22 July 2015

Menggunakan Jasa Perencana Keuangan? Begini Caranya!

Mungkin saat ini anda sudah terpikir atau mempertimbangkan untuk mendiskusikan situasi keuangan anda dengan seorang perencana keuangan. Namun, anda masih ragu apakah situasi anda saat ini memang benar-benar saat yang tepat dan membayar seorang perencana keuangan benar-benar menjadi solusi bagi permasalahan keuangan anda? Berikut tips untuk membuat keputusan kapan sebaiknya anda menghubungi seorang perencana keuangan.

Pahami Peran Seorang Perencana Keuangan

Seberapa jauh anda memahami peran seorang perencana keuangan? Secara umum seorang konsultan perencana keuangan bertugas untuk membantu anda mencapai tujuan keuangan anda di masa yang akan datang dengan cara memaksimalkan pengelolaan sumber daya keuangan anda yang ada saat ini. Secara garis besar seorang perencana keuangan akan membuat program pengelolaan keuangan dengan tujuan untuk mengelola arus kas, manajemen hutang, mengantisipasi resiko, mengoptimalkan investasi dan aset untuk pencapaian tujuan, dan juga untuk mempersiapkan diri dan keluarga dalam melakukan perencanaan warisan. Seorang perencana keuangan yang baik akan melakukan interview mendalam baik berkaitan dengan sumber daya keuangan anda maupun juga kondisi serta informasi pribadi dan keluarga seperti pekerjaan, status, profil investasi, tanggungan, manfaat yang diperoleh dari perusahaan dan lain sebagainya yang kiranya perlu dipertimbangkan dalam membuat rencana keuangan.

Identifikasi Kebutuhan Konsultasi

Setelah anda memahami peran perencana keuangan, berikutnya adalah kita perlu mengidentifikasi jawaban apa yang kita butuhkan dari seorang perencana keuangan. Jika saat ini situasinya adalah masalah hutang, tentunya anda mengharapkan bahwa perencana keuangan anda dapat membantu menuntaskan jawaban dan menciptakan langkah-langkah implementasi untuk mengurangi beban hutang yang semakin berat. Jika saat ini situasinya adalah anda membutuhkan saran atas portofolio investasi yang sudah anda lakukan, maka tentunya anda mengharapkan si perencana keuangan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan anda tentang investasi yang anda lakukan dan kiranya dapat memberikan masukan atas keputusan investasi yang sudah dibuat. Intinya adalah si perencana keuangan harus dapat memberikan manfaat bagi anda.

Cara Memilih Perencana Keuangan

Anda tentunya ingin berhubungan dengan seorang perencana keuangan yang beretika dan profesional. Beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan perencana keuangan anda adalah latar belakangnya, pengalaman, sertifikasi yang dimiliki, keahlian khusus dalam bidang perencanaan keuangan (misalnya investasi, pajak, perencanaan pensiun dan sebagainya) dan reputasinya sebagai seorang perencana keuangan. Menurut Financial Planning Standards Board (FPSB) sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi untuk perencana keuangan di Indonesia yang juga adalah lembaga internasional untuk profesi perencana keuangan, seorang perencana keuangan paling tidak memiliki 4 hal yaitu pendidikan (edukasi) formal di bidang perencana keuangan personal, pengalaman (experience) memberikan saran keuangan kepada klien paling tidak 3 tahun, telah menempuh ujian standar profesi perencana keuangan dan diakui oleh negara sebagai seorang perencana keuangan terdaftar dan terakhir tunduk kepada aturan kode etik profesi perencana keuangan.

Melakukan Interview

Semakin besar aset anda, maka tuntutan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai perencana keuangan akan semakin besar. Jangan segan untuk melakukan interview informal dengan perencana keuangan yang menurut anda ingin anda gunakan jasanya. Anda boleh bertanya tentang pengalaman mereka selama ini dalam menangani klien, dan apakah mereka pernah menangani klien yang memiliki profil serupa dengan anda. Siapa saja yang akan bekerja dalam tim perencana keuangan dan apa spesialisasi dari masing-masing individu tersebut. Jika ada perusahaan atau profesional lain yang berafiliasi dengan perencana keuangan anda apakah anda akan dikenakan biaya tambahan? Dan yang tidak kalah pentingnya adalah apakah ada konflik kepentingan dalam memberikan saran. Jika perusahaan perencana keuangan tersebut memiliki kerjasama ekslusif dengan sebuah perusahaan keuangan, bukan tidak mungkin prioritas saran akan lebih menuju kepada produk yang disediakan oleh perusahaan tersebut. Sangat penting untuk mengukur tingkat kompetensi dan kejujuran dari seorang perencana keuangan.

