13 November 2010

Investasi yang Aman untuk Investor Pemula

Investasi sejatinya adalah menunda konsumsi saat ini agar di masa depan bisa memperoleh keuntungan atau kesenangan yang lebih baik atau biasa kita sebut sebagai harapan. Ada perbedaan sedikit antara berinvestasi dengan menabung. Disaat seseorang menabung, orang tersebut cenderung tidak memikirkan berapa keuntungan yang akan diperolehnya ketika menabung. Sedangkan ketika berinvestasi, seseorang memikirkan berapa tingkat keuntungan yang diberikan oleh investasinya. Yang sering ditanyakan orang kepada saya adalah, investasi apa sih yang aman? Berikut akan saya jelaskan beberapa investasi yang masuk ke dalam kategori investasi yang aman di Indonesia.

Rekening Tabungan

Ini adalah investasi pertama yang paling aman. Mudah dicairkan dan nilainya hampir tidak berubah ketika dicairkan/diambil dari rekening. Ketika menabung kita memperoleh bunga yang nilainya tetap dan cenderung tidak berubah hampir sepanjang masa. Rekening tabungan memberikan kepastian dana yang anda setorkan tidak berkurang nilainya ketika anda membutuhkannya. Di samping itu, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) akan memberikan jaminan simpanan nasabah bank yang beroperasi di Indonesia jika sewaktu-waktu ternyata bank tempat anda menyimpan uang mengalami masalah. Kriteria simpanan yang dijamin adalah simpanan anda tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga simpanan Anda tidak melebihi tingkat bunga yang ditetapkan oleh LPS (saat ini 7% untuk rekening Rupiah dan 2,75% untuk valas dan 10% untuk BPR) dan anda tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya memiliki kredit macet di bank tersebut. Di Indonesia, sejak 13 Oktober 2008, nilai simpanan yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank adalah paling banyak sebesar Rp 2 Milyar.

Deposito

Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka, merupakan produk bank sejenis tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.

Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti.

Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya. Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya. (Sumber: Wikipedia)

ORI (Obligasi Ritel Indonesia)

Jika anda menginginkan imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi daripada deposito dan rekening tabungan. Anda bisa mempertimbangkan ORI. ORI adalah jenis investasi pendapatan tetap (karena memberikan bunga tetap sepanjang berlakuan obligasi hingga saat jatuh tempo) yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Jika dahulu untuk membeli investasi melalui obligasi pemerintah Indonesia, seseorang memerlukan dana Rp 1 milyar. Maka, sekarang melalui ORI, masyarakat Indonesia yang memiliki dana terbatas dapat berinvestasi melalui ORI dengan dana yang minimum (Rp 5 juta saja) dan maksimal Rp 3 milyar.

Berbeda dengan deposito dan tabungan, ORI memiliki karakteristik tertentu. Surat berharga ini dapat diperjualbelikan sebelum jatuh tempo. Jangka waktu (tenor) investasi di jenis instrumen ini adalah 3 tahun. Ketika diperjual-belikan, harga surat berharga ini bisa naik dan turun sesuai harga pasar. Jika di dalam deposito seseorang memperoleh bunga, di dalam obligasi istilah yang dikenal adalah kupon obligasi (ORI seri 007 memberikan kupon 7,95% pa sebelum pajak). Kupon bunga sejak diterbitkannya ORI pada kisaran 9,28 persen hingga 12,05 persen (bervariasi tergantung serial ORI). Karena pembayaran kupon selalu diberikan bulanan, banyak investor melirik ORI sebagai tak ubahnya pengganti deposito. Yang harus dicatat adalah investasi di ORI mengandung resiko pasar yaitu harganya dapat naik dan turun jika anda menjual ORI anda sebelum jatuh tempo.

Berapa yang harus dimiliki?
Jika anda adalah orang yang masih bekerja dalam usia produktif, instrumen investasi yang aman yang harus anda miliki adalah antara 3 - 6 bulan pengeluaran rutin bulanan anda. Anda bisa mengalokasikan dana investasi yang aman ini sebagai Dana Cadangan Darurat jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam keuangan keluarga seperti: perbaikan rumah atau kendaraan, pengeluaran tak terduga karena ada anggota keluarga yang sakit dan sebagainya. Selamat berinvestasi.

