sebuah produk asuransi dan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita saat ini. Atau bagaimana caranya mengantisipasi dan bersikap terhadap fluktuasi pasar modal agar tidak menuai kerugian.

Biaya 

Bayangkan hal ini, ketika anda membuat keputusan keuangan sendiri tanpa didampingi seorang perencana keuangan yang kompeten dan berpengalaman. Maka kemungkinannya adalah bisa saja terjadi kerugian akibat membeli produk yang tidak dibutuhkan, berbiaya tinggi atau produk yang salah untuk mencapai tujuan. Misalnya ada di antara klien kami yang membutuhkan asuransi kesehatan rawat inap, namun karena dia kurang memahami berbagai jenis asuransi medis yang dia beli adalah asuransi santunan harian rawat inap. Bayangkan jika ketika dibutuhkan ternyata manfaat asuransi yang didapatkan tidak sesuai kebutuhan sedangkan biaya premi sudah dibayarkan. Dan ketika waktu sudah berjalan terkadang kesalahan keputusan di masa yang lalu menjadi berbiaya tinggi. Biaya ini bisa lebih tinggi daripada membayar jasa seorang perencana keuangan yang kompeten yang akan membantu anda dalam merancang keuangan anda.

Kendali Keuangan

Tidak memiliki rencana keuangan akan menjadikan pengeluaran kita cenderung tidak terkendali, karena kita tidak tahu batasan gaya hidup sehat yang dibutuhkan agar hidup kita selamat di setiap tahapan. Kenaikan pendapatan akan terus diikuti dengan kenaikan pola gaya hidup, akhirnya pendapatan tidak bersisa dan kadang masih diikuti dengan hutang konsumtif.

Comments

Popular posts from this blog

Servo Uang

Dikutip dari catatan seorang teman (Faradhita) Tulisan ini menjelaskan mengapa merubah kebiasaan dalam berbagai bidang... baik spiritual, intelektual, emosional, kesehatan, keuangan dan relasi membutuhkan kekuatan untuk berubah. Semoga bermanfaat... Pernahkan anda ingin melakukan sesuatu tapi tidak pernah terjadi ? misalnya ingin sehat..tetapi di hadapan anda selalu makanan enak, berkolsterol dan lemak. Ingin menabung tetapi selalu ada aja penyebab uang keluar dari kantong? Itulah Servo anda... yaitu suatu proses loop tertutup untuk mengkoreksi proses secara terus menerus agar tetap dapat menuju “target” yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, peluncuran peluru kendali menerapkan teknik servomechanism, dimana ketika target telah “dikunci”, maka gerakan peluru yang mulai melenceng akan direvisi ulang sehingga kembali menuju arah semula, proses revisi ini berlangsung terus menerus, sampai dengan akhirnya peluru kendali tepat mengenai sasaran yang telah ditetapkan. Apa hubungannya dengan p

Menyusun Portofolio Investasi Pribadi

Ketika anda berinvestasi, memadukan beragam jenis kelas aset yang berbeda untuk melakukan diversifikasi dan meminimalisasi resiko selalu menjadi pertanyaan. Bagaimana proses perencanaan investasi untuk mengoptimalkan keuntungan investasi dengan resiko minimal? Berikut adalah langkah-langkah sederhana dalam menyusun portofolio investasi anda. Menetapkan Kebutuhan Investasi Sebelum memulai berinvestasi, kita harus menentukan dulu apa tujuan dari investasi yang kita lakukan. Tentunya kita semua sepakat.. harapan dari berinvestasi adalah sudah jelas untuk memperoleh keuntungan. Benar keuntungan investasi yang anda inginkan, namun.. keuntungan investasi seperti apa tepatnya? Secara garis besar, kita menggolongkan keuntungan investasi dalam 3 kelompok. Pertama adalah untuk memperoleh pendapatan rutin dari investasi kita, kedua untuk meningkatkan nilai aset atau yang ketiga adalah paduan antara pendapatan rutin dan sekaligus kenaikan atau pertumbuhan nilai aset. Tujuan ini akan mempengaru

#FinTips : Kembali dari Mudik? Keuangan Harus di Cek Ulang

Tujuannya adalah identifikasi dini atas situasi keuangan yang terjadi agar dapat kita benahi segera jika ada masalah Setelah kembali dari kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga, ada baiknya kita memeriksa kembali kondisi keuangan pasca mudik. Tujuannya adalah identifikasi dini atas situasi keuangan yang terjadi agar dapat kita benahi segera jika ada masalah. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan: Sisa Uang Tunai Berapa dana yang tersisa dari mudik? Apakah dana tersebut memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup sampai dengan pembayaran gaji berikutnya? Periksa tagihan-tagihan yang wajib dikeluarkan sampai akhir bulan dan berapa dana tersisa yang dapat digunakan untuk dibelanjakan sehari-harinya.  Tabungan Selama mudik apakah tabungan sempat berkurang karena untuk mengantisipasi pengeluaran yang berlebih? Jika ya, sebaiknya direncanakan untuk mengembalikan dana yang terpakai dalam bulan-bulan berikutnya. Apalagi jika dana tersebut sudah memiliki tujuan penggu