Menegosiasikan Biaya

Berikutnya adalah masalah biaya yang akan dikenakan untuk menggunakan jasa seorang perencana keuangan. Umumya perencana keuangan akan menyarankan anda untuk menggunakan jasa mereka secara komprehensif, terutama untuk pertemuan pertama. Hal ini sangat beralasan, karena perencana keuangan ingin melihat secara keseluruhan kondisi kliennya sebelum memutuskan untuk memberikan saran keuangan. Dan ini hanya bisa dilakukan apabila klien menggunakan jasa perencana keuangan secara komprehensif.

Namun, sebenarnya perencana keuangan memiliki berbagai bentuk layanan yang bisa diberikan sesuai dengan kondisi dan kapasitas keuangan klien. Mulai dari jasa per visit untuk solusi-solusi keuangan jangka pendek yang membutuhkan perhatian khusus, hingga jasa komprehensif yang ditujukan untuk mereka yang sudah siap untuk melakukan rencana keuangan secara lengkap.

Negosiasikan kapasitas keuangan yang anda harapkan untuk bekerjasama dengan perencana keuangan agar si perencana keuangan dapat mempertimbangkan untuk memberikan solusi terbaik dan terpenting atas situasi keuangan anda sekarang. Membuat rencana keuangan harus dilihat sebagai investasi layaknya pendidikan atau seperti menggunakan jasa profesional lainnya seperti dokter atau arsitek, karena manfaatnya lebih sifatnya tidak kasat mata, namun anda sesungguhnya membayar keahlian dan pengetahuan si perencana keuangan untuk membuat keputusan keuangan yang baik bagi masa depan anda dan menghindari kesalahan membeli produk keuangan.

Selamat menggunakan jasa perencana keuangan. Be Smart with Your Money! (BR)

10 Mitos Mempersiapkan Pensiun

Dana hari tua atau pensiun saya rasa masih merupakan sebuah konsep yang baru bagi masyarakat luas di Indonesia, apalagi perencanaannya. Banyak yang mungkin masih merasa bahwa perencanaan dana hari tua dan pensiun perlu bagi mereka yang sudah mendekati pensiun, bukan bagi orang yang masih muda apalagi masih menikmati masa lajang. Nikmati segala sesuatunya selagi muda, biarkan hari tua datang dengan sendirinya. Lucunya, banyak generasi muda saat ini yang memimpikan pensiun dini (keluar dari pekerjaan) dan berharap bisa dengan tenang menikmati usia muda dengan kekayaan berlimpah. Berikut adalah beberapa mitos tentang hari tua yang perlu diperhatikan agar tidak sengsara di masa tua kelak.

Mitos #1 : Persiapan Pensiun Saya Sudah Disiapkan oleh Perusahaan dan Negara

Ada 2 sumber dana hari tua yang bisa anda peroleh jika anda adalah karyawan dari sebuah perusahaan, yaitu uang pesangon yang disediakan perusahaan dan manfaat Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Jangan terjebak ilusi bahwa perusahaan dan negara akan benar-benar menyediakan dana hari tua dan masa pensiun anda dengan nyaman. Perusahaan dan negara hanya membantu anda menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk mendanai hari tua. Menurut perhitungan kami selama ini mungkin hanya sekitar 16-20% dari kebutuhan pendapatan hari tua yang bisa dipenuhi untuk hidup sederhana. Jika anda mengikuti program Dana Pensiun dari perusahaan angka ini akan meningkat, namun juga tidak terlalu banyak. Anda harus melakukan sesuatu untuk menjaga kebutuhan masa pensiun kelak dengan mempersiapkan sendiri perencanaan dana hari tua.

