06 July 2015

Diagnosa Keuangan Sebelum Memulai Investasi

Ya, memang sekarang investasi sudah jauh lebih terjangkau. Sebut saja reksadana, cukup dengan investasi Rp 100.000,- beberapa produk reksadana sudah dapat dibeli dan masuk ke dalam portofolio investasi kita. Beberapa perusahaan sekuritas memperkenankan investasi saham yang dimulai dari nilai Rp 1.000.000,- untuk membuka rekening. Investasi emas saat ini dapat dimulai dari 1 gram emas yaitu sekitar Rp 500.000,- per gram. Artinya semua investasi saat ini bisa kita mulai kapan saja, tergantung keinginan kita. Namun, jangan terburu-buru memutuskan untuk melakukan investasi. Jangan semata-mata karena dananya ada dan kemudian tertarik dengan keuntungan investasi di tahun-tahun sebelumnya kemudian langsung memutuskan untuk berinvestasi. Hal ini karena investasi selalu mengandung resiko.. ada baiknya kita pertimbangkan hal-hal ini sebelum memulai investasi.

Cek Arus Kas Bulanan

Secara garis besar, bagaimana kondisi arus kas anda? Arus kas adalah kondisi pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya. Identifikasi pemasukan dan pengeluaran bulanan sebelum berinvestasi dan pahami kondisinya. Ada 3 kondisi arus kas yaitu surplus, defisit atau impas. Dua yang terakhir adalah kondisi dimana pemasukan sama dengan atau lebih kecil dari pengeluaran. Tentu saja kondisi ini tidak sesuai untuk berinvestasi. Jika kondisi arus kas anda relatif stabil dimana rata-rata setiap bulannya selalu dalam kondisi surplus (terlepas kondisi pemasukan anda tetap atau tidak tetap), maka anda boleh berpikir untuk mulai berinvestasi.

Hutang dan Cicilan

Perhatikan kemampuan anda membayar cicilan dan berapa besarnya saldo hutang anda dari waktu ke waktu. Kemampuan ini dapat dilihat dari berapa persen dari pendapatan setiap bulan yang dibayarkan untuk mencicil. Angka < 30% masuk dalam kategori sehat untuk memulai berinvestasi, dan angka ini tentunya juga harus menggambarkan bahwa nilai hutang anda semakin menurun setiap waktunya dengan jadwal yang jelas. Jika saat ini anda masih memiliki hutang konsumtif seperti kartu kredit, ada baiknya anda prioritaskan diri untuk melunasi hutang konsumtif tersebut sebelum mulai berinvestasi.

Tabungan Dana Darurat & Asuransi

Situasi keuangan dapat berubah-ubah setiap waktu. Kadang ada pengeluaran mendadak yang membutuhkan perhatian dan membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Sebut saja misalnya karena kendaraan mengalami kerusakan, rumah yang butuh perbaikan, anggota keluarga yang membutuhkan perawatan kesehatan dan sebagainya. Darimana kita akan menutupi kekurangan. Ada beberapa alternatif, dan instrumen investasi bukan salah satunya. Pos atau keranjang darurat (proteksi) kita dibagi menjadi 2 keranjang, yaitu keranjang tabungan dana darurat dan keranjang asuransi.

Periksa tabungan dana darurat. Untuk yang masih lajang, tabungan dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran mungkin memadai untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga, bahkan mungkin mengantisipasi jika ternyata kehilangan pekerjaan. Paling tidak pengeluaran tercover selama 3 bulan. Untuk yang sudah berkeluarga dana darurat ini dapat berkembang menjadi 6 bulan hingga 12 bulan pengeluaran tergantung situasi keluarga dan banyaknya tanggungan. Untuk mengcover resiko pengeluaran kesehatan, asuransi kesehatan atau tunjangan kesehatan dari perusahaan dapat digunakan. BPJS Kesehatan sebagai proteksi minimal juga dapat menjadi solusi masalah ini. Asuransi aset seperti rumah dan kendaraan berguna untuk mengantisipasi resiko kerusakan ataupun kerugian materil akibat resiko. Asuransi jiwa wajib dimiliki untuk yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan.

Keranjang proteksi inilah yang harus digunakan ketika terjadi resiko pengeluaran. Percayalah, anda tidak ingin mencairkan investasi anda ketika kebutuhan darurat, apalagi ketika nilai investasi anda sedang menciut karena situasi ekonomi yang kurang baik.

Mulai Dari Yang Mudah, Murah dan Aman

Ketiga kondisi tadi sudah dipenuhi, kemudian apalagi? Mulailah dari instrumen investasi yang mudah untuk anda akses dan mudah untuk anda pahami. Murah dari sisi biaya dan membutuhkan dana yang tidak terlalu besar. Kemudian relatif aman. Relatif aman maksudnya adalah bukan berarti investasi tersebut dijamin tingkat keuntungan atau kepastian keamanan modal disetornya (meskipun ada beberapa produk yang memungkinkan). Namun adalah produk yang secara legalitas diakui dan teregulasi dengan baik, yang anda pahami dan bisa anda bayangkan baik dan buruk serta resiko terburuk yang mungkin terjadi. Tingkat keuntungan yang masuk akal dan konsisten serta keseuaian dengan profil dan kondisi keuangan anda saat ini. Cari literatur atau banyak bertanya kepada orang yang memahaminya. Setiap investasi ada tahapannya, jika anda pemula.. jangan memaksakan diri untuk berinvestasi di produk keuangan yang canggih dan rumit apalagi yang mengandung leveraging. Keberhasilan investasi tidak hanya berasal dari tingkat keuntungan investasinya, namun juga kesiapan kita dalam menghadapi berbagai resiko kehidupan.

Semoga tips investasi ini membantu anda untuk menentukan langkah-langkah pertama dalam keberhasilan finansial anda. Be smart with your money! (BR)

No comments:

Post a Comment