30 June 2015

Tips Mengelola Uang THR Agar Tidak Sia-sia

Tidak lama lagi uang THR akan dibagikan. Saat-saat yang ditunggu oleh kebanyakan karyawan sebagai tambahan penghasilan di hari raya Lebaran. Tujuan utama dari pemberian uang THR adalah tentunya untuk konsumsi, jadi sah-sah saja jika uang THR ini dibelanjakan. Namun, jika ternyata uang THR kita lebih dari cukup tentunya sayang jika hanya digunakan untuk konsumsi semata. Bagaimana cara mengalokasikannya agar uang THR tidak terbuang sia-sia?

Pengeluaran Rutin Hari Raya

Lihat pola pengeluaran hari raya anda di tahun-tahun sebelumnya. Pengeluaran apa saja yang terjadi? Apakah anda berencana untuk mudik Lebaran? Berapa biaya yang umumnya dikeluarkan? Uang THR dapat digunakan untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran ini seperti misalnya membeli baju baru untuk keluarga, memberikan THR bagi asisten rumah tangga dan uang saku untuk mudik dan sebagainya.

Amal

Zakat fitrah adalah salah satu kewajiban yang harus dikeluarkan di saat Lebaran. Uang THR dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban ini. Dana untuk angpao di saat Lebaran juga dapat diambil dari uang THR ini. Satu lagi yang perlu diingat mungkin adalah sebagian uang THR juga dapat disisihkan untuk menghadapi hari raya berikutnya yaitu hari raya Kurban yang datangnya tidak berjauhan dari hari raya Lebaran.

Mengurangi Hutang

Masih ada surplus? Bagaimana jika sebagian dana THR digunakan untuk mengurangi kewajiban kartu kredit yang tersisa. Dengan mengurangi saldo kartu kredit anda mempercepat pelunasan kartu kredit anda dan mengurangi kewajiban yang membebani arus kas rumah tangga di masa yang akan datang.

Tabungan dan Investasi

Menggunakan uang THR untuk menambah tabungan dan investasi masa depan juga boleh. Jika selama ini anda membutuhkan tambahan pendapatan untuk menambah tabungan atau investasi pendidikan anak anda, sisihkan sebagian uang THR untuk memenuhi hal ini. Apalagi jika akhir-akhir ini uang THR juga diterima ketika mendekati tahun ajaran baru.

Alokasikan uang dengan seksama, skala prioritas pengeluaran tetap harus dijaga. Jangan gegabah dalam pengeluaran hari raya apalagi jika harus merogoh kocek lebih dalam dengan berhutang. Sesuaikan kemampuan agar hari raya tidak diikuti dengan kewajiban-kewajiban konsumsi di bulan-bulan yang akan datang.

Be smart with your money! (BR)

Related article : 50 Cara Menghemat Pengeluaran

29 June 2015

Menyusun Portofolio Investasi Pribadi

Ketika anda berinvestasi, memadukan beragam jenis kelas aset yang berbeda untuk melakukan diversifikasi dan meminimalisasi resiko selalu menjadi pertanyaan. Bagaimana proses perencanaan investasi untuk mengoptimalkan keuntungan investasi dengan resiko minimal? Berikut adalah langkah-langkah sederhana dalam menyusun portofolio investasi anda.

Menetapkan Kebutuhan Investasi

Sebelum memulai berinvestasi, kita harus menentukan dulu apa tujuan dari investasi yang kita lakukan. Tentunya kita semua sepakat.. harapan dari berinvestasi adalah sudah jelas untuk memperoleh keuntungan. Benar keuntungan investasi yang anda inginkan, namun.. keuntungan investasi seperti apa tepatnya? Secara garis besar, kita menggolongkan keuntungan investasi dalam 3 kelompok. Pertama adalah untuk memperoleh pendapatan rutin dari investasi kita, kedua untuk meningkatkan nilai aset atau yang ketiga adalah paduan antara pendapatan rutin dan sekaligus kenaikan atau pertumbuhan nilai aset. Tujuan ini akan mempengaruhi bagaimana kita akan menyusun portofolio investasi kita. Misalnya, ketika fokus kita adalah kepastian pendapatan.. maka mungkin produk yang sesuai untuk ini adalah sebuah produk perbankan seperti deposito, obligasi atau produk asuransi jiwa anuitas. Namun, ketika fokus kita adalah untuk peningkatan nilai investasi setinggi-tingginya, mungkin kita akan berharap sebuah investasi pada saham.