Mitos #2 : Saya Sudah Menyisihkan 10% dari Pendapatan Saya untuk Pensiun

Beberapa dari kita ada yang sudah memulai untuk menyisihkan sebagian penghasilan dalam program Pensiun. Yang harus diingat dari tabungan anda ini adalah biasanya kebanyakan orang tidak memonitor berapa tingkat keuntungan yang harus diraih untuk memenuhi kebutuhan pensiun kelak. Jika penempatan investasinya terlalu konservatif, maka keuntungan investasinya pun tidak banyak. Rasanya terlalu muluk jika kita punya impian mempersiapkan masa pensiun sejahtera dengan sedikit pengorbanan (10% dari pendapatan) selama usia produktif kita untuk membiayai masa pensiun yang panjang (bisa mencapai 20 tahun masa pensiun). Merencanakan portofolio investasi yang baik untuk masa pensiun dapat membantu memaksimalkan tingkat keuntungan yang dapat diraih.

Mitos #3 : Biar Anak-anak yang Nanti Mensupport Hari Tua

Dahulu rata-rata keluarga memiliki anak lebih banyak dari keluarga moderen masa kini. Kehidupan orang tua jaman dahulu pun lebih banyak di pedesaan daripada di perkotaan. Artinya, biaya hidup masa pensiun yang bisa disokong oleh anak lebih memungkinkan karena banyaknya anak yang saling berkontribusi dan biaya hidup yang lebih renda. Namun, karena daya tarik kehidupan perkotaan, banyak keluarga moderen sekarang yang tinggal di perkotaan (dan kemungkinan menikmati masa pensiunnya di perkotaan) dengan tingkat biaya hidup yang tinggi. Begitu pula dengan jumlah anggota keluarga, rata-rata keluarga moderen memiliki jumlah anak yang sedikit (1 - 2 orang anak). Usia pernikahan juga mengalami perubahan. Kemungkinannya adalah ketika pensiun, anak-anak mungkin belum bisa mensupport diri mereka sendiri secara finansial karena masih berada di awal karir, apalagi mensupport kehidupan kita di hari tua.

Mitos #4 : Saya akan Terus Bekerja

Pilihan lainnya akhirnya jatuh kepada ekspektasi untuk terus bekerja di masa tua. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh AXA di tahun 2012, rata-rata pensiunan berharap untuk dapat terus bekerja ketika memasuki masa pensiun. Namun, pada kenyataannya hanya 1 dari 4 orang yang dipekerjakan kembali. Kecuali anda memiliki perusahaan anda sendiri, maka sebaiknya anda mempersiapkan diri sejak dini jenis pekerjaan atau profesi atau usaha apa yang akan anda tekuni di masa pensiun anda kelak.

Mitos #5 : Bisnis Saya yang akan Membiayai Pensiun Saya

Bagi para pengusaha, kata-kata pensiun seringkali jarang terdengar. Mereka sangat termotivasi dengan usaha yang mereka lakukan dan kesibukan menjalankan usaha membuat para pemilik bisnis seringkali tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan pensiun mereka sendiri. Pada akhirnya selalu ada resiko bagi para pemilik bisnis yang mengakibatkan mereka mau tidak mau harus meninggalkan bisnis mereka. Entah karena meninggal dini, gangguan kesehatan atau karena kondisi sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan bisnisnya. Sebuah rencana suksesi bisnis sangat penting agar akhirnya bisnis yang berjalan dapat benar-benar mensupport kehidupan masa pensiun para pemilik bisnis.

Mitos #6 : Aset Saya Sudah Mencukupi Untuk Pensiun

Menurut survey, hanya 25% dari total karyawan yang betul-betul mengerti berapa kebutuhan dana hari tua yang diperlukan untuk mempertahankan gaya hidup dan menjaga resiko kesehatan di hari tua. Jika anda belum betul-betul menghitung berapa total kebutuhan dana hari tua, sebaiknya ketika 10 tahun menjelang pensiun ada baiknya kita sudah memperhitungkan dari mana saja sumber pendapatan pensiun dan bagaimana menutupi kekurangannya jika ada.

Mitos #7 : Pendapatan Saya Sekarang Tidak Memadai Untuk Investasi Hari Tua

Alasan ini yang sering dilontarkan yang berakibat seseorang menunda untuk menabung di masa pensiun. Banyak yang berpikir bahwa investasi membutuhkan dana yang besar. Padahal sekarang banyak produk investasi yang dapat dimulai dengan biaya yang sangat murah. Mulai dari ratusan ribu per bulan atau bahkan ada yang cukup Rp 50 ribu per bulan. Tidak ada jaman yang lebih mudah untuk berinvestasi selain jaman sekarang karena begitu banyak instrumen yang dapat digunakan dengan biaya yang terjangkau.

