08 September 2014

5 Langkah Merencanakan Biaya Pendidikan untuk Si Kecil

Semua orangtua pasti memiliki rencana untuk setiap buah hatinya. Dan rencana itu selalu ingin yang terbaik yang bisa diraih. Salah satu cita-cita orangtua adalah menyediakan pendidikan sebaik-baiknya untuk anak hingga tingkat perguruan tinggi. Apa saja yang harus dipersiapkan bagi orangtua untuk merencanakan biaya pendidikan?

Langkah 1 - Punya Rencana

Kemana anak akan disekolahkan? Perencanaan pendidikan anak adalah sebuah langkah yang panjang. Langkah pertama kita menyekolahkan anak akan berpengaruh besar kepada konsekuensi jenjang lanjutannya. Jika kita menyekolahkan anak di sekolah dengan kurikulum nasional, kemungkinan besar kita harus menyekolahkan dia selanjutnya ke kurikulum yang sama. Hal ini untuk mencegah anak dari adaptasi kurikulum yang drastis. Sesuaikan dengan kemampuan finansial keluarga. Saat ini banyak pilihan untuk menyekolahkan anak mulai dari dengan biaya terendah (bahkan gratis) hingga ke sekolah internasional dengan biaya yang tinggi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan, yang menentukan adalah kita sebagai orangtua bagaimana sekolah nantinya akan mempengaruhi tumbuh kembang anak dan arah rencana pendidikan anak kita.

Langkah 2 - Kalkulasi Biaya

Perkirakan biaya pendidikan masing-masing anak pada setiap tahapan pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Jangan lupa memasukkan faktor inflasi pendidikan yang lumayan tinggi. Pada umumnya kenaikan biaya pendidikan adalah 2 kali inflasi kebutuhan pokok rata-rata. Namun, ada beberapa sekolah yang lebih tinggi kenaikan biaya pendidikannya. Bahkan ada yang turun karena perubahan kebijakan. Dengan begitu kita bisa memperkirakan kemungkinan kemampuan finansial dalam menyediakan level pendidikan sesuai dengan kemampuan.

Langkah 3 - Investasi

Mengatasi biaya pendidikan yang terus meningkat, kita perlu mempersiapkan diri jauh-jauh hari dengan berinvestasi. Carilah instrumen investasi yang sanggup mengalahkan inflasi pendidikan namun tetap dengan tingkat resiko yang terukur. Hati-hati dalam memilih instrumen investasi yang sesuai. Sebaiknya memilih instrumen investasi yang bisa dengan mudah anda pahami. Bagaimanapun juga kita tidak bisa bermain-main dengan dana pendidikan karena jangka waktunya pasti. 

Langkah 4 - Proteksi

Tidak ada yang lebih menyedihkan selain terkurasnya dana pendidikan karena terjadinya meninggal dini di usia produktif atau karena sakit dan cacat. Miliki proteksi secukupnya sehingga apabila resiko terjadi maka dana pendidikan tidak terganggu, bahkan dengan produk asuransi yang ada sekarang memungkinkan tabungan kita terus berjalan karena telah diproteksi oleh perusahaan asuransi jiwa meskipun kepala keluarga telah tiada. Sesuaikan dengan kebutuhan dan pilih produk yang tepat.

Langkah 5 - Rekening Khusus

Miliki rekening yang telah dikhususkan untuk dana pendidikan anak. Jangan dicampurkan dengan rekening lain untuk kebutuhan lainnya seperti cashflow bulanan atau rekening untuk hiburan dan rekreasi. Seperti rekening dana pensiun, sebisa mungkin jangan mengusik dana pendidikan anak untuk keperluan lainnya. 

Be smart with your money!

(BR)

04 September 2014

Cara Sederhana Mengelola Gaji Bulanan untuk Karyawan

Sering menjadi pertanyaan tentang bagaimana mengatur pendapatan atau gaji yang diterima setiap bulan agar memadai. Terutama untuk kalangan usia muda yang baru saja bekerja. Berikut ini saya sajikan sedikit pos-pos yang harus diatur atau dikelola dari gaji yang kita terima setiap bulannya.