Toleransi Resiko

Setelah menentukan kebutuhan investasi maka hal berikutnya yang kita butuhkan adalah informasi tentang batas toleransi kita terhadap suatu resiko investasi. Toleransi resiko sering juga disebut dengan profil resiko investor. Secara garis besar, profil investor terbagi dalam 3 kelompok. Yaitu tipe investor dengan profil konservatif, moderat dan agresif. Seorang investor dengan profil resiko konservatif cenderung fokus kepada kepastian hasil dan keamanan modal awal investasinya. Sedangkan tipe investor dengan profil agresif adalah tipe investor yang mengharapkan keuntungan sebesar-besarnya dari modalnya dan tentunya tipikal investor ini juga siap dengan resiko ketidakpastian hasil dan kerugian dari investasinya. Profil resiko ini ditentukan oleh tingkat pendapatan, surplus, usia, karakter pribadi, pengetahuan dan situasi finansialnya. Untuk bisa mengetahui toleransi resiko kita dalam berinvestasi kita dapat mengisi form kuesioner yang banyak tersedia.

Alokasi Aset

Alokasi aset sejatinya adalah membagi portofolio keuangan kita dalam berbagai kelas aset seperti saham, obligasi dan instrumen pasar uang. Tujuan dari alokasi aset adalah melakukan diversifikasi untuk meminimalisir resiko suatu investasi. Harapannya tujuan dari investasi itu dapat dicapai. Alokasi efektif dapat dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan investasi dan juga toleransi resiko.Berikut ini adalah bagan alokasi aset untuk berbagai karakter investor.


Source: www.mesirowfinancial.com

Strategi alokasi aset yang umum digunakan dalam membangun portofolio adalah alokasi aset strategis, taktis, berimbang dan sistemik. Penjelasan mengenai teknik alokasi aset ini akan dijelaskan di waktu lain.

Rebalancing

Penting sekali untuk menjaga susunan portofolio anda. Dengan berjalannya waktu, mungkin ada beberapa kelas aset yang nilainya mengalami perubahan naik turunnya. Akhirnya terjadi perubahan susunan portofolio investasi anda menjadi lebih agresif atau menjadi terlalu konservatif. Untuk itu diperlukan proses rebalancing. Rebalancing ini adalah bagian dari proses monitoring investasi untuk menyeimbangkan investasi menjadi susunannya seperti sedia kala dengan menjual aset yang berkembang atau akhirnya bertambah karena kenaikan nilai dan membeli porotofolio lainnya yang berkurang nilainya. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan melakukan rebalancing maka portofolio investasi akan menjadi lebih baik.

Manajemen Resiko

Setiap investasi memiliki resiko, misalnya resiko likuiditas yaitu resiko kemungkinannya investasi tidak mudah dicairkan setiap waktu. Sehingga kita perlu mempersiapkan diri secara keuangan sebelum berinvestasi agar tidak menemui kesulitan keuangan. Caranya adalah dengan mempersiapkan sejumlah dana likuid yang tidak diganggu gugat sebagai dana cadangan darurat. Besarannya umumnya sekitar 3-6 kali pengeluaran. Kemudian jangan lupakan asuransi untuk perlindungan aset (kendaraan dan rumah) serta asuransi kesehatan yang memadai untuk mengcover pengeluaran apabila terjadi resiko kesehatan tanpa harus mengganggu investasi yang sedang berjalan. Dengan demikian, portofolio investasi anda bisa berjalan dengan tenang melalui berbagai kondisi.

Namun demikiran, artikel ini hanya memberikan kepada anda sebuah panduan dasar dalam berinvestasi dan bukan merupakan satu-satunya teknik dalam melakukan investasi. Untuk menjadi investor, anda harus mempelajari segala kemungkinan yang mungkin timbul dari investasi anda. Apapun yang ditulis dalam artikel ini bukan saran atau rekomendasi untuk membeli sebuah produk investasi. Anda tetap harus mendiskusikan kebutuhan dan rencana investasi anda sebelum melakukan investas. Be smart with your money! (BR)







22 June 2015

Jika Hutang Kartu Kredit Melilit

Untuk anda yang saat ini merasa gundah, bahwa hutang anda sudah menumpuk begitu banyak. Padahal anda tahu bahwa anda harus menyisihkan sebagian uang untuk mengantisipasi kondisi tak terduga (dana darurat) selama 3 – 6 bulan, berinvestasi untuk masa depan, membeli asuransi dan menyiapkan pensiun. Tetapi saat ini hal tersebut hampir tidak mungkin dilakukan karena hampir separuh dari penghasilan anda digunakan untuk membayar cicilan hutang kartu kredit yang tidak pernah usai. Apa yang harus dilakukan?