Mitos #8 : Saya Sudah Memikirkannya

Mempersiapkan pensiun adalah persiapan jangka panjang. Memikirkan persiapan pensiun sudah satu langkah, namun memikirkan masa pensiun saja tidak cukup. Untuk menciptakan masa depan, kita perlu bertindak dan memiliki rencana. Mulai dengan pola dan gaya hidup sederhana, menciptakan surplus dan menabung. Belajar untuk mengembangkan uang dengan investasi.

Mitos #9 : Saya Siap Hidup Sederhana di Masa Pensiun

Bayangkan hal ini. Saya minta anda untuk mengurangi pengeluaran anda hingga 60% dalam bulan ini dan seterusnya. Anda pasti akan pusing memikirkan pengeluaran apa saja yang harus dipangkas agar tujuan ini bisa terwujud. Dan dampaknya adalah kenyamanan anda menjadi terganggu. Sadarilah bahwa kita terbiasa hidup dalam zona nyaman. Dan menurunkan zona nyaman ini sangat tidak mengenakkan dan sulit. Lebih baik berkorban sekarang untuk masa depan yang lebih nyaman daripada sebaliknya.

Mitos # 10 : Saya akan Mempersiapkannya Nanti Ketika Ada Surplus

Yang harus kita akui sebagai manusia adalah seringkali keputusan keuangan kita tidak rasional. Banyak keinginan dan kenyamanan yang ingin kita nikmati. Akibatnya berapapun nilai pendapatan yang diterima saat ini seringkali tidak mencukupi dan bahkan kurang. Jika kita mau mengkoreksi kembali kebutuhan kita dan memprioritaskan keuangan kita kembali, bukan tidak mungkin akhirnya kondisi keuangan kita menjadi surplus. Motivasi dari dalam diri yang kuat untuk memperbaiki keuangan dapat merubah kondisi yang tadinya defisit menjadi surplus. Dan yang penting adalah mempersiapkannya sejak dini sekarang juga. Anda bisa mencoba dengan mengurangi satu saja kebiasaan harian yang rutin dilakukan dan dapat menghemat pengeluaran anda dan menciptakan satu hobi produktif yang menghasilkan tambahan penghasilan. Dengan cara ini saya yakin anda bisa menghasilkan surplus yang selama ini hanya jadi angan-angan.

Semoga sedikit tips ini dapat bermanfaat. Be smart with your money! (BR)

07 July 2015

5 Manfaat Melakukan Rencana Keuangan

Jika anda bertanya-tanya tentang manfaat apa yang bisa diperoleh dari merencanakan keuangan.. atau anda merasa perlu diyakinkan kenapa rencana keuangan sekarang menjadi perlu dilakukan. Berikut adalah beberapa manfaat dari melakukan rencana keuangan saat ini.

Memperbesar Peluang Mencapai Tujuan

Jika kita tidak punya rencana, maka kemungkinannya kita termasuk ke dalam golongan orang yang hidup mengalir mengikuti arus kehidupan. Tidak ada yang salah dengan hal ini, namun pada kenyataannya beberapa hal membutuhkan perencanaan keuangan yang cukup baik. Sebut saja misalnya merencanakan pendidikan anak dan mempersiapkan penghasilan pengganti saat masa pensiun nanti. Dengan melakukan rencana keuangan kita bisa melakukan tahap demi tahap mencapai tujuan dan menabung sesuai dengan kebutuhan.

Pilihan Instrumen Investasi

Semakin jauh dan dini kita mempersiapkan rencana keuangan, semakin banyak instrumen investasi yang bisa kita pilih dan semakin besar resiko investasi yang bisa kita tanggung dan portofolio keuangan kita bisa menjadi lebih maksimal dan demikian pula sebaliknya. Semakin dekat kepada tujuan, maka pilihan kita semakin sedikit karena tujuan investasi jangka pendek menjadi lebih kepada keamanan dananya, sedangkan hukum investasi adalah semakin aman sebuah instrumen investasi, maka semakin kecil tingkat keuntungan yang bisa kita harapkan.

