31 May 2015

Bagaimana Sih Tahapan Menjadi Perencana Keuangan?

Sebagai perencana keuangan seringkali saya tidak ngeh bahwa masih banyak orang yang bingung bagaimana cara menjadi perencana keuangan dan juga cara mendapatkan sertifikasi perencana keuangan jika tertarik untuk masuk ke profesi ini. Saya akan coba jelaskan dengan singkat apa dan bagaimana jika Anda tertarik untuk berprofesi sebagai perencana keuangan.

Dalam dunia perencana keuangan ada 4 elemen penting yang harus dipenuhi sebelum kita layak disebut sebagai seorang perencana keuangan. Yang pertama adalah Edukasi (Pendidikan), untuk berprofesi sebagai perencana keuangan anda harus melalui pendidikan khusus perencanaan keuangan melalui edukasi formal ataupun kursus. Di dalam pendidikan ini anda akan mendapatkan ilmu dasar rencana keuangan yang lengkap, meliputi ilmu pengelolaan arus kas pribadi dan diagnosa keuangan, time value of money, ilmu investasi dan perencanaan investasi untuk keluarga, mengelola resiko pribadi dan aset serta perencanaan asuransi, hingga perencanaan pensiun, pajak dan warisan.

Kedua adalah mengambil sertifikasi yang relevan. Sertifikasi menunjukkan anda telah memenuhi kompetensi minimal untuk dapat disebut sebagai perencana keuangan, karena untuk mendapatkan sertifikasi ini biasanya kita perlu memenuhi beberapa kriteria. Mulai dari pendidikan minimal, pengalaman kerja, hingga pernyataan tidak pernah melanggar hukum. Ada beberapa sertifikasi yang saat ini mewakili profesi perencana keuangan. Ada Qualified Wealth Planner dari IAFP Global (www.qwpacademy.com), Registered Financial Adviser dari IARFC dan Certified Financial Planner dari Financial Planning Standards Board (www.fpsbindonesia.net). Sertifikasi yang terakhir bahkan sudah diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai Perencana Keuangan terdaftar. Untuk sertifikasi yang terakhir Anda harus menempuh 4 ujian resmi (CFP 1 s/d 4) sebelum dinobatkan sebagai perencana keuangan. Beberapa provider yang menyelenggarakan pendidikan ini dapat dilihat di website FPSB Indonesia. Biaya pendidikan bervariasi tergantung provider. Namun untuk biaya ujian sertifikasi total adalah Rp 2.200.000 (ujian CFP 1 s/d 4) dan Rp 1.200.000 (biaya membership per tahun setelah lolos seluruh ujian sertifikasi).

Ketiga, setelah memiliki sertifikasi anda dapat mulai menawarkan jasa anda menjadi seorang perencana keuangan. Anda dapat menawarkan jasa anda sendiri, atau dengan bergabung di salah satu firma perencana keuangan sebagai perencana keuangan. Dengan bergabung bersama firma perencana keuangan anda memiliki mentor yang dapat membantu anda dalam mengembangkan diri anda menjadi perencana keuangan profesional. Setiap sistem kerjasama yang diterapkan tiap firma dapat berbeda-beda. Anda sebaiknya mempelajari sistem mana yang paling sesuai dengan keinginan anda. Atau anda dapat juga bekerja di perusahaan keuangan seperti perbankan di divisi Wealth Management, sekuritas, asuransi ataupun aset management. Dengan bergabung dengan perusahaan keuangan berarti anda akan mendapatkan kompensasi atas penjualan produk.

Keempat, adalah terus menerus meningkatkan ketrampilan dan kompetensi sebagai perencana keuangan. Ilmu rencana keuangan harus terus di update dan diperbaharui. Setiap tahun selalu ada produk baru yang muncul, regulasi pajak yang berubah, aturan perbankan ataupun hukum yang mengalami perkembangan. Meningkatkan kemampuan komunikasi juga adalah suatu kunci sukses menjadi perencana keuangan. Jika anda seorang yang mencari perencana keuangan saya sarankan anda mencari perencana keuangan yang berkomitmen terus menerus meningkatkan keahliannya dalam profesi ini.

Kelima, jagalah selalu etika anda dalam berprofesi. Mulai dari mengutamakan nasabah, profesionalisme, menjaga kerahasiaan, menghormati rekan-rekan seprofesi, dan berhati-hati dalam memberikan saran karena saran anda akan mempengaruhi keuangan klien.

Keenam, publikasikan diri anda dengan berbagai cara. Menulis, berbagi ilmu, memperkenalkan diri lewat sosial media, publikasi lewat media masa, dan sebagainya. Banyak orang yang perlu di edukasi mengenai manfaat rencana keuangan bagi dirinya. Jika bukan orang yang memiliki kualifikasi seperti anda yang mendidikan mereka tentang keuangan siapa lagi. Total perencana keuangan yang memiliki sertifikasi CFP di Indonesia baru sekitar 1.100 (tahun 2014). Dengan berkembangnya jumlah kelas menengah setiap tahun yang membutuhkan saran keuangan yang tepat bagi masa depannya, kita akan membutuhkan lebih banyak lagi perencana keuangan untuk negara ini. Semoga informasi ini dapat membantu. (BR)

Link terkait : www.fpsb.org

Info tentang kelas CFP : Pendidikan Persiapan Sertifikasi CFP

Anda tertarik kami bimbing menjadi perencana keuangan? Kirimkan email anda ke budi.raharjo@oneshildt.com

No comments:

Post a Comment