22 October 2010

Merubah Kebiasaan? Caranya?

Dalam kehidupan sehari-hari pasti ada beberapa hal dalam diri kita yang ingin kita perbaiki. Terutama sekali terkait kebiasaan-kebiasaan buruk (dalam bahasa kita). Sebenarnya apa sih kebiasaan buruk itu?

Kebiasaan sebenarnya tidak ada yang benar atau salah, yang ada hanyalah kebiasaan kita itu akan berdampak dan membawa kita untuk mencapai tujuan kita atau sebaliknya, kebiasaan itu akan membawa kita menjauh dari tujuan kita atau cita-cita kita. Contohnya, seseorang mungkin memiliki tujuan untuk sehat, tetapi dia tidak membangun kebiasaan-kebiasaan yang membuat dia menjadi sehat seperti berolahraga, memakan makanan yang sehat, berpikiran sehat dan juga beremosi sehat. Maka kebiasaan-kebiasaannya tidak akan membawa dia untuk mencapai tujuannya. Begitu pula dalam hal keuangan, seseorang mungkin ingin memiliki tujuan untuk mencapai kemandirian finansial di usia tuanya. Tetapi tujuan itu mungkin saja tidak tercapai karena tidak memiliki kebiasaan yang dibutuhkan yaitu menabung dan berinvestasi secara teratur sejak dini.

Darimana asal kebiasaan-kebiasaan itu? Kebiasaan itu hadir dalam diri kita dari pola asuh masa kecil dan tindakan-tindakan yang kita lakukan secara teratur dan rutin sehingga akhirnya menjadi bagian dari diri kita baik tindakan itu kecil atau besar. Dan kebiasaan biasanya berubah karena 3 faktor, yaitu:

  1. tujuan, orang yg punya tujuan khusus dan kemudian menyadari bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan itu akan mengkoreksi kebiasaan-kebiasaan yang kurang tepat untuk kemudian menyesuaikan dirinya dengan membangun kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih sesuai
  2. pengetahuan, dengan pengetahuan yang lebih baik, seseorang memperbaiki kebiasaan buruknya, dan kemudian menggantinya dengan kebiasaan yang lebih positif. Contoh: mengetahui bahwa merokok mengganggu kesehatan diri membawa seseorang untuk menghentikan kebiasaan merokok
  3. pengalaman pahit, ketika mencapai level ini, seseorang biasanya mau tidak mau harus berubah karena dipaksa untuk berubah. Seseorang yang mengetahui kadar kolestrolnya sudah sangat tinggi dan menderita penyakit jantung akan lebih berhati-hati dalam pola makan dan membangun kebiasaan berolahraga.
Membangun kebiasaan yang lebih baik dalam berbagai hal perlu dibangun sejak sekarang, dan dimulai dari hal-hal yang kecil. Seseorang yang ingin mandiri secara finansial perlu membangun kebiasaan menciptakan penghasilan positif, yaitu penerimaan > pengeluaran. Dimulai dari membiasakan menciptakan penerimaan positif, mengatur pengeluaran agar selalu positif. Dari hal sederhana seperti apa? Bahkan dari kebiasaan kecil yang tidak pernah membiarkan uang di dompet kosong. Menurut para pakar, untuk menciptakan kebiasaan baru perlu melakukan tindakan yang diinginkan secara berulang-ulang selama 21 hari. Bahkan, untuk beberapa kebiasaan lama yang sudah menahun perlu penyesuaian dan konsistensi tindakan yang terus-menerus.

Teknik lain adalah melalui pemrograman ulang di pikiran bawah sadar, tempat kebiasaan itu berada. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan metode auto suggestion, dengan mengucapkan sebuah kalimat berulang-ulang setiap hari dengan harapan akhirnya kata-kata itu akhirnya suatu hari menembus pikiran bawah sadar dan diterima sepenuhnya oleh hati dan pikiran. Atau, melalui teknik hipnoterapi proses perubahan bisa dilakukan hingga mencapai perubahan di dalam program yang sudah tertanam dalam pikiran bawah sadar sehingga perubahan itu dengan cepat diperoleh dan menjadi bagian dari dalam diri kita.

