30 January 2014

Impulsive Buying

Orang yang memiliki kecenderungan impulsive buying biasanya mengalami dorongan yang sangat kuat untuk membeli sesuatu. Dan seringkali dorongan untuk membeli ini tidak bisa dihentikan. Hal apapun dilakukan untuk mendapatkan barang yang diinginkannya meskipun dengan berhutang atau mencicil. Dan umumnya perilaku impulsive buying ini dilakukan sebagai pelampiasan dan terapi karena kelelahan, stress atau depresi atau karena desakan membeli karena sebuah situasi.



Impulsive buying juga disebut sebagai unplanned buying (pembelian tanpa rencana) karena sifatnya yang tiba-tiba dan spontan. Dan impulsive buying ini dilakukan dengan mengabaikan konsekuensi-konsekuensi dari pembelian. Impulsive buying bagi pelakunya menciptakan perasaan "senang" karena pengaruh hormon endorphine yang membanjiri otak saat aktivitas berbelanja dilakukan. Rasa senang ini akhirnya akan sirna kembali meninggalkan perasaan penyesalan ataupun perasaan rendah diri yang akhirnya memicu rasa ketagihan untuk melakukannya kembali sebagai bentuk obat atau terapi psikis.

Beberapa pencetus impulsive buying lebih karena dorongan emosional, rasa senang atau sedih yang berlebihan mengakibatkan pertimbangan rasional digantikan dengan dorongan nafsu berbelanja. Difasilitasi dengan promosi diskon, strategi pemasaran dan kemudahan pembayaran melalui cicilan 0% maka para impulsive buyer akan sulit untuk mengendalikan nafsu belanjanya. Apalagi bila lingkungan di sekitarnya mendukung aktivitas berbelanjanya. Biasanya orang dengan kecenderungan impulsive buying ini akan berkelompok dengan orang-orang sejenis yang mereka sebut sebagai "teman" hanya supaya tindakan belanja tanpa rencananya disetujui.

Di era konsumtif seperti saat ini perilaku impulsive buying sepertinya semakin berkembang. Di Amerika, 1 dari 20 orang yang kita temui adalah seorang impulsive buyer dan mayoritasnya adalah wanita. Setiap tahun angka ini terus meningkat. Sayangnya, data serupa belum bisa ditemukan di Indonesia. Namun menurut data AC Nielsen (2007) sekitar 85% pembeli di pusat belanja ritel moderen membeli sesuatu barang tanpa rencana. Jika dibiarkan, perilaku ini nantinya akan menimbulkan dampak pada kondisi keuangan seperti masalah kartu kredit, kebangkrutan, permasalahan rumah tangga bahkan hingga mengganggu konsentrasi dalam melakukan pekerjaan sehari-hari karena dalam beberapa kasus seorang impulsive buyer bisa menghabiskan waktu berjam-jam memilih dan melihat-lihat katalog belanja baik offline maupun online. Compulsive buying sebagaimana prilaku kelainan psikologis sejenis bisa dibenahi dengan melakukan pendekatan psikoterapi, pengobatan psikotropis atau melalui terapi keuangan. Seorang perencana keuangan yang memahami psikologi dibalik prilaku keuangan seseorang juga dapat membantu untuk keluar dari kebiasaan buruk ini agar bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Be Smart with Your Money!

(BR)


24 January 2014

Siap Berinvestasi? Baca ini dulu

Dana darurat sudah memadai.. proteksi yang dibutuhkan juga sudah ada. Sekarang saatnya untuk mulai berinvestasi. Sayangnya, banyak orang yang kurang memahami langkah-langkah sistermatis sebelum investasi, berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar investasi tidak berujung penyesalan.

Tujuan Investasi
Apa tujuan dari investasi anda? Ini adalah langkah awal dalam proses berinvestasi. Ada 3 jenis tujuan dari investasi pada umumnya. Untuk mendapatkan pendapatan reguler yang pasti, untuk mencapai tujuan keuangan masa depan (seperti dana pendidikan anak misalnya), ataukah untuk mendapatkan pendapatan rutin sekaligus peningkatan modal investasi? Pastikan anda tentukan dulu tujuan investasinya.

Jangka Waktu Investasi
Berapa lama waktu yang anda miliki untuk berinvestasi? 1 tahun ke depan, 3 tahun ke depan, atau 10 tahun ke depan? Semakin panjang investasi anda, pilihan alternatif investasi yang bisa digunakan semakin beragam dan resiko dari investasi bisa ditekan. Alokasikan investasi sesuai dengan jangka waktu investasi yang tepat agar keberhasilan investasi lebih realistis.

Kenali Profil
Apakah anda masih di awal karir dan berinvestasi untuk hari tua? Atau berinvestasi untuk mendapatkan pemasukan rutin di masa pensiun? Seberapa agresifnya anda dalam berinvestasi. Kenali kondisi keuangan anda saat ini dan karakter anda. Ada 4 macam karakter dalam berinvestasi, yaitu risk averse, konservatif, moderat dan agresif. Yang mana diri anda?

