Skip to main content

7 Hal Penting Perencanaan Keuangan Bagi Setiap Orang!

Akhir-akhir ini Profesi Perencana Keuangan semakin sering didengar di media, baik itu televisi, radio, majalah dan berbagai media lainnya. Namun, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia tentunya profesi ini masih terdengar asing. Bahkan, manfaatnya mungkin belum banyak diketahui masayarakat luas. Perencana Keuangan adalah orang yang telah mendapatkan ilmu keuangan yang dikhususkan untuk manajemen keuangan pribadi (personal finance management). Berbeda dengan ilmu ekonomi yang dipelajari di bangku sekolah, perencana keuangan mempelajari bagaimana seseorang dapat memaksimalkan sumber daya keuangannya untuk meraih tujuan dan prioritas keuangannya di masa yang akan datang. Biasanya untuk menjadi perencana keuangan ini, seseorang harus melalui serangkaian ujian kompetensi dan memiliki gelar sertifikasi tertentu (misalnya Certified Financial Planner) sebagai bukti bahwa orang tersebut telah berpengalaman, menguasai dan memiliki kompetensi sebagai seorang perencana keuangan. Berikut adalah beberapa fungsi penting Perencanaan Keuangan bagi seseorang dalam kehidupannya.


  1. Perubahan - Dalam hidup selalu ada perubahan. Apalagi perbedaan lintas generasi. Perubahan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari gaya hidup, budaya, teknologi dan sebagainya. Termasuk pula perubahan cara mengelola keuangan. Prinsip-prinsip keuangan mungkin tidak banyak berubah, namun perencanaan keuangan memungkinkan seseorang untuk mempersiapkan masa depannya lebih baik dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu perencanaan keuangan seperti misalnya perencanaan investasi. Ilmu perencanaan keuangan disiapkan untuk menjawab tantangan keuangan di masa yang akan datang. 
  2. Mencapai Tujuan Keuangan - Setiap orang memiliki rencana masa depan baik untuk dirinya maupun keluarganya. Terkadang tujuan masa depan yang ingin diraih ini berbiaya besar dan memerlukan pemikiran yang seksama (misalnya perencanaan dana hari tua atau perencanaan pendidikan). Atau terkadang ada tujuan keuangan yang saling berbenturan sehingga membingungkan dalam menyusun prioritas dalam mengelola keuangan. Perencana Keuangan dapat membantu seseorang untuk menyusun prioritas dan strategi mencapai tujuan keuangan tersebut dalam berbagai kondisi.
  3. Membeli Aset - Nilai aset yang terus menerus meningkat setiap tahunnya juga menjadi tantangan keluarga saat ini. Semakin bernilai aset itu di masa yang akan datang, maka akan semakin sulit untuk dikejar dengan teknik pengelolaan keuangan konvensional yang diajarkan orangtua kita. 
  4. Mengelola Gaya Hidup Seimbang - Kebutuhan hidup yang terus meningkat sering menjadi kambing hitam atas kegagalan seseorang dalam berinvestasi dan menabung untuk persiapan masa depan. Menurut pengamatan kami penyebab utamanya adalah lebih kepada kegagalan pengelolaan keuangan serta gaya hidup yang tidak sesuai dengan kapasitas keuangan. Ditambah dengan utang konsumtif yang salah sasaran, menjadikan kesulitan keuangan seseorang bertambah.  
  5.  Mengantisipasi Berbagai Risiko - Dalam perencanaan keuangan, kita juga akan melakukan langkah antisipasi terhadap risiko finansial dan kehidupan yang mungkin dapat mempengaruhi pencapaian tujuan di masa yang akan datang. Tujuannya adalah lebih kepada kestabilan situasi finansial keluarga agar terhindar dari kebangkrutan. Banyak bahaya yang mungkin terjadi yang dapat menghalangi tercapainya tujuan seperti misalnya kehilangan pekerjaan, pengeluaran tak terduga, gangguan kesehatan, krisis ekonomi dan lain sebagainya.   
  6. Meminimalisir Biaya - Banyak biaya yang bisa diminimalisir dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik seperti misalnya biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, pajak dan bea harta waris, bunga kredit dan sebagainya.  
  7. Kendali Keuangan - Ilmu perencanaan keuangan juga dapat membantu seseorang untuk memahami situasi finansialnya berkaitan dengan tabungan dan investasinya, pertimbangan dalam memilih asuransi, dampak keputusan berhutang, ketahanan finansial dan sebagainya. Sehingga seseorang memiliki gambaran secara komprehensif mengenai situasi finansialnya dan mengambil tindakan terbaik untuk memperbaiki situasi keuangannya ke depan.