11 October 2010

Yang 'Tampak' Kaya dan 'Benar-benar' Kaya

"Jangan membeli sesuatu yang tidak betul-betul kamu butuhkan, dan ajari anakmu untuk melakukan dan berpikir hal yang sama" - Warren Buffet




Menjadi seorang Penasehat Keuangan membuat saya sering melihat ada beberapa karakter orang dan pengaruhnya terhadap kondisi keuangannya. Saya dulu sering keliru bahkan dalam menilai orang, mungkin itu sebabnya ada sebuah pepatah yang mengatakan, "Don't judge a book by its cover". Tetapi, memang pada kenyataannya buku-buku yang best seller adalah buku-buku yang dengan sengaja di desain untuk menjadi buku yang best seller.. mulai dari desain cover, layout isi, strategi launch dan sebagainya.

Banyak orang-orang yang saya pikir tidak tertarik untuk menghire seorang saya sebagai Penasehat Keuangannya ternyata justru adalah orang yang paling mungkin menggunakan jasa saya. Berusia muda, penampilan sederhana, tidak banyak bicara, tidak memegang gadget tercanggih atau terbaru.. tiba-tiba menghubungi saya untuk meminta arahan agar kondisi keuangannya bisa dibuat jadi lebih rapih. Dan ternyata setelah dibedah kondisi keuangannya, orang-orang ini lebih siap untuk eksekusi dalam menjalankan rencana keuangan yang direkomendasikan untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Sebaliknya, banyak juga orang yang terlihat mencolok dan menarik (sebagian jadi klien, sebagian curhat) justru belum siap menjalankan rencana keuangannya dan sepertinya sibuk dengan bagaimana menyeimbangkan penghasilan dan pengeluarannya serta hutang-hutang pribadinya.

Ternyata di kehidupan kita yang serba instant ini, banyak teman-teman kita bahkan bisa jadi termasuk kita sendiri yang tergoda untuk menikmati gaya hidup dengan fasilitas yang membuat hati menjadi senang, tetapi di sisi lain mempengaruhi kondisi finansial kita. Tampak mengagumkan di luar, tetapi sebenarnya keropos di dalam.

Akhirnya berbekal pengalaman itu saya tidak cepat menyimpulkan kondisi finansial orang dengan penampilan luarnya. Dan justru orang-orang sederhana ini lebih mungkin untuk sukses secara finansial di masa tuanya karena telah memiliki kebiasaan yang diperlukan untuk menjadi makmur dan sejahtera.

Sebagaimana saya sering mengajukan pertanyaan kuantitatif terkait data-data finansialnya, saya juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan kualitatif dengan klien. Dan kesimpulannya, orang-orang ini memiliki beberapa prinsip dan kebiasaan yang diperlukan untuk menjadi makmur:

  1. mereka rela menurunkan gaya hidupnya di masa kini untuk mencapai tujuan keuangannya di masa yang akan datang
  2. mereka pandai membedakan antara ke'butuh'an dan ke'ingin'an
  3. gaya hidup mereka adalah di bawah gaya hidup yang bisa mereka nikmati, mereka merasa cukup dengan apa yang ada dan pandai menunda kesenangan
  4. tidak mudah terpengaruh oleh tren dan mode
  5. mereka menyadari penghasilan yang mereka terima dan kemana mereka belanjakan, bahkan terkadang mereka mencatat dengan sangat detail
  6. mereka berinvestasi di tempat-tempat yang mereka pahami potensi dan peluang keuntungannya dengan sangat baik, mereka cenderung menghindari spekulasi
  7. mereka menikmati proses dalam mengakumulasi kekayaan, dan percaya bahwa keberhasilan finansial mereka bisa mereka peroleh dengan ketekunan dan kesabaran
Nah, jika di lingkungan kerja anda.. atau tetangga anda ada orang-orang dengan karakter ini.. bisa jadi mereka adalah "The Millionaire Next Door".