Bersiap Terhadap Kondisi Tak Terduga

Semakin kita menunda merencanakan keuangan, resiko finansial dan resiko kehidupan seperti misalnya resiko kesehatan semakin tinggi. Dengan merencanakan keuangan, kita tahu kapan sebaiknya kita membeli sebuah produk asuransi dan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita saat ini. Atau bagaimana caranya mengantisipasi dan bersikap terhadap fluktuasi pasar modal agar tidak menuai kerugian.

Biaya 

Bayangkan hal ini, ketika anda membuat keputusan keuangan sendiri tanpa didampingi seorang perencana keuangan yang kompeten dan berpengalaman. Maka kemungkinannya adalah bisa saja terjadi kerugian akibat membeli produk yang tidak dibutuhkan, berbiaya tinggi atau produk yang salah untuk mencapai tujuan. Misalnya ada di antara klien kami yang membutuhkan asuransi kesehatan rawat inap, namun karena dia kurang memahami berbagai jenis asuransi medis yang dia beli adalah asuransi santunan harian rawat inap. Bayangkan jika ketika dibutuhkan ternyata manfaat asuransi yang didapatkan tidak sesuai kebutuhan sedangkan biaya premi sudah dibayarkan. Dan ketika waktu sudah berjalan terkadang kesalahan keputusan di masa yang lalu menjadi berbiaya tinggi. Biaya ini bisa lebih tinggi daripada membayar jasa seorang perencana keuangan yang kompeten yang akan membantu anda dalam merancang keuangan anda.

Kendali Keuangan

Tidak memiliki rencana keuangan akan menjadikan pengeluaran kita cenderung tidak terkendali, karena kita tidak tahu batasan gaya hidup sehat yang dibutuhkan agar hidup kita selamat di setiap tahapan. Kenaikan pendapatan akan terus diikuti dengan kenaikan pola gaya hidup, akhirnya pendapatan tidak bersisa dan kadang masih diikuti dengan hutang konsumtif.

06 July 2015

Diagnosa Keuangan Sebelum Memulai Investasi

Ya, memang sekarang investasi sudah jauh lebih terjangkau. Sebut saja reksadana, cukup dengan investasi Rp 100.000,- beberapa produk reksadana sudah dapat dibeli dan masuk ke dalam portofolio investasi kita. Beberapa perusahaan sekuritas memperkenankan investasi saham yang dimulai dari nilai Rp 1.000.000,- untuk membuka rekening. Investasi emas saat ini dapat dimulai dari 1 gram emas yaitu sekitar Rp 500.000,- per gram. Artinya semua investasi saat ini bisa kita mulai kapan saja, tergantung keinginan kita. Namun, jangan terburu-buru memutuskan untuk melakukan investasi. Jangan semata-mata karena dananya ada dan kemudian tertarik dengan keuntungan investasi di tahun-tahun sebelumnya kemudian langsung memutuskan untuk berinvestasi. Hal ini karena investasi selalu mengandung resiko.. ada baiknya kita pertimbangkan hal-hal ini sebelum memulai investasi.

Cek Arus Kas Bulanan

Secara garis besar, bagaimana kondisi arus kas anda? Arus kas adalah kondisi pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya. Identifikasi pemasukan dan pengeluaran bulanan sebelum berinvestasi dan pahami kondisinya. Ada 3 kondisi arus kas yaitu surplus, defisit atau impas. Dua yang terakhir adalah kondisi dimana pemasukan sama dengan atau lebih kecil dari pengeluaran. Tentu saja kondisi ini tidak sesuai untuk berinvestasi. Jika kondisi arus kas anda relatif stabil dimana rata-rata setiap bulannya selalu dalam kondisi surplus (terlepas kondisi pemasukan anda tetap atau tidak tetap), maka anda boleh berpikir untuk mulai berinvestasi.

Hutang dan Cicilan

Perhatikan kemampuan anda membayar cicilan dan berapa besarnya saldo hutang anda dari waktu ke waktu. Kemampuan ini dapat dilihat dari berapa persen dari pendapatan setiap bulan yang dibayarkan untuk mencicil. Angka < 30% masuk dalam kategori sehat untuk memulai berinvestasi, dan angka ini tentunya juga harus menggambarkan bahwa nilai hutang anda semakin menurun setiap waktunya dengan jadwal yang jelas. Jika saat ini anda masih memiliki hutang konsumtif seperti kartu kredit, ada baiknya anda prioritaskan diri untuk melunasi hutang konsumtif tersebut sebelum mulai berinvestasi.

