12 September 2012

Berhutang Sehat



Berhutang itu sudah menjadi bagian masyarakat modern di perkotaan. Memiliki hutang seringkali timbul karena beberapa hal. Pada dasarnya pada awalnya orang tidak ingin berhutang, namun.. dalam perjalanan setiap orang yang memiliki kebutuhan pasti ada masanya bermasalah dengan sumber daya keuangannya. Artinya.. duitnya kurang. Ini adalah alasan utama orang berhutang. Iya, duitnya kurang, kalo tidak kurang tidak mungkin berhutang.

Lalu, jika dibilang duitnya kurang bagaimana mungkin orang-orang yang tinggal di perkotaan punya hutang lebih banyak? Padahal secara pendapatan rata-rata orang di daerah perkotaan rasanya lebih tinggi? Penyebabnya adalah kurangnya kesadaran tentang melakukan perencanaan keuangan. Beberapa hal yang mungkin muncul sebagai penyebab utama seseorang menjadi harus berhutang:

Kondisi Darurat

Anggota keluarga yang sakit, kehilangan mata pencaharian, pengeluaran mendadak yang tak terduga seperti ada kerusakan di kendaraan, tiba-tiba harus memperbaiki pompa air yang rusak dan sebagainya adalah beberapa contoh kondisi yang tak terduga dan umumnya biayanya mungkin belum diantisipasi karena seringkali datangnya kondisi-kondisi ini secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan.Cara mengantisipasinya adalah dengan cara membuat dana tabungan untuk darurat. Nilai dana darurat ini kurang lebih minimal adalah 3 kali pengeluaran bulanan atau nilai yang menurut anda nyaman untuk mengantisipasi situasi tak terduga.Untuk mengantisipai dana kesehatan seseorang dapat memiliki asuransi kesehatan.

Tidak Punya Rencana Pengeluaran

Hal berikutnya yang seringkali membuat seseorang harus berhutang adalah tidak mengantisipasi pengeluaran-pengeluaran besar yang mungkin terjadi di masa yang akan datang seperti misalnya pengeluaran tidak rutin tahunan, contohnya adalah liburan hari raya. Banyak orang yang ketika liburan hari raya terpaksa harus berhutang karena pengeluaran yang berlebihan. Padahal pada umumnya tanggal libur hari raya sudah jelas bisa kita ketahui jauh-jauh hari sebelumnya. Ini tentunya akhirnya mengganggu arus kas yang ada. Jika terjadi defisit, otomatis orang itu akan mengupayakan menutupi kekurangan dengan berhutang.

Tidak Punya Rencana Keuangan

Berapa biaya pendidikan anak 10 tahun yang akan datang ketika ia masuk perguruan tinggi? Minimnya pengetahuan tentang teknik mengelola keuangan untuk tujuan jangka panjang mengakibatkan banyak orang Indonesia mengalami keterhambatan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak di masa yang akan datang. Terlalu konservatif dalam berinvestasi juga akhirnya menjadikan seseorang menjadi sulit untuk mencapai lebih dari 1 tujuan keuangan. Misalnya, mendanai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.. dan di sisi lain juga mempersiapkan dana hari tua yang tidak sedikit jumlahnya.

Menginginkan Sesuatu di Luar Kapasitas Keuangan

Secara naluriah manusia memang memiliki tujuan dan keinginan. Namun seringkali pemenuhan keinginan ini lebih kuat mendorong seseorang untuk membelanjakan uangnya tanpa memperhatikan apakah sesungguhnya ia betul-betul memerlukannnya atau tidak. Banyaknya program promosi serta program cicilan hutang yang ditawarkan tentunya menggiurkan sekali untuk bisa mendapatkan barang impian sekarang juga dengan dana yang terbatas. Prioritas keuangan yang lemah menjadi sumber penyebab kacaunya manajemen hutang yang seharusnya menjadi hutang produktif menjadi hutang konsumtif.