Pilihan Investasi
Pilih instrumen investasi yang paling memudahkan anda untuk mulai berinvestasi sekarang juga. Hindari investasi yang anda sulit pahami. Ada 2 pilihan investasi, yaitu investasi pada aset nyata (seperti emas dan properti) atau kedalam aset keuangan (saham, reksadana dan sebagainya). Cari informasi sebanyak-banyaknya yang bisa anda peroleh baik dari berbagai sumber atau berkonsultasi dengan ahlinya. Setelah itu, segera melakukannya. Mulai dari sedikit, mulai dari yang mudah, dan mulai saja sekarang.

Selamat berinvestasi. Be smart with your money!


23 January 2014

Pahami Karakter Sebelum Berinvestasi

Investasi mana yang paling sesuai untuk saya? Apakah yang memberikan imbal hasil dan keuntungan tinggi tetapi beresiko? Atau yang memberikan kepastian namun kecil nilai keuntungannya? 

Dua pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sering berputar di benak investor pemula. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi ada baiknya kita mengenali beberapa jenis karakter investor yang diharapkan bisa membantu kita memilih produk investasi yang tepat untuk kita.

Secara garis besar, pada umumnya kita mengenal 4 karakter investor:


1. Risk averse (Penghindar Resiko)

Jenis investor ini adalah investor yang mengharapkan kepastian dan keamanan modalnya, tidak menyukai fluktuasi serta cenderung menolak bahkan cemas jika terjadi fluktuasi pada investasinya. Keuntungan yang pasti meskipun kecil lebih dia sukai apalagi jika disertai jaminan keamanan modal. Pada umumnya jenis investor ini meletakkan uangnya pada instrumen investasi pasar uang (deposito) yang memberikan jaminan keuntungan serta proteksi modal.

2. Konservatif

Jenis investor konservatif juga termasuk tipikal investor yang menyukai kepastian atas keuntungan dan modal. Namun pada umumnya jenis investor ini masih bisa menerima resiko investasi selama jenis resiko itu benar-benar dipahami dan dia mengerti sekali bagaimana mengantisipasinya dengan tingkat keberhasilan yang besar. Kebanyakan investor tipe ini meletakkan sebagian besar investasinya di instrumen pasar uang (deposito) serta obligasi jangka pendek (kurang dari 3 tahun) sekitar 80% dari total portofolionya. Sekitar 20% diletakkan di instrumen yang berkembang seperti saham dan properti. 

3. Moderat

Investor jenis yang satu ini memiliki karakter antara agresif dan konservatif pada saat yang bersamaan. Investor jenis ini bersedia untuk menanggung resiko lebih tinggi untuk mendapatkan peluang keuntungan yang lebih besar pada portofolio investasinya. Mengutamakan keseimbangan portofolio antara jenis investasi yang beresiko tinggi namun di lain sisi berpeluang keuntungan lebih besar, umumya investor jenis ini meletakkan portofolionya pada porotofolio seimbang 50% pada pasar uang dan pendapatan tetap (obligasi) dan 50% pada instrumen investasi yang berpeluang bertumbuh (saham, properti dan emas).   

4. Agresif

Jenis investor ini adalah jenis investor yang paling menikmati resiko dalam berinvestasi. Prinsip utama dalam benaknya adalah high risk berarti high return. Cenderung berminat pada pertumbuhan investasi yang tinggi, jenis investor tipe ini sangat tertarik dan meletakkan mayoritas investasinya pada instrumen investasi beresiko tinggi seperti saham atau pun reksadana saham.

Pahami profil resiko anda dengan baik, dan berada dimana persisnya anda. Jangan berinvestasi di produk investasi yang resikonya tidak bisa anda tanggung. 

Selamat berinvestasi!

20 January 2014

Start Over Your Finance

Ketika anda sedang membaca ini, mungkin saja kondisi keuangan anda saat ini sedang dalam kondisi yang kurang baik. Atau bahkan kondisi terburuk yang pernah anda alami. Kondisi-kondisi itu bisa saja seperti sedang bingung dengan cicilan hutang, tabungan terkuras karena defisit setiap bulan, kehilangan pekerjaan ataupun ada kondisi darurat yang akhirnya menguras segala kekayaan kita. Berikut adalah sedikit tip tentang bagaimana menghadapi kondisi keuangan tersebut.

Catat
Gerakkan tangan anda sedikit untuk mencatat kebutuhan harian rutin dalam jangka pendek. Catat kewajiban-kewajiban rutin yang harus dikeluarkan setiap bulannya seperti hutang dan iuran-iuran. Catat pula aset-aset yang sekarang anda miliki, bisa dengan dimulai dari misalnya kendaraan, rumah, barang-barang elektronik dan aset pribadi lainnya seperti misalnya perhiasan. Selanjutnya catat juga total pokok hutang yang memungkinkan jika perlu dilunasi segera. 