Berikut saya akan berikan tips ringan yang akan membantu anda dalam menyelesaikan masalah hutang. Langkah pertama adalah berhenti menambah hutang kartu kredit anda. Masalah hutang menjadi lebih ringan di awali dari langkah sederhana namun penting ini. Tahukah anda penyebab utama orang menggunakan kartu kreditnya adalah karena kartu kreditnya ada di dalam dompet yg dengan mudah dikeluarkan dan digunakan. Coba anda tinggalkan kartu kredit itu di rumah dan simpan dalam lemari es, dibekukan bersama air menjadi simpanan yang sulit untuk digunakan kecuali betul-betul anda harus mengupayakan untuk mencairkan es yang mengurung kartu kredit anda. Dengan cara ini anda sudah menutup satu pintu kemudahan dalam menggunakan kartu kredit.

Langkah kedua, kurangi jumlah kartu kredit anda. Anda tidak membutuhkan lebih dari 2 kartu kredit. Setiap kali menawarkan kartu kredit baru pihak bank akan merayu anda dengan memuji anda sebagai nasabah pilihan dan sebagainya. Tetapi, ketika anda dalam kesulitan, bukan pujian yang anda dapatkan tetapi masalah dengan pihak bank. Cermatlah dalam menerima tawaran kartu kredit, jika tidak anda butuhkan tegaskan diri anda untuk berkata tidak. Dengan membatasi jumlah kartu kredit anda, anda juga membatasi jumlah hutang anda dan kebebasan anda berhutang. Jika sudah terlalu besar maka limit kartu kredit akan membatasi gerakan anda. Jangan tembus limit kartu kredit anda karena anda akan harus membayar bunga yang lebih tinggi lagi.

Langkah ketiga, buat anggaran bulanan. Catat pengeluaran dan penghasilan anda setiap bulannya. Buat agar penghasilan anda cukup memadai untuk satu bulan tanpa harus menggunakan kartu kredit lagi. Kemudian buat anggaran untuk satu tahun berdasarkan data bulan-bulan sebelumnya. Jika ada surplus, rencanakan untuk membaginya dalam 12 bulan sebagai tambahan pembayaran cicilan hutang anda. Dan jika defisit anggaran, maka anda harus mengatur kembali agar cukup memadai.

Langkah keempat, bayar lebih dari yang seharusnya anda bayarkan dan bayar dengan jumlah yang tetap seperti ketika pertama kali anda membayar. Tahukah anda kenapa pihak bank menetapkan pembayaran minimal yang sangat rendah untuk kartu kredit? Agar anda terus membayar bunganya saja yang berperan sebagai sumber penghasilan bank, sedangkan pokok hutangnya sangat pelan sekali berkurangnya. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melunasi penggunaan kartu kredit anda jika anda membayar dalam jumlah minimal. Begitu ada dana lebih, segera bayarkan untuk mengurangi hutang anda. Dan bayarkan dalam jumlah yang tetap, seolah-olah anda membayar iuran bulanan yang tidak berubah.

Langkah kelima, bayarkan kartu kredit anda yang memiliki bunga tertinggi dan pindahkan saldo hutang anda ke kartu yang memiliki suku bunga rendah. Saat ini karena adanya persaingan, beberapa pihak penerbit kartu kredit bersaing dalam hal bunga dan pembebasan iuran tahunan. Manfaatkan untuk mengurangi beban bunga anda, tapi jangan menambah kartu kredit lagi. Pindahkan dan tutup kartu kredit yang berbunga tinggi. Jika anda memiliki kerabat yang percaya pada anda dan mau membantu anda, anda bisa memohon bantuan pinjaman tanpa bunga kepada mereka untuk melunasi hutang-hutang anda dan anda kembalikan dengan mencicil.