Jika kamu adalah seorang yang masih berada di awal karir, lajang dan baru saja bekerja cobalah sebisa mungkin mulai mengelola keuangan sendiri secara tertib dan teratur. Kenapa? Karena kebiasaan keuangan yang baik harus ditanamkan semenjak dini agar kamu terhindar dari kebiasaan-kebiasaan keuangan yang buruk yang akan menyulitkan kamu pada akhirnya dalam jangka panjang. Tiga kebiasaan baik yang sudah harus dilakukan di usia muda adalah membuat anggaran, disiplin mencatat pengeluaran serta menabung untuk masa depan. Yakinlah kebiasaan baik ini nantinya akan sangat membantu kamu meraih tujuan kamu di masa yang akan datang seperti membeli rumah, investasi di saham bahkan pensiun secara mandiri tidak bergantung kepada anak dan kerabat.

Untuk pos-pos pengeluaran yang sebaiknya dianggarkan adalah sebagai berikut. Pertama adalah pos kebutuhan hidup, pos ini digunakan untuk segala kebutuhan konsumsi. Utamakan yang penting sebelum lainnya yang kurang penting. Contoh dari pengeluaran ini adalah pengeluaran makan sehari-hari, transportasi, biaya sewa kos, serta utilitas seperti listrik dan air serta biaya komunikasi. Pos ini sebaiknya tidak melebihi dari 50% total gaji bulanan yang diterima.

Pos kedua adalah pos tabungan, sisihkan minimal 10% hingga 30% dari pendapatan kamu untuk ditabung. Tujuan tabungan yang paling utama adalah untuk berjaga-jaga apabila ada pengeluaran yang mendadak dan sifatnya darurat. Tujuan kedua adalah menabung untuk membeli aset yang diharapkan bisa berkembang dan memenuhi kebutuhan dasar kamu dulu, seperti rumah dan kendaraan. Jangan lupa nilai tabungan sampai 30% seringkali juga dibutuhkan karena ada persiapan dana jangka menengah lainnya yang harus disediakan, misalnya untuk kebutuhan dana pernikahan. 

Pos ketiga adalah proteksi kesehatan. Jika kamu tidak harus menanggung biaya hidup orang lain, proteksi kesehatan adalah yang paling penting. Mengapa? Karena orang lebih mungkin berusia panjang dibandingkan meninggal dini. Dan resiko sakit yang bisa datang sewaktu-waktu bisa mengganggu tabungan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Siapkan proteksi kesehatan untuk mengantisipasinya. Jika kamu adalah tulang punggung keluarga, ada baiknya kamu membeli proteksi jiwa sebagai dana warisan agar kehidupan orang-orang yang bisa terus berlanjut dari uang pertanggungan asuransi yang diterima apabila ada kejadian meninggal dini yang tidak diharapkan terjadi. Nilai proteksi ini sebaiknya sekitar 15-20% dari gaji yang diterima.  Apabila proteksi kesehatan sudah disediakan oleh perusahaan tempat bekerja, maka pos ini bisa digunakan untuk menambah pos lainnya yang produktif. Bisa digunakan untuk menambah pos investasi, pos hobi dan rekreasi, pos pendidikan dan pengembangan diri atau pos amal dan sosial. Pilih dengan seksama pos pengeluaran kamu agar tidak menjadikan kamu lebih konsumtif kemudian hari.

Selanjutnya adalah dalam melaksanakan sebaiknya dana untuk tabungan dipotong saat pertama kali menerima gaji langsung di sisihkan ke rekening khusus tabungan agar tidak tergoda untuk dibelanjakan. Hal yang sama bisa dilakukan untuk zakat dan perpuluhan, kemudian pos proteksi juga langsung disisihkan. Sisanya, bisa diatur sedemikian rupa agar cukup hingga akhir waktu gajian berikutnya. Dengan begitu selain disiplin, kita juga menjadi tidak khawatir membelanjakan uang karena pos-pos lainnya sudah dipenuhi. 

Semoga tips sederhana ini bisa membantu. Be smart with your money!