Evaluasi
Langkah berikutnya adalah membaca ulang semua catatan anda. Misi anda adalah mengurangi beban-beban keuangan anda. Beri tanda untuk pengeluaran harian yang bisa dikurangi atau dihilangkan, aset yang kurang produktif dan hanya membebani pengeluaran, hutang yang bisa dihilangkan dan dilunasi segera agar mengurangi beban cicilan bulanan.

Tindakan
Ini adalah saat yang paling emosional saat akan memperbaiki kondisi keuangan. Terkadang ada perasaan ragu dan berharap bahwa kondisi akan membaik esok hari. Percayalah, kondisi ini harus dilalui. Kita harus melalui badai sebelum melihat pelangi di baliknya. Buatlah komitmen terhadap aset yang mungkin harus dilepas untuk sementara waktu, hutang yang harus dilunasi, dan gaya hidup yang harus ditekan. Justru ini mungkin adalah saat yang paling tepat untuk mengevaluasi segala tindakan kita sebelumnya supaya ke depan kita menjadi orang yang lebih bijak dalam membelanjakan uang. 

Be smart with your money! 

(BR)

02 January 2014

Resolusi Keuangan 2014

Tahun 2013 sudah meninggalkan kita, sekarang kita sudah memasuki tahun 2014. Biasanya setiap diri kita sudah mencanangkan resolusi-resolusi apa saja yang ingin kita capai di tahun  2014 ini di berbagai area kehidupan kita. Resolusi sejatinya adalah sebuah pernyataan, sebuah janji dan komitmen yang tujuannya adalah mengubah hal-hal yang menurut kita kurang baik dan menghambat kemajuan dan keberhasilan kita sehingga akhirnya setiap tahun kita menjadi lebih maju dan berkembang. Berikut adalah beberapa resolusi keuangan yang harus kita miliki untuk memperbaiki situasi keuangan:

"Menabung lebih banyak"
Saya tidak tahu berapa yang sudah anda sisihkan tahun lalu dalam tabungan anda, tapi sudah selayaknya tahun ini kita bisa menyisihkan lebih banyak dalam tabungan kita. Cara termudah untuk membuat komitmen menabung adalah dengan menabungnya sebelum dibelanjakan. Ya.. betul.. menabung dan menyisihkan sebagian pendapatan bulanan kita ketika menerimanya. Mulailah dengan sebuah bilangan yang mudah, misalnya 10% dari penghasilan. Ambil 10% dari pendapatan ini untuk kemudian ditabung, dan sisanya belanjakan dengan bijak. 

"Kurangi Hutang Konsumtif"
Hutang adalah salah satu beban yang tidak hanya menguras kantong, tetapi juga menguras pikiran dan emosi, apalagi jika hutang tersebut tergolong kepada hutang konsumtif. Perasaan bebas dari hutang adalah sebuah perasaan merdeka yang perlu dimiliki setiap orang. Ya, memang tidak mudah dan butuh kesabaran karena hutang biasanya turun perlahan. Namun, perjuangan mengurangi hutang itu akan terbayar begitu hutang anda lunas.

"Mulai Berinvestasi"
Pilihlah sebuah instrumen investasi yang paling anda pahami di tahun ini. Mulailah membuat rekening investasi dan berkomitmen untuk menentukan sebuah bulan yang disebut sebagai bulan investasi. Dengan mulai berinvestasi kita menciptakan sebuah perasaan mampu dan kaya. Secara tidak langsung memprogram pikiran bawah sadar kita untuk menjadi lebih sejahtera.

"Mengurangi Pengeluaran"
Tidak seperti kebanyakan orang, orang-orang kaya adalah orang yang punya kemampuan mengelola uang dengan baik dan bijak. Mereka bisa mengendalikan keuangan mereka, membeli yang penting sebelum yang kurang penting, mereka memiliki dan mengasah kemampuan negosiasinya agar dapat membeli barang dengan lebih murah dibandingkan orang lain, membeli aset-aset produktif dan mereka menunda kesenangan.. sesuatu yang orang kebanyakan enggan melakukannya. Apalagi di masa sekarang dimana kita dihujani oleh produk-produk dan gaya hidup konsumtif. 

"Membuat Anggaran dan Disiplin Menjalankannya"
Hal ini terdengar klise dan kuno, tapi membuat anggaran adalah sebuah aktivitas sederhana yang bisa membuat perbedaan banyak dalam keuangan kita. Tidak butuh waktu lebih dari 5 menit untuk membuatnya, tapi akhirnya kita jadi tahu kemana seharusnya uang kita dibelanjakan. Ujungnya adalah pengendalian uang. Saat ini banyak teknologi aplikasi yang kita bisa gunakan untuk membantu membuat anggaran dan membantu menjalankannya, dan bagusnya lagi semua itu kebanyakan diberikan gratis. 

Be smart with your money! (BR)