Langkah keenam, miliki target waktu berakhirnya hutang anda yang realistis dan tetaplah pada rencana anda. Miliki kekuatan target agar anda mengerti kapan hutang anda harus berakhir. Yang harus disadari adalah masalah hutang anda mungkin tidak akan selesai dalam waktu semalam, tapi pasti akan berakhir dengan berjalannya waktu. Jadi, tetaplah semangat dan optimis dan nikmati prosesnya.

Langkah ketujuh, buat rencana menabung. Dengan adanya rencana menabung, anda tahu bahwa jika rencana penyelesaian hutang anda gagal, maka anda tidak bisa naik ke tingkat berikutnya, yaitu menabung dan berinvestasi. Semakin lama anda menunda berinvestasi dan menabung, semakin dalam problem keuangan anda. Untuk ini anda bisa menggunakan bantuan perangkat lunak keuangan untuk membuat perhitungan sederhana anda, atau juga bisa anda konsultasikan dengan perencana keuangan. Semoga membantu.

Oleh : Budi Raharjo CFP®

04 June 2015

Persiapan Keuangan Menjelang Hari Raya

Tidak lama lagi, kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bagi umat Islam, bulan-bulan ini adalah salah satu bulan krusial dalam hal keuangan. Pola pengeluaran akan cenderung mengalami penyesuaian selama Ramadhan, baik sebelum maupuan sesudah selesai Ramadhan. Bagaimana kita menyikapi pola pengeluaran memasuki bulan Ramadhan? Berikut tips singkat bagi anda..

  1. Persiapkan anggaran belanja selama Ramadhan dengan baik dan detil. Jika anda sudah terbiasa dengan melakukan pencatatan pengeluaran, maka hal ini tidak akan terlalu banyak menyita waktu dan energi anda. Namun, bagi anda yang belum terbiasa maka sekarang adalah saatnya memulai. Perhatikan pos biaya yang mungkin mengalami penurunan, terutama pengeluaran harian. Untuk pengeluaran pribadi, pengeluaran makan di luar kemungkinan besar mengalami penurunan. Tentunya ini dapat menambah cashflow kita, namun ada pengeluaran yang meningkat atau mungkin pos yang di bulan-bulan biasa umumnya tidak ada muncul di bulan Ramadhan ini, misalnya pengeluaran untuk zakat fitrah, persiapan pulang ke kampung halaman, membeli pakaian Lebaran, atau mungkin pengeluaran untuk bingkisan Lebaran dan THR untuk asisten rumah tangga. 
  2. Identifikasi pemasukan selama bulan Ramadhan. Jika anda karyawan, kemungkinan besar anda akan memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai tambahan pemasukan dari biasanya. Adanya THR ini akan melonggarkan kondisi keuangan anda. Bijak-bijaklah menggunakannya sesuai dengan prioritas kebutuhan anda selama bulan Ramadhan. Untuk yang berbisnis sendiri, coba cek pemasukan anda di bulan Ramadhan. Apakah ada fluktuasi pemasukan? Lebih kecil atau lebih besar? Dengan identifikasi kita bisa mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum pengeluaran itu tiba. 
  3. Sesuaikan rencana dengan kapasitas keuangan. Setelah menghitung semuanya dan memperkirakan biaya yang akan muncul. Sesuaikan rencana anda dengan kapasitas keuangan yang dimiliki. Sesuaikan prioritas dan kebutuhan. Jika kondisi keuangan cocok dengan rencana pengeluaran yang akan mungkin terjadi, silahkan lanjutkan. Namun jika ternyata kondisinya kurang bisa mendukung pengeluaran, maka kita juga harus fleksibel dalam mengatur rencana. Jika mungkin ada pos yang bisa dihilangkan atau dikurangi dan memang harus dilakukan, sebaiknya didiskusikan bersama pasangan. Jangan sampai pengeluaran Hari Raya membuat kita menjadi besar pasak daripada tiang dan untuk menghindari berhutang untuk menutupi pengeluaran Hari Raya. 
  4. Jika anda akhirnya terpaksa harus berhutang untuk menutupi pengeluaran, maka sebaiknya pengeluaran itu hanya untuk menutupi kebutuhan yang sangat penting dan tidak bisa dihindari. Prioritas pelunasannya di bulan-bulan berikutnya harus dilakukan, karena umumnya dana yang digunakan untuk menutupi biaya ini adalah bersumber dari hutang konsumtif yang berbunga tinggi. Rencanakan untuk melunasinya maksimal 3 bulan setelah Hari Raya agar tidak berkepanjangan. 
  5. Kembali kepada filosofi keuangan yang paling dasar, dahulukan yang prioritas dan jangan besar pasak daripada tiang. Berhati-hati dengan pengeluaran yang tidak terencana, disiplinkan diri anda terhadap pengeluaran Hari Raya, karena setelah itu mungkin masih ada pengeluaran lainnya yang sudah terjadwal di bulan-bulan berikutnya. Coba cek jadwal pembayaran pajak kendaraan anda, biaya sekolah anak atau iuran premi asuransi. Dengan memperhatikan jadwal ini maka anda akan lebih seksama dalam mengatur pengeluaran. 
Selamat memasuki bulan Ramadhan. Be Smart With Your Money! (BR)

