Skip to main content

Start Over Your Finance

Ketika anda sedang membaca ini, mungkin saja kondisi keuangan anda saat ini sedang dalam kondisi yang kurang baik. Atau bahkan kondisi terburuk yang pernah anda alami. Kondisi-kondisi itu bisa saja seperti sedang bingung dengan cicilan hutang, tabungan terkuras karena defisit setiap bulan, kehilangan pekerjaan ataupun ada kondisi darurat yang akhirnya menguras segala kekayaan kita. Berikut adalah sedikit tip tentang bagaimana menghadapi kondisi keuangan tersebut.

Catat
Gerakkan tangan anda sedikit untuk mencatat kebutuhan harian rutin dalam jangka pendek. Catat kewajiban-kewajiban rutin yang harus dikeluarkan setiap bulannya seperti hutang dan iuran-iuran. Catat pula aset-aset yang sekarang anda miliki, bisa dengan dimulai dari misalnya kendaraan, rumah, barang-barang elektronik dan aset pribadi lainnya seperti misalnya perhiasan. Selanjutnya catat juga total pokok hutang yang memungkinkan jika perlu dilunasi segera. 

Evaluasi
Langkah berikutnya adalah membaca ulang semua catatan anda. Misi anda adalah mengurangi beban-beban keuangan anda. Beri tanda untuk pengeluaran harian yang bisa dikurangi atau dihilangkan, aset yang kurang produktif dan hanya membebani pengeluaran, hutang yang bisa dihilangkan dan dilunasi segera agar mengurangi beban cicilan bulanan.

Tindakan
Ini adalah saat yang paling emosional saat akan memperbaiki kondisi keuangan. Terkadang ada perasaan ragu dan berharap bahwa kondisi akan membaik esok hari. Percayalah, kondisi ini harus dilalui. Kita harus melalui badai sebelum melihat pelangi di baliknya. Buatlah komitmen terhadap aset yang mungkin harus dilepas untuk sementara waktu, hutang yang harus dilunasi, dan gaya hidup yang harus ditekan. Justru ini mungkin adalah saat yang paling tepat untuk mengevaluasi segala tindakan kita sebelumnya supaya ke depan kita menjadi orang yang lebih bijak dalam membelanjakan uang. 

Be smart with your money! 

(BR)

Comments

Popular posts from this blog

50 Cara Menghemat Pengeluaran

Berhemat adalah salah satu cara untuk menciptakan surplus yang paling mudah dan cepat dilakukan. Berhemat tidak sama dengan kikir atau pelit. Berhemat adalah mengefektifkan pengeluaran agar tidak mubazir dalam penggunaannya. Dengan berhemat kita dapat mewujudkan masa depan seperti membiayai pendidikan anak, membeli rumah idaman, mewujudkan kualitas kehidupan di hari tua yang lebih baik, berinvestasi dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa teknik berhemat yang bisa dilakukan untuk menekan pengeluaran dan menciptakan surplus dalam keuangan kita.

1 Mengurangi Makan di Luar
Apakah anda termasuk orang yang sering makan di luar ketika jam makan siang kantor? Atau Anda sering membuat janji temu di luar bersama kolega, rekan bisnis atau teman? Dengan mengelola pengeluaran makan siang saja anda bisa berhemat sangat banyak. Saat ini pengeluaran untuk makan siang bisa mencapai Rp 35 - 50 ribu untuk sekali makan di kafe atau resto atau bahkan lebih. Membawa bekal dari rumah bisa menjadi so…

Rumah: Beli atau Kontrak?

Kebutuhan akan tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Selain melindungi dari hujan dan panas, memiliki rumah sendiri adalah tempat untuk mendidik anak dan membina rumah tangga, aktualisasi kemandirian serta kedamaian. Tidak salah jika ada pepatah rumahku istanaku. artinya memiliki rumah sendiri dapat menciptakan rasa damai di antara pasangan yang sudah menikah.

Ada 2 cara yang biasanya dilakukan orang agar dapat memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Cara pertama adalah dengan menyewa rumah atau kontrak, cara yang kedua adalah dengan membeli, baik melalui kredit perumahan, atau dengan membelinya secara tunai. Cara manakah yang terbaik?

Menyewa atau mengontrak rumah adalah cara termudah dan umumnya dilakukan oleh kebanyakan orang di awal karirnya. Di saat penghasilan belum terlalu besar, dan dana untuk membeli rumah belum terkumpul, banyak yang memutuskan untuk menggunakan opsi ini agar bisa hidup mandiri dengan penghasilan yang dia punya. Banyak pilihan menyewa …

Berapa Idealnya Rekening Tabungan yang Harus Dimiliki?

Hal sederhana tapi sering luput dari perhatian ketika melakukan pengelolaan keuangan pribadi adalah sebenarnya berapa banyak rekening tabungan yang perlu dimiliki seseorang. Apakah satu rekening saja tidak cukup?

Ada alasan tertentu mengapa kita perlu membuat beberapa rekening untuk tabungan kita. Pertama adalah untuk kemudahan dalam melakukan monitoring atas perkembangan keuangan kita. Kesalahan dalam melakukan manajemen keuangan adalah mencampurkan uang hasil pendapatan, kebutuhan arus kas bulanan dan tabungan dalam satu rekening. Dampaknya, seringkali kita berpikir telah menabung namun ternyata ujungnya terpakai untuk membayar pengeluaran karena tidak bisa membedakan uang yang direncanakan untuk belanja sehari-hari dan kebutuhan sebagai simpanan masa depan.

Kedua adalah untuk mendisiplinkan diri dalam mengelola keuangan. Dengan memiliki beberapa rekening dengan tujuan masing-masing maka kita memiliki kendali atas uang kita. Misalnya, jika kita sudah mengalokasikan sejumlah uang unt…