Skip to main content

Berapa Idealnya Rekening Tabungan yang Harus Dimiliki?

Hal sederhana tapi sering luput dari perhatian ketika melakukan pengelolaan keuangan pribadi adalah sebenarnya berapa banyak rekening tabungan yang perlu dimiliki seseorang. Apakah satu rekening saja tidak cukup?

Ada alasan tertentu mengapa kita perlu membuat beberapa rekening untuk tabungan kita. Pertama adalah untuk kemudahan dalam melakukan monitoring atas perkembangan keuangan kita. Kesalahan dalam melakukan manajemen keuangan adalah mencampurkan uang hasil pendapatan, kebutuhan arus kas bulanan dan tabungan dalam satu rekening. Dampaknya, seringkali kita berpikir telah menabung namun ternyata ujungnya terpakai untuk membayar pengeluaran karena tidak bisa membedakan uang yang direncanakan untuk belanja sehari-hari dan kebutuhan sebagai simpanan masa depan.

Kedua adalah untuk mendisiplinkan diri dalam mengelola keuangan. Dengan memiliki beberapa rekening dengan tujuan masing-masing maka kita memiliki kendali atas uang kita. Misalnya, jika kita sudah mengalokasikan sejumlah uang untuk rekening pengeluaran pajak, maka kita tidak akan menyentuh uang yang sudah kita sisihkan tadi kecuali untuk keperluan membayar pajak.

Ketiga adalah untuk memudahkan dalam perencanaan pengeluaran. Ada beberapa pengeluaran tahunan yang cukup besar dan bisa mengganggu cash flow, misalnya menyediakan THR untuk asisten rumah tangga. Akan lebih mudah jika kita mencicil pengeluaran ini menjadi pengeluaran bulanan dalam sebuah rekening tertentu. Sehingga ketika saatnya tiba, kita cukup mengeluarkannya dari rekening tersebut tanpa harus pusing memikirkan gangguan arus kas.

Berdasarkan alasan tersebut maka sebaiknya rekening tabungan kita dapat dipisahkan berdasarkan kebutuhannya dalam beberapa kategori:


  1. Rekening arus kas bulanan, rekening ini ditujukan untuk mengcover pengeluaran rutin bulanan seperti kebutuhan belanja bulanan, pembayaran utilitas (listrik dan air), transportasi, membayar iuran RT, kebutuhan pengeluaran rutin untuk anak dan pribadi dan lain sebagainya
  2. Rekening arus kas tahunan, rekening ini ditujukan untuk merencanakan pengeluaran yang rutin namun dibayarkan tahunan di bulan-bulan tertentu seperti membayar pajak rumah dan kendaraan, premi asuransi, THR asisten rumah tangga dan perbaikan rumah. Meskipun penggunaannya tahunan namun baiknya rekening ini di isi secara bulanan dengan mencicil agar ketika dananya dibutuhkan sudah tersedia.
  3. Rekening hiburan dan rekreasi, rekening ini adalah rekening untuk memenuhi kebutuhan liburan dan hiburan keluarga untuk kesenangan. Dapat dibelanjakan untuk pengeluaran liburan terencana yang biasanya dilakukan 1-2 kali dalam setahun. Dengan memiliki rekening terpisah untuk hiburan dan rekreasi, kita tidak perlu merasa bersalah ketika menggunakan uang yang sudah dialokasikan untuk kesenangan.
  4. Rekening jaga-jaga, sebagaimana namanya rekening ini berfungsi untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga. Baiknya rekening ini adalah sekaligus juga berfungsi sebagai rekening penerima pembayaran gaji sebelum akhirnya dialokasikan untuk keperluan lainnya. Perencana keuangan umumnya merekomendasikan sekitar minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan untuk dana ini.
  5. Rekening tujuan jangka pendek. Jika anda memiliki keperluan jangka pendek (kurang dari 2 tahun) seperti mengumpulkan uang untuk DP kendaraan atau lainnya. Maka sebaiknya dana ini dipisahkan dalam rekening tersendiri untuk memonitor perkembangannya. Ada baiknya rekening ini sekaligus diikutkan dalam sebuah tabungan rencana yang akan didebet secara otomatis oleh pihak bank untuk mendisiplinkan. Untuk tujuan keuangan yang lebih panjang biasanya perencana keuangan akan merekomendasikan sebuah rencana investasi yang lebih agresif sesuai dengan profil dan kemampuan individu.

Yang harus diperhatikan adalah sebenarnya setiap rekening artinya akan ada biaya tambahan yang diperlukan, dan setiap melakukan transfer antar rekening pun berarti akan ada tambahan biaya. Kita perlu meminimalisir biaya ini agar jangan sampai nantinya biaya ini menggerus tabungan kita, namun jangan sampai karena masalah biaya akhirnya kita mengabaikan manfaat dari pengelolaan uang kita. Selamat mencoba!

Be smart with your money! (BR)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

50 Cara Menghemat Pengeluaran

Berhemat adalah salah satu cara untuk menciptakan surplus yang paling mudah dan cepat dilakukan. Berhemat tidak sama dengan kikir atau pelit. Berhemat adalah mengefektifkan pengeluaran agar tidak mubazir dalam penggunaannya. Dengan berhemat kita dapat mewujudkan masa depan seperti membiayai pendidikan anak, membeli rumah idaman, mewujudkan kualitas kehidupan di hari tua yang lebih baik, berinvestasi dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa teknik berhemat yang bisa dilakukan untuk menekan pengeluaran dan menciptakan surplus dalam keuangan kita.

1 Mengurangi Makan di Luar
Apakah anda termasuk orang yang sering makan di luar ketika jam makan siang kantor? Atau Anda sering membuat janji temu di luar bersama kolega, rekan bisnis atau teman? Dengan mengelola pengeluaran makan siang saja anda bisa berhemat sangat banyak. Saat ini pengeluaran untuk makan siang bisa mencapai Rp 35 - 50 ribu untuk sekali makan di kafe atau resto atau bahkan lebih. Membawa bekal dari rumah bisa menjadi so…

Rumah: Beli atau Kontrak?

Kebutuhan akan tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Selain melindungi dari hujan dan panas, memiliki rumah sendiri adalah tempat untuk mendidik anak dan membina rumah tangga, aktualisasi kemandirian serta kedamaian. Tidak salah jika ada pepatah rumahku istanaku. artinya memiliki rumah sendiri dapat menciptakan rasa damai di antara pasangan yang sudah menikah.

Ada 2 cara yang biasanya dilakukan orang agar dapat memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Cara pertama adalah dengan menyewa rumah atau kontrak, cara yang kedua adalah dengan membeli, baik melalui kredit perumahan, atau dengan membelinya secara tunai. Cara manakah yang terbaik?

Menyewa atau mengontrak rumah adalah cara termudah dan umumnya dilakukan oleh kebanyakan orang di awal karirnya. Di saat penghasilan belum terlalu besar, dan dana untuk membeli rumah belum terkumpul, banyak yang memutuskan untuk menggunakan opsi ini agar bisa hidup mandiri dengan penghasilan yang dia punya. Banyak pilihan menyewa …