01 June 2015

10 Tahun Lagi Pensiun? Ini yang Harus Anda Lakukan

Tidak terasa waktu berjalan. Jika anda sekarang termasuk golongan pekerja yang 10 tahun lagi menuju pensiun, hal-hal apa saja yang harus anda siapkan agar ketika waktu itu tiba anda sudah benar-benar siap menghadapinya?


  1. Lakukan evaluasi keuangan. Tidak ada hal yang lebih penting dalam persiapan pensiun selain dengan memperhatikan laporan keuangan kita kembali. Catat segala aset yang sudah anda miliki, hutang anda yang masih berjalan, sumber pemasukan anda dari mana saja saat ini serta pengeluaran anda. Jangan lupa untuk mencatat juga berapa manfaat pensiun yang akan anda peroleh serta nilai uang pertanggungan asuransi jiwa anda.
  2. Periksa pos pengeluaran yang masih berjalan ketika pensiun seperti misalnya kebutuhan hidup, rekreasi dan aktivitas sesudah pensiun yang masih membutuhkan biaya. Dan periksa apakah ada beberapa pengeluaran tahunan yang harus disiapkan juga seperti membayar pajak dan perbaikan rumah yang kemungkinannya masih akan terus berjalan meskipun sudah memasuki masa pensiun. Perhatikan juga jika ada cicilan hutang yang masih akan berjalan atau mungkin pendidikan anak yang belum selesai bahkan setelah anda pensiun.
  3. Periksa sumber pendapatan setelah pensiun. Beberapa perusahaan menyediakan manfaat pensiun sebagai pengganti penghasilan melalui program DPLK atau DPPK nya. Sumber pendapatan mana lagi yang akan dapat menggantikan pendapatan yang hilang karena pensiun. Sumber pendapatan ini bisa dari hasil sewa proeperti, usaha atau bisnis, hasil karya atau pun menjual keahlian dan pengalaman anda setelah bertahun-tahun menjalani profesi anda.
  4. Ketahui nilai dana pensiun yang dibutuhkan kelak. Umumnya manfaat pensiun yang diberikan oleh perusahaan adalah sangat minim. Tidak akan mampu untuk mencukupi atau mensupport gaya hidup anda sebelum pensiun. Hitung berapa dana pensiun yang memadai yang dapat digunakan mulai sejak pensiun hingga akhir masa pensiun kita dengan cara bertingkat. Berapa yang dibutuhkan untuk membiayai pensiun kita hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, 80% gaya hidup terakhir hingga 100% gaya hidup. 
  5. Rencanakan untuk menambah tabungan dan investasi dana hari tua anda dan investasikan dana hari tua dengan seksama agar memberikan tingkat keuntungan yang memadai. Tetap optimis dalam menghadapi pensiun anda apapun kondisi anda saat ini. Setiap sen yang anda sisihkan akan tetap berkontribusi dalam menambah dana pensiun anda. Jangan gegabah dalam mengelola dana pensiun dan sebaiknya konsultasikan dengan para perencana keuangan yang memahami bagaimana cara terbaik menghadapi pensiun Anda. 
Semoga sedikit tips menghadapi pensiun ini dapat memberikan solusi bagi Anda dalam mempersiapkan hari tua yang sejahtera. Be Smart with Your Money! (BR)