Dampak-dampak dari lemahnya manajemen hutang bisa berdampak luas terhadap seseorang, stress berlebihan, rusaknya hubungan dengan orang terdekat, ketegangan ruma tangga hingga dampak-dampak kriminal dan bunuh diri bisa kita lihat dari berbagai cerita. Sayangnya pendidikan tentang bagaimana seharusnya kita berhutang dengan cara yang sehat sangat jarang kita temui di masyarakat kecuali dari para konsultan perencana keuangan yang berusaha keras mengedukan masyarakat luas agar cerdas dalam mengelola keuangan.

Pelajari manajemen hutang dengan baik agar di masa yang akan datang hutang menjadi teman bukan trauma dalam kehidupan.

Please visit our new website: www.oneshildt.com

Other related article:

Problem Finansial Karyawan Mempengaruhi Kinerjanya di Perusahaan

Manage Your Own Cashflow

 

27 April 2012

Menabung di Awal vs Menabung di Akhir

Salah satu teknik mengelola pendapatan adalah membuat teknik dan strategi menabung. Saya yakin di antara kita semua ingin punya sejumlah uang yang berada disebuah rekening yang tidak terganggu. Rekening ini seringkali disebut sebagai rekening tabungan. Umumnya orang membuat rekening tabungan dengan tujuan tertentu. Tujuan itu bisa sifatnya jangka pendek, menengah atau panjang. Atau bisa juga rekening tabungan diciptakan untuk hanya sekedar untuk memberikan rasa tenang, mengantisipasi pengeluaran-pengeluaran tak terduga seperti misalnya perbaikan kendaraan atau membayar pengeluaran mendadak seperit misalnya berjaga-jaga jika ada anggota keluarga yang sakit.

Berikut ada beberapa tips sederhana agar kita semua bisa memiliki rekening tabungan:

  1. Pisahkan rekening tabungan dari rekening pengeluaran rutin bulanan dan kebutuhan hidup
  2. Tetapkan tujuan menabung. Sebuah tujuan akan melekatkan diri anda secara emosional dan juga menemukan alasan utama mengapa anda harus menabung sekarang juga. Kebanyakan orang yang gagal menabung disebabkan karena tabungan itu hanya sebuah formalitas tanpa makna. Beri makna penting dari tabungan anda.
  3. Jangan menggunakan dana yang tersedia di dalam rekening tabungan kecuali untuk tujuan yang sudah ditetapkan. Kegagalan proses menabung seringkali terjadi karena dana yang tersedia belum terakumulasi penuh dalam tabungan sudah terpakai untuk hal-hal yang sifatnya kurang penting, emosional dan benefitnya sesaat. Seperti misalnya tawaran belanja diskon besar-besaran yang waktunya terbatas. Melihatnya sebagai peluang, kemudian dana yang tersedia di tabungan digunakan dan dibelanjakan mengabaikan tujuan utama menabung.
  4. Cara mengisi tabungan:
    1. menabung setelah segala pengeluaran dikeluarkan. Artinya menabung ketika ada sisa (jika ada sisa). Teknik mengisi seperti ini adalah teknik mengisi tabungan yang tingkat kegagalannya paling besar karena sifat natural manusia yang cenderung membelanjakan uang yang tersisa di rekening
    2. menabung sebelum pengeluaran. Cara ini yang paling mungkin bisa membantu kita menjadi lebih kaya. Menabung sebelum uang itu dikeluarkan artinya ketika menerima penghasilan kita langsung memindahkan sejumlah uang ke dalam rekening tabungan. Bisa dimulai dengan 10% setiap kali menerima penghasilan, kemudian tingkatkan dengan berjalannya waktu.
    3. menabung sebelum pengeluaran dengan program tabungan. Ini adalah cara yang paling bisa mendisiplinkan kita. Istilah yang sering digunakan adalah "saya anggap saja itu uang ilang yang tidak pernah saya lihat, padahal itu adalah uang yang saya tabung". Biasanya bank menawarkan produk tabungan seperti ini dengan berbagai manfaat. Produk mencicil tabungan yang mengharuskan nasabah melakukan autodebet dari rekening tabungannya setiap bulannya untuk dimasukkan ke dalam rekening khusus sesuai program.
Beda cara akan memberikan hasil yang berbeda. Semuanya dimulai dari niat yang kuat untuk hidup lebih sejahtera di masa yang akan datang. Selamat mencoba.