Psychology of Personal Finance


Pemikiran ini bermula ketika saya seringkali menemukan fenomena ini dalam profesi saya sebagai perencana keuangan. Problem keuangan yang sering muncul sebenarnya di awali oleh masalah kebiasaan yang kurang tepat yang berkembang karena program yang telah tertanam dalam pikiran bawah sadar seseorang.

Contohnya begini, sebut saja namanya adalah Bapak Badu, seorang karyawan berusia 33 tahun dengan 2 orang anak dan 1 istri (nah memangnya mau istri berapa ya?). Beliau memiliki penghasilan yang memadai sebagai seorang sales manager di sebuah perusahaan multinasional. Dia sudah berupaya 'keras' untuk membenahi kondisi keuangannya, namun sepertinya segala upayanya kurang berhasil. Kemudian dia menemui seorang Financial Consultant Independent untuk membantunya membenahi kondisi keuangannya.

Si Financial Consultant telah melakukan interview dan assesment tentang bagaimana agar kondisi keuangan kliennya bisa maksimal dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan. Saran dan rekomendasi keuangan diberikan dan bahkan sudah disetujui oleh klien bahwa ia sanggup melaksanakannya. Dengan bantuan si Financial Consultant yang terus memonitor aktivitas keuangannya untuk beberapa jangka waktu tertentu, Pak Badu berhasil memperbaiki kondisi keuangannya dan sedikit demi sedikit berproses untuk mengembangkan asetnya. Namun ketika pendampingan oleh Financial Consultant dihentikan, Pak Badu kembali kepada kebiasaan lamanya. Penghasilannya kembali dibelanjakan tanpa sisa, bahkan sebagian dari tabungan dan investasi terpakai untuk membeli barang-barang yang sesungguhnya kurang begitu ia butuhkan. Ia kembali pada kondisi awalnya sebelum bertemu si Financial Consultant. Ia telah mensabotase keuangannya sendiri. Mengapa?

Kita sebagai manusia adalah kumpulan dari serangkaian kebiasaan dan pola pikir yang tertanam dalam pikiran bawah sadar kita yang sudah terbentuk dari pola asuh kita ketika kecil, bacaan yang kita serap, pemikiran yang kita dengarkan dan diskusikan baik dengan orang tua kita, teman-teman, guru dan pihak lain yang menurut kita layak dipercaya. Kita menjadikan kebiasaan dan keyakinan kita itu adalah bagian dari diri kita. Saran yang telah diberikan oleh Financial Consultant bukan berarti tidak benar. Hal itu adalah benar adanya, hanya saja perubahan perilaku dalam keuangan pribadinya tidak diikuti dengan perubahan dalam diri Pak Badu, ia merasa itu bukan dirinya dan ia tidak merasa nyaman dengan perubahan perilaku keuangannya. Sehingga akhirnya ia tak tahan dan kembali kepada kebiasaan lamanya dalam hal keuangan.

Setelah berdiskusi dengan Pak Badu, ditemukan bahwa Pak Badu merasa dirinya memang sulit menghapuskan kebiasaan boros, menurutnya dari kecil memang ia selalu boros.. bahkan orangtuanya terutama ibunya selalu mengatakan ia tidak bisa mengendalikan uangnya, ia selalu membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tidak penting. Dan ia yakin dirinya memang boros.

Ternyata Pak Badu sudah men'cap' dirinya boros, dan ia yakini hal itu karena memang ia tidak bisa mengendalikan uang yang ia pegang. Ada sebuah pepatah, "Apa yang anda percayai, maka anda dapatkan", seolah-olah Pak Badu telah melakukan tindakan yang disebut sebagai self-fulfilling prophecy (ramalan yang mewujud). Hal ini tidak mengherankan, program bawah sadarnya diciptakan oleh ketidak-tahuan orangtuanya ketika dalam pola asuh keuangan mereka memberi label 'boros' kepadanya. Sebagai seorang anak yang melihat figur orangtua sebagai figur otoritas, label ini diyakini sepenuhnya oleh pikiran bawah sadarnya dan menjadikan status 'boros' itu sebagai bagian dari dirinya. Setelah menyadari kondisi ini, pola komunikasi dengan Pak Badu dirubah, alih-alih daripada membuat rencana untuk menyisihkan penghasilan bulanannya, si Financial Consultant memilih untuk membuat rencana bagaimana menghabiskan penghasilannya hingga tak tersisa.