Twitter  : @raharjobudi

Email     : budi.raharjo@oneshildt.com

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

50 Cara Menghemat Pengeluaran

Berhemat adalah salah satu cara untuk menciptakan surplus yang paling mudah dan cepat dilakukan. Berhemat tidak sama dengan kikir atau pelit. Berhemat adalah mengefektifkan pengeluaran agar tidak mubazir dalam penggunaannya. Dengan berhemat kita dapat mewujudkan masa depan seperti membiayai pendidikan anak, membeli rumah idaman, mewujudkan kualitas kehidupan di hari tua yang lebih baik, berinvestasi dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa teknik berhemat yang bisa dilakukan untuk menekan pengeluaran dan menciptakan surplus dalam keuangan kita.

1 Mengurangi Makan di Luar
Apakah anda termasuk orang yang sering makan di luar ketika jam makan siang kantor? Atau Anda sering membuat janji temu di luar bersama kolega, rekan bisnis atau teman? Dengan mengelola pengeluaran makan siang saja anda bisa berhemat sangat banyak. Saat ini pengeluaran untuk makan siang bisa mencapai Rp 35 - 50 ribu untuk sekali makan di kafe atau resto atau bahkan lebih. Membawa bekal dari rumah bisa menjadi so…

Menyusun Portofolio Investasi Pribadi

Ketika anda berinvestasi, memadukan beragam jenis kelas aset yang berbeda untuk melakukan diversifikasi dan meminimalisasi resiko selalu menjadi pertanyaan. Bagaimana proses perencanaan investasi untuk mengoptimalkan keuntungan investasi dengan resiko minimal? Berikut adalah langkah-langkah sederhana dalam menyusun portofolio investasi anda.

Menetapkan Kebutuhan Investasi

Sebelum memulai berinvestasi, kita harus menentukan dulu apa tujuan dari investasi yang kita lakukan. Tentunya kita semua sepakat.. harapan dari berinvestasi adalah sudah jelas untuk memperoleh keuntungan. Benar keuntungan investasi yang anda inginkan, namun.. keuntungan investasi seperti apa tepatnya? Secara garis besar, kita menggolongkan keuntungan investasi dalam 3 kelompok. Pertama adalah untuk memperoleh pendapatan rutin dari investasi kita, kedua untuk meningkatkan nilai aset atau yang ketiga adalah paduan antara pendapatan rutin dan sekaligus kenaikan atau pertumbuhan nilai aset. Tujuan ini akan mempengaruhi b…

Berapa Idealnya Rekening Tabungan yang Harus Dimiliki?

Hal sederhana tapi sering luput dari perhatian ketika melakukan pengelolaan keuangan pribadi adalah sebenarnya berapa banyak rekening tabungan yang perlu dimiliki seseorang. Apakah satu rekening saja tidak cukup?

Ada alasan tertentu mengapa kita perlu membuat beberapa rekening untuk tabungan kita. Pertama adalah untuk kemudahan dalam melakukan monitoring atas perkembangan keuangan kita. Kesalahan dalam melakukan manajemen keuangan adalah mencampurkan uang hasil pendapatan, kebutuhan arus kas bulanan dan tabungan dalam satu rekening. Dampaknya, seringkali kita berpikir telah menabung namun ternyata ujungnya terpakai untuk membayar pengeluaran karena tidak bisa membedakan uang yang direncanakan untuk belanja sehari-hari dan kebutuhan sebagai simpanan masa depan.

Kedua adalah untuk mendisiplinkan diri dalam mengelola keuangan. Dengan memiliki beberapa rekening dengan tujuan masing-masing maka kita memiliki kendali atas uang kita. Misalnya, jika kita sudah mengalokasikan sejumlah uang unt…