Tabungan Dana Darurat & Asuransi

Situasi keuangan dapat berubah-ubah setiap waktu. Kadang ada pengeluaran mendadak yang membutuhkan perhatian dan membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Sebut saja misalnya karena kendaraan mengalami kerusakan, rumah yang butuh perbaikan, anggota keluarga yang membutuhkan perawatan kesehatan dan sebagainya. Darimana kita akan menutupi kekurangan. Ada beberapa alternatif, dan instrumen investasi bukan salah satunya. Pos atau keranjang darurat (proteksi) kita dibagi menjadi 2 keranjang, yaitu keranjang tabungan dana darurat dan keranjang asuransi.

Periksa tabungan dana darurat. Untuk yang masih lajang, tabungan dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran mungkin memadai untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga, bahkan mungkin mengantisipasi jika ternyata kehilangan pekerjaan. Paling tidak pengeluaran tercover selama 3 bulan. Untuk yang sudah berkeluarga dana darurat ini dapat berkembang menjadi 6 bulan hingga 12 bulan pengeluaran tergantung situasi keluarga dan banyaknya tanggungan. Untuk mengcover resiko pengeluaran kesehatan, asuransi kesehatan atau tunjangan kesehatan dari perusahaan dapat digunakan. BPJS Kesehatan sebagai proteksi minimal juga dapat menjadi solusi masalah ini. Asuransi aset seperti rumah dan kendaraan berguna untuk mengantisipasi resiko kerusakan ataupun kerugian materil akibat resiko. Asuransi jiwa wajib dimiliki untuk yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan.

Keranjang proteksi inilah yang harus digunakan ketika terjadi resiko pengeluaran. Percayalah, anda tidak ingin mencairkan investasi anda ketika kebutuhan darurat, apalagi ketika nilai investasi anda sedang menciut karena situasi ekonomi yang kurang baik.

Mulai Dari Yang Mudah, Murah dan Aman

Ketiga kondisi tadi sudah dipenuhi, kemudian apalagi? Mulailah dari instrumen investasi yang mudah untuk anda akses dan mudah untuk anda pahami. Murah dari sisi biaya dan membutuhkan dana yang tidak terlalu besar. Kemudian relatif aman. Relatif aman maksudnya adalah bukan berarti investasi tersebut dijamin tingkat keuntungan atau kepastian keamanan modal disetornya (meskipun ada beberapa produk yang memungkinkan). Namun adalah produk yang secara legalitas diakui dan teregulasi dengan baik, yang anda pahami dan bisa anda bayangkan baik dan buruk serta resiko terburuk yang mungkin terjadi. Tingkat keuntungan yang masuk akal dan konsisten serta keseuaian dengan profil dan kondisi keuangan anda saat ini. Cari literatur atau banyak bertanya kepada orang yang memahaminya. Setiap investasi ada tahapannya, jika anda pemula.. jangan memaksakan diri untuk berinvestasi di produk keuangan yang canggih dan rumit apalagi yang mengandung leveraging. Keberhasilan investasi tidak hanya berasal dari tingkat keuntungan investasinya, namun juga kesiapan kita dalam menghadapi berbagai resiko kehidupan.

Semoga tips investasi ini membantu anda untuk menentukan langkah-langkah pertama dalam keberhasilan finansial anda. Be smart with your money! (BR)

02 July 2015

Memilih Investasi Reksadana yang Tepat!

Reksadana, sering sekali didengungkan oleh masyarakat dalam beberapa tahun terakhir sebagai kendaraan investasi yang murah dan mudah bagi investor pemula. Mulai banyak investor yang mulai berinvestasi di produk ini. Namun, secara total baru sekitar 250.000 investor yang menggunakan produk ini berdasarkan data dari APRDI (sumber: detikfinance) dengan total dana kelolaan Rp 450 triliun. Masih kecil sekali jumlahnya dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang masuk golongan kelas mengah dan punya kemampuan untuk membeli produk ini.