Jika anda memiliki kebiasaan keuangan yang kurang membantu anda untuk bisa mencapai yang anda inginkan. Periksa, program bawah sadar apa yang anda miliki yang mengakibatkan anda belum mencapai hasil yang anda inginkan.

23 February 2010

Servo Uang

Dikutip dari catatan seorang teman (Faradhita)

Tulisan ini menjelaskan mengapa merubah kebiasaan dalam berbagai bidang... baik spiritual, intelektual, emosional, kesehatan, keuangan dan relasi membutuhkan kekuatan untuk berubah. Semoga bermanfaat...


Pernahkan anda ingin melakukan sesuatu tapi tidak pernah terjadi ? misalnya ingin sehat..tetapi di hadapan anda selalu makanan enak, berkolsterol dan lemak. Ingin menabung tetapi selalu ada aja penyebab uang keluar dari kantong?

Itulah Servo anda... yaitu suatu proses loop tertutup untuk mengkoreksi proses secara terus menerus agar tetap dapat menuju “target” yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, peluncuran peluru kendali menerapkan teknik servomechanism, dimana ketika target telah “dikunci”, maka gerakan peluru yang mulai melenceng akan direvisi ulang sehingga kembali menuju arah semula, proses revisi ini berlangsung terus menerus, sampai dengan akhirnya peluru kendali tepat mengenai sasaran yang telah ditetapkan.

Apa hubungannya dengan perilaku manusia ? Sangat berhubungan erat !

Dr. Maxwell dalam buah karyanya “Psychocybernetics” yang menyoroti peran besar dari Self-Image dalam kesuksesan seseorang, memperkenalkan penggunaan istilah “servomechanism” ini untuk menggambarkan gerakan kecenderungan manusia.

***

Pada dasarnya dalam kehidupan ini, setiap orang bergerak dengan prinsip “servomechanism” alias terus menerus melakukan koreksi hingga sesuatu yang “digariskan” terjadi, dimana proses koreksi ini berlangsung dengan melibatkan seluruh kesadaran holistik manusia (Conscious & Unconscious).

Jika seseorang sudah “digariskan” untuk “sial”, maka apapun yang terjadi, cepat atau perlahan tapi pasti, maka proses servomechanism akan menuntun seseorang untuk menuju ke kondisi “sial” ini ! Tanpa bisa ditolak sama sekali !

Demikian juga jika seseorang sudah “digariskan” untuk “beruntung”, maka servomechanism ini dengan mudah akan membawanya ke keadaan yang seharusnya, yaitu “beruntung” !

Semua yang akan kita alami dalam hidup ini, telah “digariskan” ! Suka atau tidak suka servomechanism akan membawa kita “kesana” dengan cara yang sangat “cerdas”, bahkan dengan cara yang seringkali tidak terduga !

***

Jadi kini menjadi lebih jelas ! Jika suatu saat kita berkeinginan untuk mencapai sesuatu (yang biasanya adalah hal-hal yang indah dan menyenangkan), lalu dalam perjalanannya seakan-akan kita sudah semakin mendekati hal tersebut, tetapi tiba-tiba di bagian akhir semuanya berbelok 180 derajat ! Maka jangan menyalahkan siapapun, karena “servomechanism” dalam diri kitalah yang bekerja !

Loh ?

Jadi artinya hidup kita sudah “digariskan” ? Dan kita tidak akan dapat “keluar” dari “garis” ini ? Apakah ini yang disebut dengan “nasib” atau “takdir” atau apapun istilah yang sejenis ?

Tentu saja tidak ! Pembahasan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan “nasib” dan “takdir” yang jelas sudah memiliki ahli tersendiri untuk membahasnya !

