Skip to main content

Merencanakan Keuangan? Apa itu?

Banyak orang yang masih belum paham ternyata tentang apa itu rencana keuangan. Wajar sekali, karena ilmu perencanaan keuangan masih sangat awam di Indonesia. Belum terlalu memasyarakat dan belum disadari pentingnya oleh berbagai kalangan.

Rencana keuangan sederhananya adalah sebuah cara untuk mencapai tujuan kehidupan dari seseorang atau keluarga dengan cara melakukan pengelolaan keuangan secara menyeluruh, menyentuh berbagai aspek dari individu/orang tersebut dan sesuai dengan kemampuannya saat itu. Melalui perencanaan keuangan yang baik seseorang diharapkan dapat memperoleh kualitas kehidupan yang lebih baik pula, hidup sesuai dengan kemampuan dan mandiri secara finansial. Nah, apalagi itu mandiri secara finansial.

Pernah mendengar kata-kata "uang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh uang"?. Sebuah cara pandang masyarakat saat ini yang menggambarkan betapa kehidupan kita saat ini sangat tersentuh dengan uang. Bukan uang yang penting memang dalam kehidupan, tetapi segala sesuatu yang kita anggap penting di dunia ini bisa kita capai jika kita memiliki cukup uang. Sebagai contoh adalah kita sangat menyayangi anak-anak kita, kita menginginkan dia memperoleh kasih sayang, menjadi orang yang berkualitas, baik kualitas intelektual maupun spiritual. Anak bisa menjadi salah satu tujuan hidup orangtua di negara manapun. Namun tidak bisa dipungkiri, untuk menciptakan anak yang berkualitas dia membutuhkan pendidikan yang baik, gizi yang baik, kesehatan yang terjamin dan kedamaian dan kebahagiaan. Hampir 75% hal yang barusan saya sebutkan membutuhkan uang yang cukup untuk mewujudkannya.

Sayangnya, uang tidak selalu tersedia dalam jumlah yang memadai dalam kehidupan kita dan dalam kehidupan uang bisa datang dan pergi. Dulu ketika kecil, kondisi finansial kita ditopang oleh orangtua kita. Biaya hidup kita dibayar oleh orangtua kita, kebutuhan pangan, sandang, papan dan pendidikan disediakan karena kita tenaga atau pikiran kita belum dapat ditukar dengan uang untuk menjadi pendapatan. Namun, ketika kita sudah beranjak dewasa hal ini berubah. Kita mencari uang sendiri untuk kebutuhan hidup kita dan keluarga kita kelak. Pada usia-usia ini kita disebut usia produktif, menghasilkan uang dan bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri. Kita mandiri secara finansial tidak lagi tergantung kepada sesama.

Dalam kehidupan kita menghadapi 2 masa tidak produktif dan hanya 1 masa produktif (sekitar 25-30 tahun). Masa tidak produktif mengakibatkan kita menjadi bergantung secara finansial kepada orang lain, apakah itu orangtua, saudara, kerabat, teman atau lainnya. Cukuplah kita bergantung secara finansial ini satu kali dalam kehidupan. Yaitu, ketika kita lahir hingga masa lajang kita. Dengan perencanaan keuangan yang baik, orang bisa mandiri secara finansial di setiap tahapan kehidupannya sejak lajang dan bekerja hingga akhirnya pensiun dan bahkan bisa meninggalkan warisan yang memadai untuk keturunan kelak. Dengan rencana keuangan yang baik, seseorang bisa mengakumulasi cukup aset untuk hari tuanya, membiayai pendidikan anaknya, mempersiapkan dana untuk kebutuhan darurat (sakit, perbaikan rumah dan kendaraan dan sebagainya), terbebas dari hutang dan membebaskan diri dari mewariskan keturunan dengan beban finansial.

Comments

Popular posts from this blog

50 Cara Menghemat Pengeluaran

Berhemat adalah salah satu cara untuk menciptakan surplus yang paling mudah dan cepat dilakukan. Berhemat tidak sama dengan kikir atau pelit. Berhemat adalah mengefektifkan pengeluaran agar tidak mubazir dalam penggunaannya. Dengan berhemat kita dapat mewujudkan masa depan seperti membiayai pendidikan anak, membeli rumah idaman, mewujudkan kualitas kehidupan di hari tua yang lebih baik, berinvestasi dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa teknik berhemat yang bisa dilakukan untuk menekan pengeluaran dan menciptakan surplus dalam keuangan kita.

1 Mengurangi Makan di Luar
Apakah anda termasuk orang yang sering makan di luar ketika jam makan siang kantor? Atau Anda sering membuat janji temu di luar bersama kolega, rekan bisnis atau teman? Dengan mengelola pengeluaran makan siang saja anda bisa berhemat sangat banyak. Saat ini pengeluaran untuk makan siang bisa mencapai Rp 35 - 50 ribu untuk sekali makan di kafe atau resto atau bahkan lebih. Membawa bekal dari rumah bisa menjadi so…

Menyusun Portofolio Investasi Pribadi

Ketika anda berinvestasi, memadukan beragam jenis kelas aset yang berbeda untuk melakukan diversifikasi dan meminimalisasi resiko selalu menjadi pertanyaan. Bagaimana proses perencanaan investasi untuk mengoptimalkan keuntungan investasi dengan resiko minimal? Berikut adalah langkah-langkah sederhana dalam menyusun portofolio investasi anda.

Menetapkan Kebutuhan Investasi

Sebelum memulai berinvestasi, kita harus menentukan dulu apa tujuan dari investasi yang kita lakukan. Tentunya kita semua sepakat.. harapan dari berinvestasi adalah sudah jelas untuk memperoleh keuntungan. Benar keuntungan investasi yang anda inginkan, namun.. keuntungan investasi seperti apa tepatnya? Secara garis besar, kita menggolongkan keuntungan investasi dalam 3 kelompok. Pertama adalah untuk memperoleh pendapatan rutin dari investasi kita, kedua untuk meningkatkan nilai aset atau yang ketiga adalah paduan antara pendapatan rutin dan sekaligus kenaikan atau pertumbuhan nilai aset. Tujuan ini akan mempengaruhi b…

Berapa Idealnya Rekening Tabungan yang Harus Dimiliki?

Hal sederhana tapi sering luput dari perhatian ketika melakukan pengelolaan keuangan pribadi adalah sebenarnya berapa banyak rekening tabungan yang perlu dimiliki seseorang. Apakah satu rekening saja tidak cukup?

Ada alasan tertentu mengapa kita perlu membuat beberapa rekening untuk tabungan kita. Pertama adalah untuk kemudahan dalam melakukan monitoring atas perkembangan keuangan kita. Kesalahan dalam melakukan manajemen keuangan adalah mencampurkan uang hasil pendapatan, kebutuhan arus kas bulanan dan tabungan dalam satu rekening. Dampaknya, seringkali kita berpikir telah menabung namun ternyata ujungnya terpakai untuk membayar pengeluaran karena tidak bisa membedakan uang yang direncanakan untuk belanja sehari-hari dan kebutuhan sebagai simpanan masa depan.

Kedua adalah untuk mendisiplinkan diri dalam mengelola keuangan. Dengan memiliki beberapa rekening dengan tujuan masing-masing maka kita memiliki kendali atas uang kita. Misalnya, jika kita sudah mengalokasikan sejumlah uang unt…