05 June 2011

Kekuatan Ritual

Ritual.. kenapa kata ritual yang saya pilih? Apakah tidak ada kata lain? Kata ritual disini menggambarkan sebuah prilaku atau tindakan pengulangan secara terus-menerus yang seringkali tidak kita sadari betapa besar kekuatan dari pengulangan itu.

Jika suatu tindakan kita lakukan secara konsisten, maka tindakan itu tiba-tiba menjadi otomatis. Bahkan tanpa kita harus memerintahkan diri kita untuk melakukannya, secara otomatis tindakan itu bisa tersempurnakan tanpa campur tangan dari diri kita.

Saya akan mengambil sebuah contoh. Jika kita membiasakan diri kita sejak kecil untuk sikat gigi setiap bangun tidur di pagi hari, dan kita lakukan hal ini secara berulang-ulang setiap pagi, setiap hari tanpa tidak terkecuali. Akan datang suatu saat dimana kebiasaan itu menjadi bagian dari diri kita, dimana diri kita tiba-tiba merasa tidak nyaman jika tidak melakukannya atau kehilangan kesempatan melakukannya meskipun hanya satu kali. Ini yang disebut dengan ritual.

Sebenarnya seberapa penting arti ritual ini dalam kehidupan kita?

Manusia adalah mahluk dengan sekumpulan kebiasaan. Kebiasaan terbentuk dari pengulangan tindakan setiap hari atau setiap waktu. Menurut peneliti, dibutuhkan sekitar 21 hari melakukan ritual agar ritual itu menjadi bagian dari diri kita. Tidak lama sebenarnya, tapi membutuhkan konsistensi dan tekad.

Bayangkan jika kita adalah sekumpulan kebiasaan-kebiasaan buruk (dan seringkali hal seperti ini yang terjadi) seperti bangun terlalu siang, tidak pernah berolahraga, kebiasaan makan yang berlebihan, pola hidup boros dan sebagainya. Orang kebanyakan tidak pernah dengan sengaja merancang setiap tindakan kita hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit atau bahkan detik demi detik. Problemnya adalah kebiasaan ini akhirnya yang menentukan kualitas kehidupan kita, begitu otomatis dan kuatnya suatu kebiasaan ketika kebiasaan itu sudah terbentuk, maka akan menjadi sulit bagi kita untuk keluar dari kebiasaan itu kecuali kita memutus pola yang sudah ada dengan kekuatan motivasi dari dalam dan keputusan yang bulat.

Di sebuah pelatihan yang pernah kami lakukan, ada sekumpulan yang memiliki kebiasaan keuangan berhutang sehingga berada dalam kesulitan keuangan karena pendapatan bulanannya bisa dikatakan sebagian besar digunakan untuk membayar cicilan hutang. Mereka mencari solusi agar kehidupan mereka bisa kembali terasa nyaman. Mereka membutuhkan solusi keuangan, maka dilakukanlah strategi menyiasati hutang yang sudah membebani aliran pendapatan mereka. Mereka merasa lega dengan solusi yang diberikan, hutang berkurang dan pembayaran cicilan berkurang yang artinya membebaskan mereka dari sedikit beban hutang.

Sudahkah saya sebutkan bahwa kebiasaan itu begitu POWERFUL? Ketika orang-orang ini sudah memperbaiki kondisi keuangannya dari hutang, tidak berapa lama mereka sudah berada dalam kondisi berhutang kembali. Pikiran kita akan melakukan berbagai cara agar kita berada dalam kondisi nyaman (comfort zone) sebelumnya - ternyata zona nyaman tidak betul-betul nyaman. Jadi, ternyata untuk merubah kebiasaan kita membutuhkan ritual baru, pola pikir baru dan keputusan baru. Semuanya berasal dari dalam diri dan dilakukan secara konsisten, berulang-ulang tanpa pengecualian. Ubah diri kita luar dan dalam, terutama sekali adalah kondisi dalam dengan memperhatikan setiap keputusan dan tindakan kita hari demi hari, jam demi jam dan menit demi menit, dan lakukan sekarang.

No comments:

Post a Comment