Pembahasan disini justru akan menyadarkan kita bahwa kita adalah pembuat “garis” dimaksud, dan tentu saja kita pula yang dapat merubahnya !

Tentu saja jika anda percaya dan berminat, maka tulisan berikut akan bermanfaat dan mungkin dapat memberdayakan hidup anda !

Tetapi jika anda termasuk dalam kelompok skeptis yang lebih “nyaman” dengan belief bahwa manusia hanya dapat “menerima” sesuatu yang sudah tidak dapat diubah lagi, maka tentu tulisan ini sama sekali tidak akan bermanfaat bagi anda, bahkan mungkin tulisan ini cenderung akan membuat anda semakin tidak nyaman, karena mungkin anda akan menjadi lebih “berdaya” !

***

Servomechanism akan menuntun seseorang untuk “selalu” mencapai sesuatu yang telah “digariskan”, dengan berbagai cara yang teramat sangat “cerdas” !

Lalu siapakah yang membuat “garis” ini ?

Yang membuat garis ini tidak lain adalah sosok yang juga terdapat dalam diri setiap manusia, yang dikenal dengan nama “Self Image” dan “Belief System”.

Kita tidak akan pernah dapat “lari” dari Self Image & Belief System kita sendiri. Dalam konteks praktis sehari-hari, apapun yang kita peroleh dalam kehidupan ini hanyalah ekspresi dari seluruh kemampuan kita yang telah mencapai tingkatan “Unconscious Competence” !

***

Sebagai contoh, jika kita pernah mengalami kegagalan dalam satu aspek kehidupan (misal : bisnis), maka kegagalan-kegagalan berikutnya akan cenderung untuk memperkuat “self image” dan “belief” bahwa kita adalah ahli dalam “kegagalan bisnis”, lalu sampai dengan batas tertentu, “kegagalan bisnis” ini akan menjadi skill yang melekat dalam diri kita, alias sudah mencapai tingkatan keahlian “Unconscious Competence” ! Lalu sejak saat itulah gerak langkah kita akan dipandu oleh “Automatic Guidance System” yang akan bergerak dengan pola servomechanism ! Proses koreksi akan berlangsung terus, sampai dengan kita benar-benar mencapai “kegagalan” ! Karena kita adalah ahlinya !

***

Apapun dalam hidup ini, jika kita telah “sedemikian mudahnya” mencapainya, maka seseungguhnya kita telah menjadi “Sang Ahli” alias kemampuan kita telah mencapai tingkatan “Unconscious Competence” !

Apakah anda pribadi yang selalu beruntung ?
Apakah anda selalu didera sial tak berujung di sepanjang hidup anda ?
Apakah anda gampang memperoleh pinjaman uang ?
Apakah anda selalu ditolak saat meminjam uang ?
Apakah anda sangat mudah sakit ?
Apakah anda demikian sehatnya ?
Apakah anda demikian mudah mencari sahabat ?
Apakah anda sangat mudah mencari musuh ?
Apakah anda sulit mencari uang ?
Apakah uang selalu mendatangi anda ?
Apakah anda selalu ditolak oleh lawan jenis anda ?
Apakah anda seseorang yang sangat mudah untuk memperoleh pasangan ?

Apapun itu, kemanapun arahnya, menunjukkan bahwa anda telah menjadi “ahli”-nya ! Unconscious Competence ! Servomechanism anda akan selalu berproses untuk “menciptakan” hal tersebut !

***

Nasib manusia, “baik” atau “buruk”, tertulis di “Self Image” dan “Belief System”-nya bak “blue-print” yang selalu mengawali suatu perwujudan "realita fisik" !

Kini semuanya menjadi terserah kita …….!

22 February 2010

Financial Diet


Apakah anda tahu ternyata ada kesamaan antara food diet dan financial diet. Yang berbeda hanya tujuannya, jika food diet ditujukan untuk kesehatan dan bentuk tubuh yang lebih baik, maka financial diet ditujukan untuk menjalani hidup yang lebih makmur dan tenang. Berikut adalah ringkasan resep food diet dan financial diet yang mudah dan bisa dilaksanakan:

Kalori masuk sama dengan atau lebih kecil dari kalori keluar
Di dalam proses diet untuk melangsingkan tubuh ini adalah hukum pertama menuju langsing. Nah, di dalam financial diet ada hukum pertama juga untuk menjaga diri untuk bisa mengakumulasi kekayaan.. yaitu pengeluaran lebih kecil daripada pemasukan.

