Skip to main content

Resolusi Keuangan 2014

Tahun 2013 sudah meninggalkan kita, sekarang kita sudah memasuki tahun 2014. Biasanya setiap diri kita sudah mencanangkan resolusi-resolusi apa saja yang ingin kita capai di tahun  2014 ini di berbagai area kehidupan kita. Resolusi sejatinya adalah sebuah pernyataan, sebuah janji dan komitmen yang tujuannya adalah mengubah hal-hal yang menurut kita kurang baik dan menghambat kemajuan dan keberhasilan kita sehingga akhirnya setiap tahun kita menjadi lebih maju dan berkembang. Berikut adalah beberapa resolusi keuangan yang harus kita miliki untuk memperbaiki situasi keuangan:

"Menabung lebih banyak"
Saya tidak tahu berapa yang sudah anda sisihkan tahun lalu dalam tabungan anda, tapi sudah selayaknya tahun ini kita bisa menyisihkan lebih banyak dalam tabungan kita. Cara termudah untuk membuat komitmen menabung adalah dengan menabungnya sebelum dibelanjakan. Ya.. betul.. menabung dan menyisihkan sebagian pendapatan bulanan kita ketika menerimanya. Mulailah dengan sebuah bilangan yang mudah, misalnya 10% dari penghasilan. Ambil 10% dari pendapatan ini untuk kemudian ditabung, dan sisanya belanjakan dengan bijak. 

"Kurangi Hutang Konsumtif"
Hutang adalah salah satu beban yang tidak hanya menguras kantong, tetapi juga menguras pikiran dan emosi, apalagi jika hutang tersebut tergolong kepada hutang konsumtif. Perasaan bebas dari hutang adalah sebuah perasaan merdeka yang perlu dimiliki setiap orang. Ya, memang tidak mudah dan butuh kesabaran karena hutang biasanya turun perlahan. Namun, perjuangan mengurangi hutang itu akan terbayar begitu hutang anda lunas.

"Mulai Berinvestasi"
Pilihlah sebuah instrumen investasi yang paling anda pahami di tahun ini. Mulailah membuat rekening investasi dan berkomitmen untuk menentukan sebuah bulan yang disebut sebagai bulan investasi. Dengan mulai berinvestasi kita menciptakan sebuah perasaan mampu dan kaya. Secara tidak langsung memprogram pikiran bawah sadar kita untuk menjadi lebih sejahtera.

"Mengurangi Pengeluaran"
Tidak seperti kebanyakan orang, orang-orang kaya adalah orang yang punya kemampuan mengelola uang dengan baik dan bijak. Mereka bisa mengendalikan keuangan mereka, membeli yang penting sebelum yang kurang penting, mereka memiliki dan mengasah kemampuan negosiasinya agar dapat membeli barang dengan lebih murah dibandingkan orang lain, membeli aset-aset produktif dan mereka menunda kesenangan.. sesuatu yang orang kebanyakan enggan melakukannya. Apalagi di masa sekarang dimana kita dihujani oleh produk-produk dan gaya hidup konsumtif. 

"Membuat Anggaran dan Disiplin Menjalankannya"
Hal ini terdengar klise dan kuno, tapi membuat anggaran adalah sebuah aktivitas sederhana yang bisa membuat perbedaan banyak dalam keuangan kita. Tidak butuh waktu lebih dari 5 menit untuk membuatnya, tapi akhirnya kita jadi tahu kemana seharusnya uang kita dibelanjakan. Ujungnya adalah pengendalian uang. Saat ini banyak teknologi aplikasi yang kita bisa gunakan untuk membantu membuat anggaran dan membantu menjalankannya, dan bagusnya lagi semua itu kebanyakan diberikan gratis. 

Be smart with your money! (BR)

Comments

Popular posts from this blog

50 Cara Menghemat Pengeluaran

Berhemat adalah salah satu cara untuk menciptakan surplus yang paling mudah dan cepat dilakukan. Berhemat tidak sama dengan kikir atau pelit. Berhemat adalah mengefektifkan pengeluaran agar tidak mubazir dalam penggunaannya. Dengan berhemat kita dapat mewujudkan masa depan seperti membiayai pendidikan anak, membeli rumah idaman, mewujudkan kualitas kehidupan di hari tua yang lebih baik, berinvestasi dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa teknik berhemat yang bisa dilakukan untuk menekan pengeluaran dan menciptakan surplus dalam keuangan kita.

1 Mengurangi Makan di Luar
Apakah anda termasuk orang yang sering makan di luar ketika jam makan siang kantor? Atau Anda sering membuat janji temu di luar bersama kolega, rekan bisnis atau teman? Dengan mengelola pengeluaran makan siang saja anda bisa berhemat sangat banyak. Saat ini pengeluaran untuk makan siang bisa mencapai Rp 35 - 50 ribu untuk sekali makan di kafe atau resto atau bahkan lebih. Membawa bekal dari rumah bisa menjadi so…

Rumah: Beli atau Kontrak?

Kebutuhan akan tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Selain melindungi dari hujan dan panas, memiliki rumah sendiri adalah tempat untuk mendidik anak dan membina rumah tangga, aktualisasi kemandirian serta kedamaian. Tidak salah jika ada pepatah rumahku istanaku. artinya memiliki rumah sendiri dapat menciptakan rasa damai di antara pasangan yang sudah menikah.

Ada 2 cara yang biasanya dilakukan orang agar dapat memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Cara pertama adalah dengan menyewa rumah atau kontrak, cara yang kedua adalah dengan membeli, baik melalui kredit perumahan, atau dengan membelinya secara tunai. Cara manakah yang terbaik?

Menyewa atau mengontrak rumah adalah cara termudah dan umumnya dilakukan oleh kebanyakan orang di awal karirnya. Di saat penghasilan belum terlalu besar, dan dana untuk membeli rumah belum terkumpul, banyak yang memutuskan untuk menggunakan opsi ini agar bisa hidup mandiri dengan penghasilan yang dia punya. Banyak pilihan menyewa …

Berapa Idealnya Rekening Tabungan yang Harus Dimiliki?

Hal sederhana tapi sering luput dari perhatian ketika melakukan pengelolaan keuangan pribadi adalah sebenarnya berapa banyak rekening tabungan yang perlu dimiliki seseorang. Apakah satu rekening saja tidak cukup?

Ada alasan tertentu mengapa kita perlu membuat beberapa rekening untuk tabungan kita. Pertama adalah untuk kemudahan dalam melakukan monitoring atas perkembangan keuangan kita. Kesalahan dalam melakukan manajemen keuangan adalah mencampurkan uang hasil pendapatan, kebutuhan arus kas bulanan dan tabungan dalam satu rekening. Dampaknya, seringkali kita berpikir telah menabung namun ternyata ujungnya terpakai untuk membayar pengeluaran karena tidak bisa membedakan uang yang direncanakan untuk belanja sehari-hari dan kebutuhan sebagai simpanan masa depan.

Kedua adalah untuk mendisiplinkan diri dalam mengelola keuangan. Dengan memiliki beberapa rekening dengan tujuan masing-masing maka kita memiliki kendali atas uang kita. Misalnya, jika kita sudah mengalokasikan sejumlah uang unt…