Hal ini wajar saja karena sebenarnya memilih produk investasi butuh kehati-hatian. Dan secara keseluruhan pemahaman masyarakat tentang produk ini pun masih terbatas. Baru sekedar mengenal, belum sampai ke dalam taraf mengaplikasikan. Berikut saya akan memberikan sedikit tips singkat cara memilih produk investasi reksadana.

Tujuan dan Profil Resiko

Kalau sudah mulai berinvestasi di reksadana, kita harus tahu dulu tujuan membeli produk ini untuk apa. Untuk dana darurat, investasi pendidikan, membeli rumah atau bagaimana? Jangan hanya berinvestasi modal ikut-ikutan karena motivasi tiap orang berbeda-beda. Kemudian jangan lupa kenali karakter kita dalam berinvestasi. Apakah kita tergolong investor yang sangat hati-hati (konservatif) atau cenderung berani dalam berinvestasi (agresif). Setiap tujuan, profil dan jangka waktu investasi ini nantinya mempengaruhi pilihan produk reksadana kita, apakah penempatannya akan lebih banyak kepada reksadana saham, campuran, pendapatan tetap, atau pasar uang.

Memilih Perusahaan Manajer Investasi

Saat ini ada sekitar 128 perusahaan manajer investasi yang terdaftar. Cukup banyak ya? Terus bagaimana memilih di antara perusahaan itu yang baik. Semua perusahaan yang terdaftar di OJK berarti secara legalitas memiliki ijin yang resmi sebagai lembaga keuangan yang diakui oleh negara untuk menghimpun dana masyarakat dan ijin untuk melakukan tugasnya sebagai manajer investasi. Kedua, lihat berapa lama pengalaman perusahaan itu telah berjalan. Perusahaan yang bertahan dan telah cukup lama melalui berbagai siklus ekonomi dan bisnis layak dipertimbangkan. Ketiga adalah dana kelolaan dari reksadana tersebut, menggambarkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada perusahaan. Selanjutnya lebih kepada layanan, biaya, kemudahan transaksi dan sebagainya. Umumnya reksadana yang bereputasi mengenakan biaya yang lebih tinggi daripada perusahaan lainnya.

Memilih Produk

Kemudian selanjutnya adalah memilih produk reksadananya. Saat ini ada sekitar 787 produk (Februari 2015). Wah banyak ya! Yang mana yang harus dipilih. Pertama dari sekitar produk tersebut ada yang masuk dalam kategori produk syariah (sekitar 10%) dan kemudian dibagi dalam berbagai sub-kategori seperti reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Ada lagi seperti produk reksadana terproteksi dan indeks. Terkadang cara mudahnya adalah memilih reksadana dengan return terbaik dari setiap kategori. Namun jangan lupa untuk mempertimbangkan konsistensi keuntungan dari reksadana tersebut setiap tahunnya. Karena seringkali sebuah reksadana dengan return terbaik di tahun-tahun tertentu belum tentu menjadi reksadana terbaik di tahun-tahun berikutnya. Dana kelolaan dari produk juga bisa menjadi pertimbangan, dana kelolaan yang terlalu kecil dapat menjadi rawan dilikuidasi atau terlalu besar menjadikan produk reksadana itu lambat untuk mencapai performa maksimalnya. Memilih reksadana yang tepat untuk masuk dalam keranjang investasi kita butuh sebuah pengamatan dan penelitian. Sekarang banyak situs-situs yang memberikan informasi mengenai kinerja dari reksadana seperti infovesta.com, bareksa.com, ipot-fund.com dan sebagainya. Gunakan informasi semaksimal mungkin untuk menggali produk yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Semoga tips sederhana ini dapat membantu. Be smart with your money! (BR)


Disclaimer:
Artikel ini hanya memberikan kepada anda sebuah panduan dasar dalam berinvestasi dan bukan merupakan satu-satunya teknik dalam melakukan investasi. Untuk menjadi investor, anda harus mempelajari segala peluang keuntungan dan resiko yang mungkin timbul dari investasi anda. Apapun yang ditulis dalam artikel ini bukan saran atau rekomendasi untuk membeli sebuah produk investasi. Anda tetap harus mendiskusikan kebutuhan dan rencana investasi anda sebelum melakukan investasi.