Makanan yang mengandung protein bisa menahan nafsu makan lebih lama
Nafsu belanja bisa ditahan dengan membelanjakan barang untuk barang-barang yang hanya berkualitas dan perlu. Seringkali orang berbelanja karena diskon besar padahal tidak perlu, sehingga di rumah banyak barang-barang yang tidak terpakai yang dibeli hanya karena satu alasan, lagi diskon gede-gedean.

Makanan berbentuk sup dan jus lebih lama dicerna daripada makanan padat
Berbelanja bulanan dan disimpan sebagai stok untuk 1 bulan penuh seringkali lebih hemat daripada berbelanja sekali-sekali untuk memenuhi kebutuhan, karena ketika belanja sekali-sekali sering kita tergoda untuk membeli barang-barang kecil sebagai selingan belanja.

Susu kalsium tanpa lemak efektif untuk mengikat lemak
Tabungan yang dipaksakan atau dipotong langsung dari penghasilan anda sangat efektif untuk membuat anda disiplin menabung dan menghindari anda dari membelanjakan uang anda dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Buat mekanisme tabungan otomatis yang akan menyisihkan penghasilan anda di awal bulan setelah terima gaji untuk dialokasikan ke rekening tabungan anda.

Kendalikan jumlah makanan yang masuk dengan memilih ukuran piring lebih kecil
Menurut penelitian, orang akan cenderung memenuhi tempat makanannya dengan makanan dan akan menghabiskan apa yang ada di piringnya. Jika anda membatasi uang yang ada di ATM dan dompet anda setiap harinya. Maka, kecenderungannya anda akan jauh lebih hemat. Dan hati-hati, jangan terlalu banyak kartu kredit.

Tinggalkan meja makan begitu anda selesai makan
Bayangkan anda berada di sebuah restoran, dan setiap kali anda selesai makan pelayan membersihkan meja dari piring yang telah selesai. Maka, keinginan anda untuk menikmati hidangan berikutnya akan naik sekitar 10%. Jika anda pergi ke sebuah pusat perbelanjaan, beli yang anda inginkan kemudian tinggalkan tempat itu untuk meredam keinginan belanja yang jauh lebih banyak.

Temukan alasan yang kuat
Banyak orang melakukan diet karena memperhatikan kesehatan dan penampilannya di masa yang akan datang. Jika anda ingin melakukan diet keuangan, anda juga harus punya alasan yang tepat untuk melakukannya yang disesuaikan dengan nilai-nilai dalam kehidupan anda, misalnya agar tenang di hari tua, mandiri secara keuangan, lebih makmur dan sejahtera, kebebasan atau apapun yang menurut anda adalah manfaat anda melakukan diet tersebut.

Susun target yang realistis
Target menurunkan berat badan yang sehat menurut ahli diet adalah antara 0,5 – 1 kg per minggu. Selebihnya anda kemungkinan akan mengalami yang disebut diet yoyo karena perjuangan yang anda lakukan mengakibatkan anda tidak akan lama menjalankan diet anda. 0,5 – 1 kg adalah target yang ringan dan mudah untuk dilakukan. Diet keuangan yang berlebihan juga tidak membantu anda, kemungkinannya anda tidak akan melakukan yang anda rencanakan atau berhenti di tengah jalan. Anda perlu melakukan diet keuangan anda, tapi jangan sampai anda menjadi orang yang menderita karenanya. Tingkatkan kemampuan tabungan anda secara bertahap dan mulai sekarang.

www.oneconsulting.co.id

Financial Diet


Apakah anda tahu ternyata ada kesamaan antara food diet dan financial diet. Yang berbeda hanya tujuannya, jika food diet ditujukan untuk kesehatan dan bentuk tubuh yang lebih baik, maka financial diet ditujukan untuk menjalani hidup yang lebih makmur dan tenang. Berikut adalah ringkasan resep food diet dan financial diet yang mudah dan bisa dilaksanakan:


Kalori masuk sama dengan atau lebih kecil dari kalori keluar

Di dalam proses diet untuk melangsingkan tubuh ini adalah hukum pertama menuju langsing. Nah, di dalam financial diet ada hukum pertama juga untuk menjaga diri untuk bisa mengakumulasi kekayaan.. yaitu pengeluaran lebih kecil daripada pemasukan.


Makanan yang mengandung protein bisa menahan nafsu makan lebih lama

Nafsu belanja bisa ditahan dengan membelanjakan barang untuk barang-barang yang hanya berkualitas dan perlu. Seringkali orang berbelanja karena diskon besar padahal tidak perlu, sehingga di rumah banyak barang-barang yang tidak terpakai yang dibeli hanya karena satu alasan, lagi diskon gede-gedean.


Makanan berbentuk sup dan jus lebih lama dicerna daripada makanan padat

Berbelanja bulanan dan disimpan sebagai stok untuk 1 bulan penuh seringkali lebih hemat daripada berbelanja sekali-sekali untuk memenuhi kebutuhan, karena ketika belanja sekali-sekali sering kita tergoda untuk membeli barang-barang kecil sebagai selingan belanja.


Susu kalsium tanpa lemak efektif untuk mengikat lemak

Tabungan yang dipaksakan atau dipotong langsung dari penghasilan anda sangat efektif untuk membuat anda disiplin menabung dan menghindari anda dari membelanjakan uang anda dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Buat mekanisme tabungan otomatis yang akan menyisihkan penghasilan anda di awal bulan setelah terima gaji untuk dialokasikan ke rekening tabungan anda.


Kendalikan jumlah makanan yang masuk dengan memilih ukuran piring lebih kecil

Menurut penelitian, orang akan cenderung memenuhi tempat makanannya dengan makanan dan akan menghabiskan apa yang ada di piringnya. Jika anda membatasi uang yang ada di ATM dan dompet anda setiap harinya. Maka, kecenderungannya anda akan jauh lebih hemat. Dan hati-hati, jangan terlalu banyak kartu kredit.


Tinggalkan meja makan begitu anda selesai makan

Bayangkan anda berada di sebuah restoran, dan setiap kali anda selesai makan pelayan membersihkan meja dari piring yang telah selesai. Maka, keinginan anda untuk menikmati hidangan berikutnya akan naik sekitar 10%. Jika anda pergi ke sebuah pusat perbelanjaan, beli yang anda inginkan kemudian tinggalkan tempat itu untuk meredam keinginan belanja yang jauh lebih banyak.


Temukan alasan yang kuat

Banyak orang melakukan diet karena memperhatikan kesehatan dan penampilannya di masa yang akan datang. Jika anda ingin melakukan diet keuangan, anda juga harus punya alasan yang tepat untuk melakukannya yang disesuaikan dengan nilai-nilai dalam kehidupan anda, misalnya agar tenang di hari tua, mandiri secara keuangan, lebih makmur dan sejahtera, kebebasan atau apapun yang menurut anda adalah manfaat anda melakukan diet tersebut.


Susun target yang realistis

Target menurunkan berat badan yang sehat menurut ahli diet adalah antara 0,5 – 1 kg per minggu. Selebihnya anda kemungkinan akan mengalami yang disebut diet yoyo karena perjuangan yang anda lakukan mengakibatkan anda tidak akan lama menjalankan diet anda. 0,5 – 1 kg adalah target yang ringan dan mudah untuk dilakukan. Diet keuangan yang berlebihan juga tidak membantu anda, kemungkinannya anda tidak akan melakukan yang anda rencanakan atau berhenti di tengah jalan. Anda perlu melakukan diet keuangan anda, tapi jangan sampai anda menjadi orang yang menderita karenanya. Tingkatkan kemampuan tabungan anda secara bertahap dan mulai sekarang.


www.oneconsulting.co.id